Barang Jarahan - Berburu Relikui Tak Ternilai
Penyelidik di Kamboja, Thailand, London, dan New York memburu bukti untuk mendesak salah satu pencuri seni ternama di dunia agar mengembalikan artefak curiannya.
Barang Jarahan - Berburu Relikui Tak Ternilai
Penyelidik di Kamboja, Thailand, London, dan New York memburu bukti untuk mendesak salah satu pencuri seni ternama di dunia agar mengembalikan artefak curiannya.
Barang Jarahan
Sejak era kolonial, ribuan artefak tak ternilai telah dijarah dari berbagai negara di Asia. Banyak di antaranya kini tersimpan rapi di balik kaca, atau berdiri di atas pedestal, di sejumlah museum dan koleksi seni paling prestisius di dunia.
Namun di berbagai penjuru Asia, sebuah gerakan terus menguat. Generasi baru aktivis, arkeolog, dan penyelidik media sosial bekerja memburu jejak artefak yang dicuri, demi membawanya pulang. Mereka mengumpulkan kesaksian dari para penjarah, melacak bukti foto dan forensik untuk membuktikan kapan serta dari mana benda-benda itu diambil. Sementara yang lain memberi tekanan politik terhadap museum lewat kampanye media sosial menuntut pemulangan patung-patung yang telah dijarah.