Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Eks MasterChef Singapore buka warung nasi Indonesia di Singapura, seporsi Indomie dijual Rp53 ribu

Nasi uduk, bakso, dan soto ayam, juga tersaji di My Indo Cook, warung milik penyanyi dan aktris asal Jakarta, Eka Mairina, di Singapura.

Eks MasterChef Singapore buka warung nasi Indonesia di Singapura, seporsi Indomie dijual Rp53 ribu

Penyanyi dan aktris Eka Mairina membuka warung makanan Indonesia di NYP, Singapura. (Foto: Dok. 8days)

Penyanyi sekaligus aktris asal Indonesia, Eka Mairina, sudah terbiasa tampil di bawah tekanan. Ia pernah memenangi kompetisi menyanyi berbahasa Melayu Anugerah pada 2003 dan berhasil masuk 12 besar MasterChef Singapore musim ketiga.

Namun, pengalaman tersebut ternyata belum cukup untuk mempersiapkan perempuan berusia 48 tahun itu menghadapi kesibukan jam makan siang di warung makanan Indonesia yang baru dia buka di Singapura. 

"Beberapa minggu pertama benar-benar kacau dan traumatis," kata Eka kepada 8days.sg sambil tertawa. "Aku sama sekali tidak makan selama lima hari karena kehilangan nafsu makan. Aku cuma bertahan dengan minum air putih."

Warung bernama My Indo Cook itu dibuka pada 1 Agustus di North Canteen, Nanyang Polytechnic (NYP), Singapura. Usaha kuliner ini menyajikan berbagai makanan rumahan khas Indonesia dengan harga terjangkau, mulai dari nasi uduk, mi instan Indomie, bakso, hingga soto ayam.

Penyanyi dan aktris Eka Mairina membuka warung makanan Indonesia di North Canteen, Nanyang Polytechnic (NYP), Singapura. (Foto: Dok. 8days)

BUKA WARUNG DALAM 10 HARI

My Indo Cook sebenarnya sudah dirintis Eka sebagai bisnis kuliner rumahan sejak 2020. Ide tersebut muncul setelah para pengikutnya di media sosial berulang kali bertanya apakah mereka bisa membeli makanan Indonesia yang kerap ia unggah secara daring.

Gerai di NYP menjadi warung fisik permanen pertama My Indo Cook. Namun, membuka warung dalam waktu sesingkat itu sebenarnya tidak pernah masuk dalam rencana Eka.

Kesempatan tersebut datang ketika Eka menemukan sebuah iklan di media sosial yang diunggah oleh penyewa sebelumnya. Dalam iklan itu, sang penyewa sedang mencari seseorang untuk mengambil alih warungnya.

Setelah berdiskusi dengan suami dan ketiga anaknya, Eka akhirnya memutuskan untuk mengambil kesempatan tersebut.

"Lalu, boom, aku langsung nekat terjun," candanya.

Masalahnya, Eka hanya punya waktu 10 hari untuk mempersiapkan segala sesuatu sebelum resmi mengambil alih warung pada 1 Agustus 2026.

Tanpa waktu untuk melakukan uji coba, Eka yang baru pertama kali mengelola warung harus langsung bergerak cepat.

Hanya dalam 10 hari, ia harus menandatangani kontrak, mengurus berbagai izin yang diperlukan, mencari pemasok bahan makanan, hingga menyusun menu yang akan dijual.

Bahkan, ia harus mempelajari cara mengoperasikan sistem kasir atau point-of-sale (POS) pada hari pertama warungnya beroperasi.

"Rasanya seperti ikut The Amazing Race. Aku tidak tahu bagaimana bisa melakukannya, tetapi untungnya semua persiapan selesai tepat waktu sebelum pembukaan," ungkapnya.

Beberapa menu makanan yang disajikan My Indo Cook yang didirikan Eka Mairina di Singapura. (Foto: Dok. 8days)

ROGOH TABUNGAN HINGGA PULUHAN RIBU DOLAR

Eka merupakan satu-satunya pemilik My Indo Cook. Ia bahkan bercanda menyebut bisnis tersebut sebagai "perusahaan yang dijalankan satu perempuan".

Untuk membuka warung pertamanya, Eka menginvestasikan uang tabungan pribadi dengan nominal lima digit dalam dolar Singapura, atau setidaknya S$10.000 (sekitar Rp141 juta).

Sementara itu, ketika ditanya mengenai biaya sewa bulanan, ia hanya mengatakan bahwa tarifnya sebanding dengan harga sewa tempat usaha di pusat jajanan atau food court pada umumnya.

Setelah bertahun-tahun memasak dari rumah, Eka ternyata cukup kewalahan menghadapi tuntutan bekerja di dapur komersial, terutama ketika jam makan siang tiba.

"Sebagai pemula, aku tidak tahu apa yang harus dihadapi. Sejujurnya, aku benar-benar meremehkan situasi dan pekerjaan ini sampai jam makan siang tiba dan semua orang keluar pada waktu bersamaan. Aku syok," katanya.

Selama dua minggu pertama beroperasi, warung Eka mampu menjual sekitar 100 porsi makanan setiap jam makan siang.

Namun, penjualan mulai melambat pada minggu ketiga dan keempat, yang bertepatan dengan periode ujian di NYP.

Pengalaman tersebut menjadi pelajaran awal bagi Eka bahwa bisnis kuliner di lingkungan kampus tetap sulit diprediksi, bahkan ketika kegiatan perkuliahan masih berlangsung.

Penyanyi dan aktris Eka Mairina mengaku kewalahan ketika pertama kali membuka warung makanan Indonesia di Nanyang Polytechnic (NYP) Singapura. (Foto: Dok. 8days)

IBU RUMAH TANGGA SELAMA 16 TAHUN

Lahir di Jakarta, Eka telah tinggal di Singapura selama 26 tahun. Namanya mulai dikenal luas setelah memenangi kompetisi menyanyi berbahasa Melayu Anugerah pada 2003, sebelum akhirnya merambah dunia akting.

Pada 2021, Eka memenangi penghargaan Aktor/Aktris Terbaik dalam Peran Pendukung untuk kategori Drama Spesial/Antologi di ajang Pesta Perdana berkat penampilannya dalam drama Mamaku Bibikku.

Setahun kemudian, ia mengikuti kompetisi memasak MasterChef Singapore dan berhasil mencapai babak 12 besar.

Meski punya sederet pengalaman di industri hiburan, Eka mengaku tidak pernah berencana menjadikan dunia hiburan sebagai karier jangka panjang.

Ibu dari tiga anak yang kini masing-masing telah berusia 22, 17, dan 13 tahun itu justru lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mengurus keluarga.

"Selama 16 tahun terakhir, aku bisa dibilang menganggur dan bersantai," candanya.

Padahal, selama periode tersebut, Eka sebenarnya menjalani peran sebagai ibu rumah tangga penuh waktu sambil sesekali menerima tawaran menyanyi atau berakting ketika ia menginginkannya.

Hingga kini, Eka masih sesekali tampil sebagai penyanyi. Bakat seninya juga menurun kepada putri sulungnya, Chariska Diva Anugrah, yang mengikuti jejak sang ibu dengan menjadi peserta kompetisi Anugerah 2026.

Sementara itu, suami Eka yang bekerja sebagai associate director di sebuah hotel bintang lima di Singapura turut memberikan nasihat dan dukungan moral dalam menjalankan bisnis kulinernya.

Makanan Indonesia yang disajikan My Indo Cook dibanderol dengan harga yang relatif terjangkau untuk Singapura. (Foto: Dok. 8days)

MAKANAN INDONESIA DENGAN HARGA TERJANGKAU

My Indo Cook menawarkan berbagai makanan rumahan khas Indonesia dengan harga yang relatif terjangkau untuk ukuran Singapura.

Beberapa menu andalannya, antara lain, nasi uduk, Indomie dengan ayam goreng tepung, serta Indomie sambal matah yang menggunakan sambal cabai mentah khas Bali.

Menurut Eka, nasi uduk buatannya memiliki cita rasa yang lebih ringan dibandingkan nasi lemak.

Jika nasi lemak umumnya disajikan dengan sambal berbahan dasar cabai kering, Eka memilih menggunakan cabai segar dan tomat untuk sambal nasi uduknya.

Seporsi paket nasi uduk di My Indo Cook terdiri dari nasi yang dimasak dengan santan, bihun, kerupuk, sambal, serta pilihan lauk berprotein.

Paket nasi uduk standar dijual seharga S$4 (Rp56 ribu), sedangkan varian dengan potongan paha ayam atau ayam goreng tepung dibanderol S$5,90 (Rp83 ribu).

Ada pula ayam ungkep, yakni ayam goreng berbumbu khas Jawa yang dimasak perlahan bersama aneka rempah agar bumbunya meresap sempurna ke dalam daging sebelum digoreng.

Menu lainnya meliputi bakso dan soto ayam yang masing-masing dijual seharga S$4,50 (Rp64 ribu).

Sementara itu, Indomie dibanderol mulai S$3,80 (Rp54 ribu), sedangkan paket dengan tambahan berbagai bahan makanan dijual seharga S$5,90 (Rp83 ribu).

Eka juga rutin menghadirkan menu spesial harian atau Special of the Day yang berganti-ganti.

Beberapa menu yang pernah ditawarkan, antara lain, spageti seafood sambal matah dan ketoprak, hidangan khas Indonesia yang terdiri dari ketupat, tahu, dan sayuran dengan siraman saus kacang.

Untuk mempermudah proses memasak, Eka menerapkan teknik mise en place, yakni menyiapkan dan menata seluruh bahan makanan sebelum mulai memasak.

Teknik tersebut ia pelajari dari Damian D'Silva, salah satu juri MasterChef Singapore.

Meski My Indo Cook dimiliki oleh seorang Muslim dan menggunakan bahan-bahan bersertifikat halal menurut Eka, warung tersebut belum memiliki sertifikasi halal resmi.

Celemek MasterChef Singapore yang dikenakan Eka Mairina dipajang di warung makan My Indo Cook di Singapura. (Foto: Dok. 8days)

DITANYAI SOAL CELEMEK MASTERCHEF

Sebagian mahasiswa dan dosen di NYP ternyata mengenali Eka dari penampilannya di Anugerah maupun MasterChef Singapore.

Salah satu hal yang membuat mereka menyadari identitas Eka adalah celemek asli MasterChef yang dipajang dengan bangga di warungnya.

Beberapa mahasiswa bahkan penasaran dan bertanya apakah celemek tersebut benar-benar asli.

"Aku suka bercanda dengan mereka, jadi aku bilang, 'Tidak, aku membelinya di Shopee,'" kata Eka sambil tertawa.

"Tetapi ketika aku memberi tahu mereka bahwa aku adalah peserta musim ketiga, mereka langsung bilang, 'Wah!' Mereka benar-benar menggemaskan."

Salah satu pelanggan tetapnya bahkan pernah mengatakan, "Teman-temanku bilang kamu sangat terkenal."

Ada pula pelanggan yang ternyata masih memiliki hubungan keluarga dengan salah satu musisi yang pernah bekerja sama dengan Eka.

"Aku sangat menikmati setiap interaksi dengan mereka," ungkapnya dengan penuh kehangatan.

Berbagai makanan khas Indonesia disajikan di My Indo Cook dengan harga yang relatif terjangkau untuk ukuran Singapura. (Foto: Dok. 8days)

MEMBAWA KULINER INDONESIA KE LUAR NEGERI

Meski harus menghadapi berbagai tantangan sejak membuka warung pertamanya, Eka ternyata sudah memiliki rencana besar untuk mengembangkan My Indo Cook.

Ia ingin memperluas bisnisnya ke layanan katering pernikahan sekaligus membuka lebih banyak gerai.

Eka bahkan mengungkapkan bahwa sejumlah calon mitra bisnis dari Australia dan Dubai telah menunjukkan ketertarikan untuk bekerja sama dengannya.

Namun, rencana ekspansi tersebut untuk sementara harus ditunda karena ia ingin fokus mempelajari seluk-beluk bisnis kuliner melalui warung pertamanya.

Apalagi, Eka mengakui bahwa masih banyak hal yang harus dipelajarinya.

"Sebenarnya, aku merasa ingin menyerah setiap hari karena pekerjaan ini sangat berat," aku Eka.

"Aku benar-benar masih baru dan baru saja mempelajari dasar bisnis ini. Aku senang bisa belajar melalui cara yang sulit dengan langsung terjun ke dalamnya dalam waktu yang sangat singkat," katanya.

"Semoga My Indo Cook bisa semakin besar dan aku juga menjadi semakin kuat."

My Indo Cook berlokasi di Nanyang Polytechnic, North Canteen, Blok E, Lantai 2, Kios 5, 180 Ang Mo Kio Avenue 8, Singapura 569830.

Warung ini buka setiap Senin hingga Jumat, pukul 07.00 sampai 18.30 waktu Singapura. Selama libur sekolah, jam operasionalnya berubah menjadi pukul 07.00 hingga 16.00 SGT. My Indo Cook tutup setiap Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: 8 Days/ps(ar)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan