Sukses tangani timnas, Shin Tae Yong diusulkan jadi Warga Negara Kehormatan Indonesia
Mantan pelatih Korea Selatan Guus Hiddink menerima gelar Warga Negara Kehormatan negeri "Ginseng" setelah meloloskan Korsel ke semifinal Piala Dunia 2002.
JAKARTA: Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong (STY), diusulkan untuk diberi gelar Warga Negara Kehormatan Indonesia sebagai penghargaan atas kontribusinya yang telah menorehkan sejarah bagi sepakbola Indonesia.
Usulan ini muncul setelah Garuda Muda secara mengejutkan berhasil mencapai semifinal dalam ajang Piala Asia U-23 2024 di Qatar dan kini berpeluang besar untuk lolos ke Olimpiade Paris 2024.
Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 menjadi pencetus pemberian gelar bagi pelatih berkebangsaan Korea Selatan itu.
"Coach STY telah mencatatkan sejarah bagi sepakbola Indonesia yang akan dikenang selamanya, dengan visi, dedikasi, dan kepemimpinan yang luar biasa. Dia telah membuktikan bahwa mimpi besar dapat diwujudkan," kata Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto kepada kantor berita Antara Minggu (28 April).
Partisipasi pertama Indonesia dalam ajang Piala Asia U-23 memang sedang menarik perhatian dunia.
Keberhasilan timnas Indonesia mencapai semifinal setelah menyingkirkan raksasa sepakbola Asia Korea Selatan semakin menambah prestise.
Garuda Muda akan melenggang secara otomatis ke Olimpiade Paris 2024 jika mampu menumbangkan Uzbekistan di babak semifinal.
Pemberian gelar Warga Negara Kehormatan bukanlah hal baru dalam sejarah sepakbola.
Guus Hiddink, misalnya, pernah menerima gelar tersebut dari Pemerintah Korea Selatan atas prestasinya membawa timnas Korea Selatan lolos ke semifinal Piala Dunia 2002.
Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fathullah, menambahkan apresiasi terhadap STY juga harus datang dari berbagai kalangan, termasuk pemerintah daerah dan dunia usaha.
Salah satu bentuk apresiasi yang bisa diberikan adalah dengan mengabadikan nama STY sebagai nama stadion atau memberikan kemudahan seperti tiket gratis dari maskapai penerbangan ketika STY berkunjung ke Indonesia, serupa dengan apa yang diberikan kepada Guus Hiddink.