Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Whip Pink viral di medsos, apa bahaya penyalahgunaannya?

Di situs resminya, Whip Pink dijelaskan sebagai tabung gas nitrous oxide bertekanan atau whippets, propelan untuk mendorong whipped cream, dan bukan untuk dihirup.

Whip Pink viral di medsos, apa bahaya penyalahgunaannya?

Tabung gas nitrous oxide (N2O) yang dikenal sebagai Whip Pink. (Foto: Instagram/@whippink.co)

26 Jan 2026 02:50PM (Diperbarui: 26 Jan 2026 03:03PM)

Media sosial belakangan ini diramaikan oleh perbincangan mengenai produk bernama Whip Pink. Produk tersebut ramai disorot warganet karena disebut-sebut kerap disalahgunakan di kalangan anak muda hingga menimbulkan efek "mabuk" atau nge-fly.

Whip Pink sendiri merupakan tabung gas kecil berisi nitrous oxide (N₂O) yang dikemas dengan warna merah muda dominan. Secara fungsi, Whip Pink digunakan secara legal di industri kuliner sebagai gas pembantu dalam pembuatan whipped cream menggunakan cream whippers.

Di situs resminya, Whip Pink dijelaskan bukan sebagai produk krim, melainkan tabung gas nitrous oxide bertekanan. Gas ini juga dikenal dengan sebutan whippets, yaitu cartridge kecil berisi nitrous oxide yang digunakan untuk mendorong krim keluar dari tabung whipped cream.

Dalam konteks kuliner, gas tersebut berfungsi sebagai propelan dan tidak diperuntukkan untuk dihirup.

dr. Jeffry Kristiawan dari channel YouTube edukasi, Tanyakan Dokter, menyoroti ramainya perbincangan soal whippets dengan merek Whip Pink, yang belakangan banyak disalahgunakan untuk dihirup.

Ia menjelaskan bahwa tabung whippets semacam ini memang mengandung gas N2O atau nitrous oxide, yang dalam dunia kedokteran sebenarnya merupakan zat legal. Gas tersebut digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari anestesi, mengurangi nyeri persalinan, hingga beberapa prosedur tindakan gigi, tetapi hanya dalam kondisi tertentu.

Dr. Queen Sugih Ariyani dalam platform medis Alomedika, menjelaskan gas N2O telah digunakan selama lebih dari 150 tahun secara terkontrol oleh tenaga kesehatan.

"Nitrous oxide hanya dapat digunakan sebagai agen tunggal pada pasien yang membutuhkan sedasi parsial seperti pasien anak-anak yang menjalani prosedur perawatan gigi," papar dr. Ariyani.

Tabung gas nitrous oxide (N2O) yang dikenal sebagai Whip Pink. (Foto: Instagram/@whippink.co)

Namun, dr. Jeffry menegaskan bahwa penggunaan N2O dalam medis dilakukan dengan aturan ketat. "Tapi itu pun dengan dosis yang sangat amat terkontrol di bawah pengawasan dokter. Dan dibarengi penggunanya dengan alat-alat medis tertentu," katanya dalam Instagram reel yang diunggah di akunnya, @jeffkristiawan, Minggu (25/1).

Masalah muncul ketika nitrous oxide disalahgunakan untuk tujuan rekreasional. Di media sosial, khususnya TikTok, beredar video remaja dan anak muda yang menghirup gas ini secara sengaja untuk mencari sensasi euforia atau melayang dalam waktu singkat.

Dalam praktik penyalahgunaan, gas N₂O dihirup langsung dari cartridge, balon berisi gas, atau bahkan kantong plastik yang ditutupkan ke kepala. Efek yang dicari adalah sensasi “high” singkat yang kerap disamakan dengan poppers.

"Menghirup nitrous oxide menghasilkan efek cepat yang hanya bertahan beberapa detik hingga satu-dua menit," ujar dr. Bryan Baskin, dokter IGD di Cleveland Clinic.

"Biasanya berupa sensasi kesemutan, pusing, rasa tenang atau rileks, disertai bicara pelo dan gangguan koordinasi," ujarnya.

Tabung gas nitrous oxide (N2O) yang dikenal sebagai Whip Pink. (Foto: Instagram/@whippink.co)

BISA TIMBULKAN EFEK SENANG

Sementara, dr. Jeffry menekankan bahwa N2O tidak bisa dihirup secara bebas atau sekadar untuk iseng. Pasalnya, penggunaan nitrous oxide secara medis selalu disertai aliran oksigen tinggi untuk menjaga kadar oksigen dalam tubuh tetap aman. Perlindungan ini tidak ditemukan dalam penggunaan rekreasional.

"Penggunaan N2O pun juga harus berbarengan dengan oksigen. Artinya, N2O ini tidak bisa dihirup secara bebas, apalagi cuma iseng saja. Penyalahgunaan N2O memang bisa menyebabkan efek tenang atau senang sesaat setelah digunakan," ujarnya.

Namun, risiko jika penyalahgunaan whippets jauh lebih besar daripada kesenangan sesaat yang ditimbulkan. Seperti penyalahgunaan inhalan lain, whippets menyimpan risiko serius bagi kesehatan.

Dalam jangka pendek, penggunaan nitrous oxide dapat mengganggu fungsi kognitif dan kemampuan motorik, meningkatkan risiko pingsan, gangguan irama jantung, sakit kepala, mual, hingga ketidakstabilan emosi.

Dalam jangka panjang, penyalahgunaan whippets berpotensi merusak sistem saraf, otot, ginjal, dan hati. Salah satu dampak yang paling disorot adalah defisiensi vitamin B12 yang parah.

"Penggunaan whippets secara masif mengganggu kemampuan tubuh memproses vitamin B12," kata dr. Baskin. "Akibatnya bisa terjadi gangguan saraf dan kelemahan otot berat hingga perlu dirawat di rumah sakit."

Kondisi ini dapat memicu gangguan keseimbangan, mati rasa, hingga perubahan kondisi psikiatris. Dalam kasus kronis, dampaknya bahkan bisa menyerupai sindrom Guillain-Barré, di mana sistem imun menyerang saraf tubuh sendiri.

Pada kondisi ekstrem, penderita berisiko kehilangan fungsi otot secara permanen.

Selain itu, penggunaan nitrous oxide secara berulang juga dapat menurunkan kadar oksigen dalam darah. Organ vital seperti ginjal dan hati menjadi rentan mengalami kerusakan akibat kekurangan oksigen.

"Jika saturasi oksigen terus menurun, organ-organ ini akan kekurangan oksigen dan mengalami kerusakan," lanjut dr. Baskin.

Tabung gas nitrous oxide (N2O) yang dikenal sebagai Whip Pink. (Foto: Instagram/@whippink.co)

RISIKO MENGHIRUP WHIPPETS

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) juga telah mengeluarkan peringatan terkait bahaya menghirup nitrous oxide tanpa oksigen pendamping.

FDA menyebut praktik ini dapat menyebabkan hipoksia, yang berpotensi memicu pusing, pingsan, kebingungan, hilangnya kesadaran, kerusakan organ, hingga kematian akibat asfiksia.

"FDA menyarankan konsumen agar tidak menghirup produk Nitrous Oxide — karena potensi kejadian merugikan yang serius jika digunakan untuk tujuan rekreasional," tulis FDA dalam laporan FDA MedWatch.

Maraknya penyalahgunaan ini, lanjut dr. Jeffry, membuat penjualan whip cream diatur ketat di luar negeri, seperti di Amerika, yang mengatur alat ini hanya bisa dibeli oleh orang dewasa berusia di atas 21 tahun.

Ia menambahkan bahwa terdapat potensi ketergantungan jika alat N2O ini disalahgunakan dalam jangka waktu lama. "Apakah bisa menyebabkan ketergantungan? Betul. Makanya ini juga bahaya ya."

Sementara, dr. Baskin menyebut sensasi "high" yang singkat dari menghirup whippets dapat mendorong penggunaan berulang dalam waktu singkat.

"Terutama pada anak muda, sering muncul pola pikir 'kalau sedikit enak, lebih banyak pasti lebih enak'. Di situlah bahaya mengintai," ujar dr. Baskin.

"Whippets adalah satu lagi ancaman yang perlu diketahui orang tua. Mudah didapat, mudah dicoba, dan sering kali remaja tidak memahami dampak jangka panjangnya," kata dr. Baskin.

"Anak muda sudah vaping, menghirup zat berbahaya, dan sekarang whippets menambah daftar panjang benda sehari-hari yang bisa disalahgunakan dan menyebabkan kerusakan serius."

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps(da)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan