Skip to main content
Iklan

Teknologi

Indonesia siap bangun AI Factory 1 GW, diklaim terbesar di Asia Tenggara

AI Factory merupakan infrastruktur yang menggabungkan pusat data dengan GPU berperforma tinggi dan berbagai layanan komputasi untuk mengembangkan serta menjalankan AI dalam skala besar.

Indonesia siap bangun AI Factory 1 GW, diklaim terbesar di Asia Tenggara

Sebuah pesan bertuliskan “AI artificial intelligence”, sebuah keyboard, dan tangan robot terlihat dalam ilustrasi yang diambil pada 27 Januari 2025. (REUTERS/Dado Ruvic/Ilustrasi/Foto Arsip)

Indonesia bersiap membangun AI Factory dengan kapasitas hingga 1 gigawatt (GW) yang diproyeksikan menjadi infrastruktur digital terbesar di Asia Tenggara. Pembangunannya ditargetkan dimulai pada 2027 dan akan menjadi salah satu fondasi untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) di kawasan.

Proyek ini diwujudkan melalui peluncuran Zankore by Indosat, sebuah inisiatif kolaborasi antara Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA. AI Factory tersebut ditargetkan mencapai kapasitas 1 GW dalam waktu tiga tahun.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, pemerintah menyambut positif komitmen empat perusahaan teknologi global tersebut. Menurutnya, investasi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan dunia terhadap perkembangan ekonomi digital Indonesia.

"Kehadiran AI Factory ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai AI Hub regional, karena mampu melayani kebutuhan nasional sekaligus kawasan," ujar Meutya dikutip dari Antara, Sabtu (8/8).

Menkomdigi Meutya Hafid menyambut baik peluncuran Zankore by Indosat, hasil kolaborasi Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA, yang akan membangun Al Factory di Indonesia berkapasitas hingga 1 Gigawatt (GW). (Foto: Instagram/@kemkomdigi)

APA ITU AI FACTORY?

AI Factory merupakan infrastruktur komputasi berkapasitas besar yang secara khusus dirancang untuk menyediakan daya pemrosesan dalam pengembangan dan pengoperasian berbagai layanan AI.

Konsepnya berbeda dari pusat data konvensional. AI Factory menyatukan seluruh rantai nilai AI dalam satu ekosistem, mencakup infrastruktur pusat data yang mendukung komputasi AI, GPU berperforma tinggi, jaringan dan sistem penyimpanan data, layanan GPU-as-a-Service, orkestrasi, pengelolaan beban kerja, hingga operasional AI.

Pemerintah memandang pembangunan fasilitas ini sebagai fondasi bagi pengembangan beragam layanan AI nasional yang dapat dimanfaatkan berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, industri, pendidikan, hingga UMKM.

Namun, membangun AI Factory berskala penuh membutuhkan investasi yang sangat besar. Berdasarkan sejumlah kajian internasional, kebutuhan investasi infrastruktur AI secara end-to-end diperkirakan mencapai sekitar US$50 juta atau Rp894 miliar untuk setiap 1 megawatt (MW) kapasitas komputasi.

Dengan kapasitas yang ditargetkan mencapai 1.000 MW atau 1 GW, proyek tersebut berpotensi menjadi salah satu investasi infrastruktur AI terbesar yang pernah diumumkan di Asia Tenggara.

AKAN DIBANGUN DI BATANG PADA 2027

Tahap pertama pembangunan AI Factory dijadwalkan berlangsung pada paruh pertama 2027 di Batang, Jawa Tengah. Fasilitas tersebut akan memulai operasinya dengan target kapasitas sekitar 200 MW, sebelum dikembangkan secara bertahap hingga mencapai 1 GW.

Menurut Meutya, rencana menghadirkan AI Factory di Indonesia bukan sesuatu yang baru disiapkan. Gagasan tersebut telah dirancang sejak beberapa tahun lalu dan sebelumnya sudah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Kini seluruh proses telah mencapai tahap final sehingga dapat diumumkan kepada publik," katanya.

AI Factory tersebut juga tidak hanya berfungsi menyediakan kapasitas komputasi dalam skala besar. Infrastruktur ini nantinya menjadi rumah bagi Sahabat-AI, model bahasa besar atau Large Language Model (LLM) open-source Indonesia dengan 70 miliar parameter.

Sahabat-AI dirancang untuk mendukung berbagai bahasa di Indonesia, termasuk Bahasa Indonesia, Jawa, Sunda, Bali, hingga Batak.

Platform tersebut juga bakal menawarkan layanan Token-as-a-Service. Kehadirannya ditujukan untuk membuat akses terhadap kemampuan komputasi AI lebih terjangkau bagi berbagai pengguna, mulai dari pelaku usaha, pengembang aplikasi, kementerian dan lembaga, hingga UMKM.

Karena itu, Meutya menegaskan proyek tersebut tidak sebatas pembangunan pusat data dengan kapasitas besar. AI Factory diposisikan sebagai bagian dari pembentukan ekosistem AI nasional yang terintegrasi.

PABRIK GPU PERTAMA INDONESIA

Selain AI Factory, pemerintah mengungkapkan pembangunan fasilitas manufaktur GPU pertama di Indonesia yang berlokasi di Cikarang masih berlangsung. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Desember mendatang.

Kehadiran pabrik GPU itu diharapkan dapat melengkapi rantai pasok industri AI nasional, mulai dari proses manufaktur perangkat hingga penyediaan kapasitas komputasi yang dibutuhkan untuk menjalankan teknologi AI.

"Ketika infrastruktur, pasar, talenta, dan kebijakan berjalan beriringan, Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk menjadi salah satu pusat pengembangan AI di kawasan," tutur Meutya, dikutip dari Detik.

Ia juga menyebut hal ini menjadi modal penting bagi Indonesia untuk berkembang sebagai salah satu pusat pengembangan AI di kawasan.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps(ar)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan