Waspada wabah tikus, bahayanya lebih parah dari yang kamu kira
Studi menunjukkan populasi tikus melonjak di kota bersuhu panas dan padat penduduk, merugikan industri pariwisata, perhotelan, serta makanan dan minuman (F&B).
Tikus berkembang biak dengan cepat, mampu menghasilkan empat hingga 12 anak dalam satu kali melahirkan, dan rata-rata hanya dapat bertahan hingga setahun. (Ilustrasi: CNA/Nurjannah Suhaimi)
SINGAPURA: Guru privat, Tan Mei Lin biasanya menghabiskan malam harinya dengan bersantai ria di East Coast Park, Singapura, bersama teman-temannya, duduk dekat tepian bangunan pemecah gelombang.
Namun akhir-akhir ini, perempuan 29 tahun itu selalu menghindari area itu karena ia sering menjumpai tikus di taman.
"Banyak sekali tikus malam-malam. Saya lihat mereka lari berhamburan ke mana-mana," terang Mei, menambahkan bahwa ia melihat jumlah hewan tersebut semakin bertambah sejak akhir 2023 lalu.
"Saya suka duduk di East Coast Park untuk melepas pikiran, tapi karena tikus-tikus ini, saya jadi tak bisa menikmati tamannya dengan tenang.
"Saya takut karena mereka membawa penyakit. Dan kalau mereka menyerang, saya tak tahu harus berbuat apa."
Di sebuah kantor di Eunos, seorang manajer berusia 32 tahun yang hanya ingin disebut sebagai Wong mengungkapkan kepada CNA bahwa tempat kerjanya kewalahan membasmi tikus sejak awal tahun.
"Sulit untuk tidak melihatnya karena bentuknya kecil hitam yang muncul tiba-tiba entah dari mana. Setelah diperhatikan lagi, ternyata meja-meja dekat saya, ada kotoran tikus juga."
Ketika jasa pengendali hama yang disewa perusahaannya gagal menangkap tikus-tikus tersebut, Wong memasang kamera CCTV di bulan itu juga untuk melacak pergerakan hewan pengerat sebelum memasang jebakannya.
Fenomena tikus berkeliaran ini semakin banyak dijumpai di Singapura.
Terlepas dari upaya pemerintah untuk mengendalikan hama, wabah tikus tetap saja meningkat, didorong oleh faktor-faktor seperti urbanisasi dan perubahan iklim.
Pada 2024, Badan Pangan Singapura (SFA) dan Badan Lingkungan Nasional (NEA) sama-sama melakukan 1.000 penertiban terhadap bisnis-bisnis, termasuk mal perbelanjaan dan tempat makan.
Angka tersebut hampir dua kali lipat meningkat dari 670 tindakan pada tahun 2023 terkait masalah tikus.
Permasalahan ini tidak hanya terjadi di Singapura. Kehadiran tikus juga meningkat di berbagai belahan dunia.
Studi dari Science Advances Journal, yang diterbitkan oleh American Association for the Advancement of Science pada Januari 2025, menemukan bahwa 11 dari 16 kota yang diteliti di seluruh dunia menunjukkan tren peningkatan jumlah tikus secara tajam.
Studi tersebut menemukan bahwa populasi tikus lebih banyak di kota bersuhu tinggi dan berurbanisasi padat.
RISIKO KESEHATAN
Tikus mmbawa penyakit. Oleh karena itu, meningkatnya wabah tikus dapat mengakibatkan bahaya serius terhadap kesehatan.
Melansir pernyataan badan NEA dari situs webnya, penyakit yang ditularkan tikus dapat menular ke manusia lewat kontak langsung atau menghirup debu yang terkontaminasi urin atau kotoran tikus, atau lewat gigitan kutu dari tikus yang terinfeksi.
Pnyakit utama yang ditularkan hewan pengerat tersebut meliputi leptospirosis, hantavirus, dan tifus murin dan semua ini dapat menyebabkan komplikasi parah.
Hantavirus baru-baru ini mendapat sorotan luas setelah diketahui menjadi penyebab kematian Betsy Arakawa, istri aktor Amerika Gene Hackman, akhir bulan lalu. Beberapa hari kemudian, aktor Hollywood itu meninggal karena penyakit jantung dan faktor lainnya.
Karena hantavirus menyebar melalui pernafasan atau kontak langsung dengan urin atau feses tikus, orang yang paling berisiko adalah petugas kebersihan yang membersihkan daerah yang banyak tikusnya, terangnya.
Mantan presiden International Society for Infectious Diseases, dr. Paul Tambyah, mengungkapkan, "Tifus murin itu menarik. Dia disebarkan oleh kutu dari tikus. Jadi, ada paradoks di mana, kalau kita menggunakan pembasmi tikus dan tikusnya mati, kutu-kutu itu akan minggat dari tikus dan akan menghinggap ke manusia terdekat."
Selain ketiga penyakit tersebut, terdapat juga risiko demam dari gigitan tikus.
Belum lagi, hewan itu menjadi faktor penularan salmonella dan infeksi kebal antibiotik, jelas dr. Tambyah.
Demam gigitan tikus, yaitu demam yang timbul setelah seseorang digigit tikus, tidak menular dari satu orang ke orang lain, tegasnya.
"Gejalanya tidak terlalu spesifik dan meliputi demam, sakit kepala dan nyeri otot. Kecuali pasien mengingat pernah digigit tikus, diagnosisnya mungkin akan meleset."
Namun, perlu diketahui bahwa dalam kasus-kasus ekstrim, penyakit tersebut dapat berubah menjadi parah.
Dokter spesialis penyakit menular dari Rumah Sakit Farrer Park, dr. Loh Jiashen, menegaskan: "Untuk leptospirosis, seringkali hanya berupa sakit ringan.
Namun di beberapa kasus yang parah, dapat mempengaruhi paru-paru, menyebabkan gagal ginjal hingga harus terapi dialisis, atau menyebabkan kerusakan pada hati dan pneumonia sampai batuk darah."
DAMPAK TERHADAP EKONOMI
Penasihat ekonomi dari penyedia layanan finansial CGS International di Singapura, Song Seng Wun, berpendapat bahwa selain biaya untuk menyewa jasa kebersihan untuk menjaga lingkungan tetap higienis, sejumlah pemilik bisnis juga dapat mengalami kerugian karena harus memperbaiki reputasi yang rusak akibat kehadiran tikus di tempat mereka.
Mereka kemungkinan terpaksa mengeluarkan biaya terkait perbaikan infrastruktur seperti kabel yang rusak karena digerogoti tikus.
Industri yang terdampak langsung oleh meningkatnya wabah tikus termasuk pariwisata, perhotelan, serta makanan dan minuman (F&B).
Industri kesehatan juga tidak luput menanggung kenaikan biaya dari pengobatan dan penanganan penyakit yang ditularkan oleh tikus.
Artikel tahun 2023 yang terbit di PeerJ, jurnal ilmiah yang meliput riset-riset dari bidang ilmu biologi dan medis, menemukan bahwa wabah tikus tersebut memicu pengeluaran ekonomi yang besar di seluruh dunia.
Jurnal tersebut menemukan bahwa hama tikus merugikan perekonomian sekitar US$87,5 juta (Rp1,44 triliun) per tahunnya antara tahun 1980 dan 2022. Jumlah ini meningkat secara signifikan sepanjang waktu.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.