Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Sahur hanya minum air putih, apa risikonya? Simak penjelasan dokter

Hanya minum air putih saja tanpa makan saat sahur bisa membantu menurunkan berat badan ternyata anggapan yang keliru.

Sahur hanya minum air putih, apa risikonya? Simak penjelasan dokter

Ilustrasi meminum air putih saat sahur menjelang imsak. (Foto: iStock/Jamaludin Yusup)

04 Mar 2025 12:18PM (Diperbarui: 04 Mar 2025 12:21PM)

Sahur merupakan bagian penting dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan. Sayangnya, tak sedikit orang yang memilih hanya minum air putih saat sahur, baik karena tak sempat menyiapkan makanan, sedang diet, malas makan, maupun terlambat bangun akibat tidur terlalu malam. 

Meski tampak praktis, kebiasaan mengisi sahur hanya dengan meminum air putih saja ternyata berisiko bagi kesehatan.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Aru Ariadno, SpPD-KGEH, mengingatkan bahwa sahur sebaiknya tidak dilewatkan, termasuk jika hanya dengan air putih. 

Ia menjelaskan bahwa bila seseorang terakhir makan pada pukul 9 malam, lalu hanya minum air putih saat sahur, tubuh akan berada dalam kondisi perut kosong selama lebih dari 12 jam hingga berbuka puasa

Hal ini berpotensi memicu gangguan pencernaan dan menyebabkan tubuh lebih cepat lemas.

"Jadi harus diusahakan sahur, apalagi kalau dia nggak makan. Bayangin, taruhlah terakhir makan jam 9 malam. Kemudian nggak makan, pas sahur cuma minum air putih, terus dia berpuasa sampai malam magrib," ujar dr Aru kepada DetikHealth, Senin (17/2).

Ilustrasi meminum air putih. (Foto: iStock/Satoshi-K)

Sejalan dengan itu, dokter sekaligus ahli keamanan pangan yang berbasis di Dubai, Shugufta M. Zubair, menegaskan pentingnya sahur sebagai cadangan energi bagi tubuh selama berpuasa. 

Ia meluruskan anggapan keliru bahwa memperbanyak minum air putih tanpa makan saat sahur bisa membantu menurunkan berat badan, menjaga hidrasi, atau mempertahankan energi sepanjang hari.

"Tentu saja air putih tidak berbahaya. Air putih baik untuk menambah cairan tubuh. Tapi, orang tidak boleh lupa pentingnya santap sahur," kata Zubair, seperti dilaporkan Gulf News.

Zubair menambahkan bahwa minum air putih berlebihan tanpa makan tidak akan membuat tubuh lebih terhidrasi secara jangka panjang. 

Sebaliknya, hal ini justru memicu frekuensi buang air kecil yang lebih sering.

Sementara itu, ahli gizi Mifta Novikasari juga menyarankan agar sahur tidak hanya mengandalkan air putih. Menurutnya, sahur bertujuan memberikan nutrisi bagi tubuh agar mampu menjalani puasa secara optimal.

"Waduh jangan (air putih saja) karena kasihan tubuhnya, makan itu kan memberikan nutrisi untuk tubuh," ujar Mifta dikutip dari Republika.

Mifta menjelaskan bahwa melewatkan asupan karbohidrat, protein, dan mineral saat sahur bisa membuat tubuh rentan terhadap infeksi, lemas, hingga meningkatkan risiko dehidrasi. 

Dampaknya pun beragam, mulai dari pusing, sakit, hingga pingsan.

Ilustrasi makan roti dan minum susu bersama keluarga. (Foto: iStock/Tigercat_LPG)

Para ahli sepakat bahwa penting untuk mengonsumsi makanan seimbang saat sahur, yang terdiri dari karbohidrat kompleks, protein, serat, serta cairan yang cukup. 

Karbohidrat kompleks membantu memberikan rasa kenyang lebih lama, sedangkan protein dan serat menjaga energi tubuh.

Beberapa tips sahur yang dianjurkan meliputi:

  • Minum segelas air putih saat bangun tidur.
  • Konsumsi makanan bergizi seimbang, seperti nasi merah, telur, sayuran, dan buah.
  • Minum segelas air putih lagi setelah makan sahur.
  • Tambahkan susu sebagai pelengkap untuk menjaga hidrasi.

Dengan memperhatikan asupan nutrisi saat sahur, tubuh akan lebih bugar dan kuat menjalani puasa sepanjang hari. 

Oleh karena itu, kebiasaan sahur hanya dengan minum air putih sebaiknya dihindari demi menjaga kesehatan tubuh.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan