Panduan berbuka puasa dengan sehat: Jangan kalap, perhatikan pilihan makananmu
Dengan mengikuti panduan dari para ahli ini, kamu bisa tetap sehat tanpa menderita batuk dan flu, selama menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Ilustrasi hidangan berbagai macam gorengan. (Foto: iStock/MielPhotos2008)
Berbuka puasa menjadi momen yang paling dinanti oleh umat muslim setelah seharian penuh menahan lapar dan dahaga.
Meski begitu, penting untuk memperhatikan asupan makanan dan minuman saat berbuka agar tubuh tetap sehat dan bugar selama menjalankan ibadah puasa.
AWALI DENGAN YANG MANIS DAN ALAMI
Ahli Gizi Universitas Airlangga, Lailatul Muniroh, menyarankan agar berbuka puasa diawali dengan makanan dan minuman alami serta bergizi.
"Sebaiknya, pilih makanan alami seperti buah segar, makanan yang direbus, dikukus, atau dipanggang, serta minuman sehat," ujarnya kepada Jawapos, Selasa (4/3).
"Mulailah berbuka dengan air putih atau infused water dan kurma," tambahnya.
Langkah ini bertujuan untuk mengembalikan energi tubuh secara alami setelah sekitar 13 jam berpuasa.
Setelah itu, barulah mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, sayur, dan buah untuk menjaga keseimbangan gizi.
HATI-HATI DENGAN GULA TAMBAHAN
Baik Lailatul Muniroh maupun Dosen Gizi Kesehatan Universitas Gadjah Mada (UGM), Toto Sudargo, mengingatkan untuk membatasi konsumsi makanan tinggi gula saat berbuka.
Makanan manis seperti kolak dan es buah memang menggoda, tetapi sebaiknya dikonsumsi dengan bijak.
Toto menjelaskan bahwa makanan tinggi gula bisa menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara tiba-tiba, yang justru membuat tubuh terasa lemas.
"Kalau bisa berbuka dengan makanan ringan dan agak asin sedikit agar menggugah selera makan," kata Toto, dilansir dari Kompas.
MAKANAN YANG SEBAIKNYA DIHINDARI
Toto juga memaparkan sejumlah makanan yang perlu dihindari saat berbuka puasa demi menjaga kesehatan pencernaan, dirangkum dari RRI:
- Makanan Tinggi Gula: Kue manis yang memicu lonjakan gula darah dan mengurangi selera makan.
- Makanan Berlemak Tinggi: Gorengan yang memperberat kerja sistem pencernaan dan meningkatkan kolesterol.
- Makanan Bergas: Nangka, kembang kol, brokoli, kubis, jamur, serta minuman bersoda karena dapat menyebabkan perut kembung.
- Makanan Asam: Jeruk, mangga muda, acar, pempek, yogurt, dan beri-berian yang bisa memicu asam lambung.
- Makanan Pedas: Dapat mengiritasi lambung dan memicu sensasi terbakar.
MAKAN PERLAHAN DAN CUKUPI CAIRAN TUBUH
Sebagai gantinya, Toto merekomendasikan konsumsi makanan berkuah seperti sup untuk membantu proses metabolisme tubuh.
Agar pencernaan tidak "kaget", disarankan untuk makan secara perlahan dan bertahap.
Menelan makanan tanpa dikunyah hingga halus hanya akan membebani kerja lambung.
Jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan pola 2-4-2: dua gelas saat berbuka, empat gelas sepanjang malam, dan dua gelas saat sahur.
Total cairan yang dikonsumsi sebaiknya mencapai 1,5 sampai 2 liter atau setara delapan gelas per hari.
KUNCI SEHAT BERBUKA PUASA
Lailatul menegaskan pentingnya menjaga pola makan seimbang saat berbuka.
"Ikuti pola 'Isi Piringku' dan hindari makan berlebihan. Batasi gula dan lemak berlebih serta pastikan asupan cairan cukup," pesannya.
Dengan mengikuti panduan dari para ahli ini, kamu bisa tetap sehat dan bugar selama menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.