Skip to main content
Iklan

Indonesia

Aktivis KontraS Andrie Yunus disiram air keras, bagaimana kondisinya sekarang?

Kapolri menyebut ada perintah presiden untuk mengusut tuntas secara profesional dan transparan.

Aktivis KontraS Andrie Yunus disiram air keras, bagaimana kondisinya sekarang?

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Senen, Jakarta Pusat. (Dok. MK)

JAKARTA: Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (12/3) sekitar pukul 23.37 WIB saat Andrie melintas di Jalan Salemba I yang terhubung dengan Jalan Talang. 

Berdasarkan diagnosis awal tim medis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), korban mengalami luka bakar pada sekitar 24 persen bagian tubuhnya. Serangan itu menyebabkan korban mengalami luka bakar serius di beberapa bagian tubuh seperti mata, wajah, dada, dan tangan. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan kondisi Andrie masih dalam perawatan intensif.

"Kondisi korban masih dalam perawatan dan belum bisa dibesuk," ujarnya, dikutip detikNews, Senin (16/3).

Selain menjalani perawatan luka bakar, Andrie juga menjalani operasi implan kornea pada mata. Biaya penanganan medis tersebut disebut ditanggung dari iuran masyarakat sipil.

Polisi menyatakan akan menggali keterangan dari korban setelah kondisinya membaik. Penyelidikan juga dilakukan dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.

"Tentunya, tapi juga tetap mendalami dari orang sekitar korban dan sekitar TKP," ucap Budi.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya menegaskan pihaknya akan mengusut tuntas kasus penyerangan terhadap aktivis KontraS tersebut. Ia mengaku telah menerima instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

"Terkait dengan perkembangan dari penyerangan aktivis, saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan," katanya.

Kapolri menambahkan penyelidikan dilakukan dengan pendekatan ilmiah atau scientific crime investigation untuk mengungkap pelaku.

"Langkah-langkah yang kita lakukan tentunya tetap mengedepankan Scientific Crime Investigation. Saat ini kita sedang melakukan pengumpulan informasi-informasi, dan informasi-informasi tersebut nantinya akan kita dalami satu per satu," tuturnya.

KRONOLOGI PENYERANGAN

Koordinator Badan Pekerja KontraS Dimas Bagus Arya menyebut serangan terjadi setelah Andrie selesai merekam siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Menteng.

Podcast yang direkam bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”. Setelah kegiatan tersebut, Andrie menuju kawasan Cikini untuk mengisi bahan bakar sebelum kembali ke mess KontraS di Jalan Talang.

Dalam perjalanan itulah dua pria yang berboncengan sepeda motor diduga menggunakan Honda Beat mendekati Andrie dari arah berlawanan.

Pengendara motor mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm hitam. 

Sementara, pelaku yang duduk di belakang memakai penutup wajah menyerupai buff hitam yang menutupi setengah wajah, kaus biru tua, dan celana panjang biru yang dilipat hingga pendek.

Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah Andrie hingga mengenai tubuhnya.

Korban sempat berteriak kesakitan dan menjatuhkan sepeda motornya setelah terkena cairan tersebut.

"Berdasarkan cerita Andrie, dia terus berteriak meminta tolong dan berkata 'Aaah, aahh, aahh panas'," ungkap Dimas.

Baju yang dikenakan Andrie bahkan disebut meleleh setelah terkena cairan tersebut sehingga ia segera melepaskannya.

Para pelaku kemudian melarikan diri ke arah Salemba I menuju Jalan Salemba Raya. Saat kabur, mereka sempat menjatuhkan gelas berbahan stainless steel.

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur diwartakan Kompas menyatakan ada indikasi bahwa Andrie telah dipantau oleh pihak tertentu beberapa hari sebelum kejadian.

"Kami punya bukti-buktinya. Kami menelusuri beberapa hari ini Andri diintai dari rumahnya, dari messnya, tempat-tempat berkunjungnya," ungkapnya.

Isnur juga menyebut orang tidak dikenal sempat terlihat di sekitar asrama KontraS dengan kendaraan berpelat nomor D sekitar tiga hari sebelum peristiwa penyiraman.

"Jadi tiga hari ini ada orang datang ke asrama KontraS memantau, dia di depan pintu asrama. Ketika didatangi, dia pergi. Itu beberapa saksi melihat orang asing di sekitar mess KontraS," lanjutnya.

Selain itu, rumah keluarga Andrie di Sukabumi juga didatangi orang tak dikenal pada 16 Januari 2026. Pihak KontraS menduga kejadian tersebut berkaitan dengan aktivitas Andrie sebagai pembela hak asasi manusia.

 

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ew

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan