Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Waspadai jerat pinjol untuk beli baju Lebaran

Seiring dengan meningkatnya tren peminjaman dana pada platform pinjaman online menjelang Hari Raya Idul Fitri, warga diimbau untuk tidak berlanja melebihi kemampuan.

Waspadai jerat pinjol untuk beli baju Lebaran
Untuk mengantisipasi sejumlah kebutuhan ekstra menjelang Lebaran, tidak sedikit masyarakat mengambil pinjaman secara online. (File photo: iStock)
08 Apr 2024 01:00PM (Diperbarui: 03 May 2024 02:03PM)

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, kebutuhan masyarakat biasanya meningkat melebihi kebutuhan rutin di bulan-bulan lain. Berbagai tradisi Lebaran di Indonesia, seperti pulang ke kampung halaman (mudik), pembagian Tunjangan Hari Raya (THR), pembagian bingkisan hari raya (hampers), hingga berbelanja baju baru kerap membuat masyarakat harus mengeluarkan berbagai pengeluaran ekstra. 

Untuk mengantisipasi sejumlah kebutuhan ekstra tersebut, tidak sedikit masyarakat mengambil pinjaman secara online (pinjol) melalui berbagai platform financial technology (fintech) ataupun fitur PayLater yang terdapat di berbagai aplikasi dompet digital. Hal ini terlihat dari berbagai studi yang digelar menjelang Lebaran 2024. 

Studi survei bertajuk Jenius Study: Perilaku Masyarakat Digital Savvy selama Ramadan & Jelang Idul Fitri 2024, misalnya. Studi ini menunjukkan bahwa jumlah masyarakat melek digital yang memilih opsi mengambil pinjaman meningkat sebesar 13 persen, atau sebanyak 35 persen dari mereka berencana berutang untuk mengantisipasi kebutuhan ekstra selama mudik Lebaran.

Studi yang dilakukan oleh Jenius, salah satu produk perbankan dari Bank BTPN ini menunjukkan bahwa sebanyak 58 persen masyarakat digital savvy yang merasa pengeluaran mereka berpotensi meningkat pada Ramadan tahun ini.

Adapun alokasi pengeluaran tersebut terbagi menjadi beberapa keperluan, seperti membeli baju baru (43 persen), mudik (30 persen), zakat dan sedekah (30 persen), membeli makanan sahur dan buka puasa (29 persen), serta acara buka puasa bersama (29 persen).

Alokasi pengeluaran menjelang Lebaran terbagi menjadi beberapa keperluan, termasuk di antaranya acara buka puasa bersama. (Photo: CNA/Izza Haziqah)

"Menurut hasil survei, sebanyak 35 persen dari mereka berencana mengambil pinjaman selama bulan Ramadan 2024 untuk berbagai keperluan, di antaranya untuk menyambut Lebaran (60 persen), modal usaha (46 persen), dan renovasi rumah (18 persen)," kata Digital Banking Partnership Head Bank BTPN Febru Rusli, menurut laporan Antara pada akhir Maret lalu. 

"Selain untuk keperluan Ramadan, masyarakat digital savvy juga menggunakan THR untuk melunasi cicilan atau utang, modal bisnis, liburan, renovasi rumah, dan membeli gawai atau barang elektronik lainnya," tuturnya.

Studi tersebut dilakukan pada 28 Februari-18 Maret 2024 ini melibatkan 233 responden berusia 17-40 tahun dari berbagai wilayah Jabodetabek dan non-Jabodetabek, seperti Bandung, Surabaya, Sidoarjo, Semarang, Medan, Palembang, Makassar, Manado, hingga Aceh.

Tren meningkatnya peminjaman online juga terlihat dri data yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait kondisi lanskap fintech pada Januari 2024. Terdapat sekitar 1,2 juta pengguna transaksi lender (pemberi pinjaman), 123,45 juta borrower (peminjam) yang mengakses kredit, lebih dari Rp785 triliun jumlah pinjaman yang telah terdistribusi ke pengguna, dan 101 jumlah fintech yang terdaftar dan diawasi oleh OJK, menurut laporan Antara.

JANGAN BERLEBIHAN

Tingginya tingkat peminjaman dana melalui pinjol tersebut membuat berbagai pihak menekankan pentingnya edukasi literasi finansial kepada masyarakat. Meskipun menjelang hari raya, warga diimbau agar tidak berbelanja di luar batas kemampuannya. 

“Kami selalu menyampaikan untuk jangan berlebihan dan gunakan platform untuk sesuatu yang perlu-perlu saja, pahami kebutuhan dan jangan utamakan keinginan,” ujar Direktur Komunikasi Korporat Asosiasi Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Andrisyah Tauladan, menurut laporan Antara pada akhir Maret lalu.

Meski proses pinjaman mudah, Andrisyah mengimbau masyarakat untuk bertanggung jawab ketika menggunakan platfom peminjaman dana online, utamanya untuk membayar pinjaman tepat waktu.

“Jangan utamakan keinginan, untuk beli baju Lebaran atau tiba-tiba ingin beli handphone baru, tapi bukan untuk mendukung produktivitas, misalkan kalau untuk ojek online dia butuh handphone baru untuk produktif, kalau hanya untuk gengsi, jangan, bertanggung jawablah dalam meminjam dan membayar,” tambahnya.

Alokasi pengeluaran menjelang Lebaran terbagi menjadi beberapa keperluan, termasuk di antaranya membeli baju baru. (Photo: CNA/Izza Haziqah)

TIPS BIJAK MENGGUNAKAN PAYLATER

Perencana keuangan Andy Nugroho mengatakan pada dasarnya meminjam uang ke pinjol untuk kebutuhan libur Lebaran bukanlah hal yang perlu dilakukan. Terlebih banyak keperluan Lebaran yang sifatnya tidak mendesak.

Misalkan saja membeli baju lebaran, jalan-jalan atau piknik bagi mereka yang tidak pulang kampung, bahkan pulang kampung atau mudik itu sendiri seringkali bukanlah keperluan yang sangat mendesak hingga wajib untuk dilakukan. Sehingga keputusan untuk meminjam uang saat Lebaran menjadi tidak ideal alias tidak perlu.

"Kalau dari kacamata perencana keuangan sih saya akan bilang itu nggak ideal. Karena kita piknik libur lebaran, mudik bahkan, ini kan bukan suatu hal yang wajib dilakukan," kata Aidil menurut laporan Detik akhir Maret lalu. 

Namun, jika harus menggunakan pinjaman online ataupun PayLater untuk memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran, masyarakat dihimbau untuk selalu berhati-hati dan menggunakannya sesuai dengan kemampuan untuk membayar pinjaman beserta bunganya.

Menurut laporan CNBC, OJK juga memberikan beberapa tips untuk bersikap bijak dalam menggunakan PayLater:

1. Cek kebutuhan

Gunakan PayLater sesuai dengan kebutuhan. Ingat Paylater adalah utang yang harus kamu lunasi.

2. Pahami perjanjian

Pahami ketentuan cicilan, biaya tambahan, denda keterlambatan, dan kapan harus membayar.
Bandingkan

3. Beragam promo

Bandingkan beragam penawaran Paylater, pilih yang paling sesuai dengan
kebutuhanmu.

4. Bayar tepat waktu

Bayar cicilan dan lunasi pinjaman tepat waktu agar tagihan tidak menumpuk dan terhindar dari denda.

5. Jaga keamanan digital

Jangan pernah meminjamkan akun Paylater atau membagikan password ke orang lain.

6. Waspada pinjol ilegal

Hati-hati terhadap pinjaman online ilegal yang menawarkan pinjaman cepat dan mudah tanpa syarat.

Terkait fenomena ini, OJK mengimbau, "Ingat, PayLater adalah utang yang harus dilunasi."

Source: Others/ps(ih)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan