Fitur Instants di Instagram dihujat, foto 'no filter' tapi malah blunder?
Lewat Instants, foto hanya dapat dibagikan kepada teman dekat atau mutual followers dan akan menghilang setelah dilihat.
Ilustrasi platform media sosial Instagram (Foto: REUTERS/Thomas White/File Photo)
Instagram mencoba mengajak pengguna berbagi momen tanpa filter lewat fitur Instants. Sayangnya, tidak sedikit pengguna yang menilai fitur tersebut justru merepotkan dan berpotensi menimbulkan kesalahan saat mengunggah foto.
Instagram resmi memperkenalkan fitur Instants sejak 13 Mei 2026, yang memungkinkan pengguna membagikan foto secara spontan langsung dari kamera dan tanpa edit kepada teman dekat maupun mutual followers. Foto yang dibagikan akan hilang setelah dilihat oleh penerima atau maksimal dalam waktu 24 jam.
Instagram menjelaskan bahwa Instants dirancang sebagai cara baru untuk berbagi momen secara real-time tanpa tekanan untuk mengedit atau mempercantik foto terlebih dahulu. Pengguna tidak dapat menambahkan filter, menyunting, maupun mengunggah foto dari galeri perangkat.
"Instants bersifat sementara bagi para penonton, tetapi disimpan di arsip Anda hingga satu tahun dan dapat dibagikan kembali sebagai rangkuman ke Stories," tulis Instagram di lamannya, Rabu (13/5).
Fitur ini dapat diakses melalui ikon berbentuk tumpukan foto yang berada di pojok kanan bawah halaman DM Instagram. Saat ikon tersebut diketuk, kamera akan langsung terbuka dan pengguna bisa mengambil foto secara langsung.
Setelah mengambil foto, pengguna dapat menambahkan caption singkat sebelum menentukan siapa saja yang dapat melihat unggahan tersebut. Instagram menyediakan dua pilihan audiens, yaitu Friends yang mencakup seluruh akun mutual dan Close Friends untuk daftar teman dekat.
Pengguna hanya perlu menekan tombol shutter untuk membagikan foto. Unggahan akan langsung terkirim dan muncul sebagai tumpukan foto di pojok kanan bawah kotak masuk penerima.
Instagram juga menyediakan tombol "Undo" yang muncul otomatis setelah foto dibagikan. Tombol tersebut memungkinkan pengguna menarik kembali unggahan sebelum dilihat oleh penerima.
Balasan dan reaksi terhadap Instants akan langsung masuk ke DM seperti pesan biasa, sehingga interaksi berlangsung lebih personal. Selain itu, Instagram juga menyediakan aplikasi pendamping Instants di beberapa negara untuk memberikan akses kamera yang lebih cepat tanpa perlu membuka aplikasi Instagram terlebih dahulu.
Meski sekilas menyerupai Stories maupun pesan langsung, Instants memiliki sejumlah perbedaan. Stories dapat dilihat berulang kali selama 24 jam oleh pengikut yang memiliki akses, sedangkan foto di Instants akan menghilang setelah dilihat.
Berbeda dengan DM biasa yang memungkinkan pengguna mengirim foto dari galeri dan melakukan penyuntingan, Instants hanya menerima foto yang diambil langsung dari kamera tanpa modifikasi apa pun.
Instagram juga menyebut tangkapan layar tidak diizinkan pada fitur ini demi menjaga privasi pengguna. Untuk pengguna remaja, Instagram menambahkan sejumlah lapisan keamanan, menurut laporan Kompas.
Waktu penggunaan Instants akan dihitung sebagai bagian dari batas waktu harian Instagram. Sleep Mode juga aktif secara default, membisukan notifikasi dan membatasi akses mulai pukul 22.00 hingga 07.00. Seluruh fitur keamanan Instagram, termasuk blokir, bisukan, filter konten, dan pelaporan, tetap berlaku di Instants.
Meski baru diluncurkan, kehadiran Instants ternyata tidak sepenuhnya disambut positif. Sejumlah pengguna media sosial mengungkapkan ketidaksukaan mereka terhadap fitur tersebut.
Salah satunya datang dari salah satu akun yang menilai Instants tidak memberikan manfaat berarti.
"Postingan Instant jadi fitur paling tidak berguna di Instagram, sumpah deh. Untung bisa dinonaktifin jadi enggak mengganggu, nongol di bawah pas buka list DM," kata akun tersebut di X.
Keluhan serupa disampaikan akun @spideykeon yang mengaku tidak membutuhkan notifikasi dari fitur baru itu.
Penolakan terhadap Instants juga muncul di Reddit. Seorang pengguna mengkritik arah pengembangan Instagram yang menurutnya semakin berupaya menjadi platform perpesanan privat.
"Fitur 'Instants' jelas terburu-buru dirilis hanya untuk menyontek Snapchat," katanya, dikutip dari CNN Indonesia.
Akun itu juga menyinggung pengalaman sejumlah pengguna perempuan yang disebut mencoba mengirim foto intim kepada pasangan mereka, tetapi secara tidak sengaja mengirimkannya kepada seluruh pengikut.
Menurut dia, kesalahan seperti itu bukan hanya menimbulkan situasi yang memalukan, tetapi juga berpotensi merusak dan membahayakan kehidupan pengguna yang mengalaminya.
Terlepas dari kritik yang bermunculan, Instants kini sudah tersedia melalui kolom DM Instagram dan menjadi salah satu upaya terbaru platform tersebut untuk mendorong pengguna membagikan momen secara lebih spontan dan autentik.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.