Skip to main content
Iklan

Teknologi

Instagram punya AI baru, bisa bantu cari ide Reels sampai caption

Bingung mau bikin Reels apa? AI baru Instagram bisa kasih ide dalam format chatbot yang dapat diajak "ngobrol" soal performa akunmu. 

Instagram punya AI baru, bisa bantu cari ide Reels sampai caption

Ilustrasi influencer mempromosikan kuliner dan traveling di akun media sosial mereka. (Foto: iStock/DisobeyArt)

02 Oct 2026 03:40PM (Diperbarui: 02 Oct 2026 03:41PM)

Platform media sosial Instagram menghadirkan fitur kecerdasan buatan (AI) baru bernama Edits Assistant, yang dirancang khusus untuk membantu para kreator konten. Kini, para koreator dapat lebih mudah memahami performa konten sekaligus mencari inspirasi untuk video berikutnya.

Fitur tersebut tersedia di Edits, aplikasi editing video milik Meta yang diluncurkan tahun lalu sebagai pesaing CapCut milik TikTok.

Edits Assistant hadir dalam format chatbot yang dapat diajak kreator "ngobrol" mengenai akun Instagram mereka. Berbeda dari asisten AI yang sekadar memberikan saran generik, Meta merancang fitur ini agar bisa memahami audiens dan rekam jejak konten setiap kreator.

Dalam siaran persnya, Meta mengatakan "partner kreatif" baru tersebut dapat menganalisis insight akun dan menawarkan ide video berdasarkan performa konten sebelumnya serta tren yang tengah berkembang di Instagram.

AI ini dapat membaca berbagai metrik Instagram milik kreator, termasuk jumlah views, pertumbuhan followers, retention atau retensi video, likes, shares, hingga komentar. Informasi tersebut kemudian digunakan sebagai bahan untuk menjawab prompt atau pertanyaan yang diberikan pengguna.

Edits Assistant juga tidak hanya menjadikan satu video dengan performa tinggi sebagai patokan. AI akan mempelajari data performa konten dari waktu ke waktu untuk menemukan pola yang mungkin sulit dikenali kreator apabila hanya melihat deretan angka di halaman insight.

"Asisten AI dapat menemukan pola dalam performa konten dari waktu ke waktu dan memberikan insight yang bisa ditindaklanjuti, yang sulit diketahui hanya dengan melihat metrik," kata pimpinan aplikasi Edits, Brett Westervelt, dikutip dari TechCrunch. 

Ilustrasi platform media sosial Instagram (Foto: REUTERS/Thomas White/File Photo)

IDE KONTEN BERIKUTNYA

Kemampuan Edits Assistant tidak terbatas pada membaca dan menjelaskan angka performa akun. Seusai menganalisis data tersebut, AI bisa membantu kreator mengembangkan ide untuk konten selanjutnya.

Saran yang ditawarkan dapat berupa konsep video, hook, caption, hingga naskah storyline. Rekomendasi itu disesuaikan dengan rekam jejak konten dan cara masing-masing kreator menggunakan Instagram selama ini.

Edits Assistant dapat menghubungkan metrik performa akunmu dengan tren yang sedang ramai di Instagram dan ketertarikan audiens dari akunmu.

Kreator, misalnya, bisa bertanya video mana yang belakangan memiliki performa bagus, mengapa sebuah Reels mampu mempertahankan perhatian penonton lebih lama dibandingkan video lain, atau alasan konten tertentu tidak terlalu berhasil menarik audiens.

Pengguna juga dapat meminta AI mencari tahu jenis konten yang paling diminati audiens mereka selama sebulan terakhir.

Dengan demikian, ide yang diberikan tidak semata-mata didasarkan pada sebuah video yang kebetulan mendapatkan views atau engagement tinggi, melainkan pola performa konten secara lebih menyeluruh.

Kreator juga bisa meminta Edits Assistant mengecek apakah ide atau konsep yang pernah mereka buat sebelumnya memiliki performa yang baik di Instagram.

Ilustrasi remaja melakukan livestreaming di aplikasi media sosial Instagram. (Foto: iStock/ATHVisions)

Selain konsep konten, AI ini dapat merekomendasikan audio yang sedang tren dan dinilai sesuai dengan niche, gaya, serta jenis konten yang biasa dibuat pengguna.

Meski menawarkan beragam rekomendasi, Instagram menegaskan Edits Assistant bukan alat yang dirancang untuk menggantikan kreator dalam mengambil keputusan kreatif.

Menurut Westervelt, masukan yang berulang kali mereka terima selama proses pengembangan AI ini menunjukkan bahwa kreator lebih membutuhkan AI yang dapat membantu mereka melakukan analisis, bukan teknologi yang mengambil alih keputusan kreatif.

"Edits Assistant melakukan penggalian informasi. Keputusan kreatif sepenuhnya tetap berada di tangan kalian (kreator)," ujar Westervelt.

Sebelum dirilis lebih luas, Edits Assistant telah diuji coba bersama sejumlah kreator terpilih di komunitas Meta. Fitur tersebut kemudian mulai digulirkan kepada seluruh pengguna aplikasi Edits di Amerika Serikat pada 30 September 2026.

Untuk mengaksesnya, kreator dapat membuka aplikasi Edits, mengetuk ikon chat, lalu memasukkan pertanyaan yang ingin diajukan kepada AI melalui kolom yang tersedia.

Edits Assistant dapat digunakan secara gratis, tetapi Meta menerapkan batas jumlah prompt yang bisa diberikan setiap hari. Jumlah batas harian tersebut belum diungkapkan.

Pengguna dengan kebutuhan lebih besar bisa memperoleh batas penggunaan yang lebih tinggi melalui paket berlangganan Meta One.

Meta tampaknya juga berharap kehadiran Edits Assistant dapat menarik lebih banyak kreator untuk menggunakan salah satu paket Meta One terbarunya. Di AS, paket termahal layanan tersebut dibanderol US$499 (sekitar Rp8,9 juta) per bulan.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps(ew)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan