Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Zaskia Adya Mecca beberkan terjebak di Kairo saat Global March to Gaza

Aksi ini menuntut peserta berjalan kaki sekitar 50 kilometer dari kota Arish, Mesir, menuju perbatasan Gaza, guna menarik perhatian dunia dan mendesak Israel membuka penyeberangan ke Rafah serta mencabut blokade bantuan.

Zaskia Adya Mecca beberkan terjebak di Kairo saat Global March to Gaza

Zaskia Adya Mecca (kiri) bersama rekan sesama artis berniat mengikuti Global March to Gaza dari Mesir, namun mendapat pengawasan ketat aparat. (Foto: Instagram/@zaskiadyamecca)

16 Jun 2025 04:37PM (Diperbarui: 16 Jun 2025 04:41PM)

Aktris Zaskia Adya Mecca buka suara soal pengalaman menegangkan yang dialaminya bersama sembilan WNI lainnya saat hendak mengikuti aksi damai Global March to Gaza di Mesir. Dalam unggahan terbarunya, ia mengungkap bagaimana rombongannya harus menghadapi pengawasan ketat aparat di Kairo. 

Bersama dengan rombongan WNI lainnya, termasuk beberapa dari dunia hiburan seperti Ratna Galih, Indadari, dan Wanda Hamidah, Zaskia berangkat ke Kairo dengan tujuan bergabung dalam aksi damai Global March to Gaza pada pertengahan Juni 2025. 

Aksi ini mengharuskan peserta menempuh perjalanan kaki sejauh kurang lebih 50 kilometer dari kota Arish di perbatasan Mesir dengan Gaza pada hari Minggu (15/6). Aksi ini bertujuan untuk menarik perhatian internasional dan mendesak Israel untuk membuka penyeberangan di Rafah dan mencabut blokade yang mencegah masuknya bantuan.

Zaskia bercerita bahwa dari awal rombongan WNI terganjal proses pendaftaran: "Kami sign up sebagai peserta secara resmi, under kontingen dari Malaysia. Karena telat daftar, jadi sudah tidak bisa tambah perwakilan utama atas nama Indonesia."

"Enggak masalah, selama bisa terlibat di long march," ungkap Zaskia melalui unggahan Instagram pada Minggu (15/6). 

Meskipun tergabung dalam kontingen Malaysia, seluruh dokumen dianggap valid. Briefing panitia pun menyatakan bahwa setiap risiko ditanggung secara individu.

Namun setibanya di Kairo, rombongan langsung mendapat pengawasan ketat. 

"Oke, ku sudah mulai bisa bercerita. Semua dokumen, briefing dari panitia sangat clear, risiko apa pun ditanggung masing-masing, ini adalah gerakan perdamaian dari seluruh dunia, tapi dengan risiko tinggi. Dan panitia masih terus dalam proses negosiasi dengan pemerintahan Mesir yang cukup alot," lanjut Zaskia dalam unggahan yang sama.

Meskipun proses imigrasi berjalan relatif mulus sehingga mereka tak langsung dideportasi seperti banyak peserta lain, suasana berubah ketika tiba di hotel tempat menginap. 

Zaskia mengungkapkan bahwa malam harinya polisi turun tangan. "Ada polisi yang langsung mencatat semua paspor dan berbicara serius sambil melihat kami dengan staf hotel," kata Zaskia.

Keesokan paginya, panitia mengumumkan bahwa tidak ada kesepakatan dengan pemerintah Mesir. Peserta long march dianggap ilegal, dan polisi berhak melakukan penangkapan. 

Benar saja, tiga mobil polisi kemudian menjalankan sweeping, lalu empat peserta dari negara lain dibawa pergi. 

"Situasi kami lebih sulit, seolah terkunci untuk bergerak karena sekitar 20 polisi, intel, mobil polisi bahkan mobil tahanan siap di depan bus, khusus disiapkan untuk kami ber-10," ujar Zaskia lagi.

Di tengah ketidakpastian itu, suami Zaskia, sutradara Hanung Bramantyo mengaku sangat khawatir namun tetap mendukung istrinya. 

"Khawatir iya, tapi kami harus menyuarakan apa yang terjadi di Gaza sampai hari ini. Situasi di Gaza hari ini terjadi krisis kelaparan yang luar biasa," ungkapnya. 

"Ini bukan soal agama, tapi soal kemanusiaan. Kalau kita tidak bergerak menyuarakan semuanya maka manusia-manusia yang ada di Gaza terutama anak-anak, orang tua, dan perempuan kelaparan," tuturnya, menurut laporan Detik, Minggu (15/6).

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Roy Soemirat, menegaskan bahwa keikutsertaan WNI dalam aksi tersebut adalah keputusan pribadi, bukan atas nama pemerintah. 

Meskipun begitu, KBRI Kairo tetap memberikan pendampingan. "Kami sudah memberikan bantuan ketika mereka mengalami masalah dengan akses. Kami bantu agar mereka dapat menginap di hotel sambil menunggu," jelas Roy, seperti diberitakan CNN Indonesia. 

Setelah menanti tanpa kepastian terkait dibukanya blokade menuju Gaza, para peserta akhirnya memutuskan untuk kembali ke Indonesia secara mandiri.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan