Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Libur Lebaran bermakna: Ustaz Zacky ajak keluarga temui warga Gaza di pengungsian Yordania

Ustaz Zacky mengaku ingin menanamkan nilai-nilai empati dan rasa syukur kepada anak-anaknya dengan memperlihatkan langsung kenyataan hidup di kamp pengungsian.

Libur Lebaran bermakna: Ustaz Zacky ajak keluarga temui warga Gaza di pengungsian Yordania

Ustaz Zacky Mirza bersama keluarganya mendatangi langsung kamp pengungsian warga Gaza di Yordania. (Foto: Instagram/@zackymirza_)

09 Apr 2025 10:12AM (Diperbarui: 09 Apr 2025 10:16AM)

Ada yang berbeda dari libur Lebaran Ustaz Zacky Mirza sekeluarga tahun ini. Alih-alih merayakan Idulfitri seperti biasa, ia memilih mengajak istri dan anak-anaknya menunaikan ibadah umrah, dilanjutkan dengan perjalanan ke Yordania untuk mengunjungi kamp pengungsian warga Gaza.

"Kami Lebaran di Madinah, hari kedua langsung ke Makkah untuk umrah. Karena sekarang Makkah sedang sangat padat, saya atur jadwal agar lebih nyaman untuk anak-anak," ujar Ustaz Zacky, dilansir dari Detik.

Perjalanan ke Yordania dijadwalkan pada 5 hingga 9 April 2025. Di sana, mereka tidak hanya melakukan wisata religi, tetapi juga menyerahkan langsung bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi Palestina yang tinggal di kamp penampungan.

Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dana, dengan total donasi mencapai Rp208 juta. Dana itu digunakan untuk membeli kebutuhan pokok, seperti beras, minyak, gandum, gula, teh, kacang-kacangan, sarden, daging kaleng, dan lainnya. 

Bantuan disalurkan ke 14 kamp pengungsian di Yordania, termasuk 10 kamp di bawah pengelolaan UNRWA (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East) dan sisanya di bawah otoritas pemerintah Kerajaan Yordania.

KONDISI MEMPRIHATINKAN

Menurut Ustaz Zacky, kondisi warga Palestina di pengungsian sangat memprihatinkan dan hanya bertumpu pada bantuan kemanusiaan. 

"Mereka hidup bertahun-tahun di tempat penampungan yang sangat terbatas dan kondisi yang tidak layak," ceritanya kepada Insert Live. 

Ia juga menyoroti tekanan psikologis yang dihadapi para pengungsi akibat keterbatasan ekonomi dan akses terhadap pekerjaan, layanan kesehatan, serta pendidikan. 

"Kondisi keterbatasan yang mereka hadapi terutama dalam ekonomi membuat mereka tertekan. Tak sedikit dari mereka yang memiliki gangguan psikologis karena mesti bertahan di negeri orang dengan segala keterbatasan," tambahnya.

TANAMKAN RASA SYUKUR

Keputusan membawa serta keluarga, termasuk anak-anak, bukan tanpa alasan. Ustaz Zacky ingin menanamkan nilai-nilai empati dan rasa syukur kepada anak-anaknya dengan memperlihatkan langsung kenyataan hidup di kamp pengungsian.

"Saya ingin mereka lihat langsung anak-anak di kamp yang kehilangan orang tua, agar bisa jadi pelajaran hidup. InsyaAllah ini akan menumbuhkan rasa empati dan rasa syukur dalam diri mereka," tuturnya.

Anak-anaknya pun terlihat antusias saat berinteraksi dengan anak-anak pengungsi. "Anak-anak semangat berbagi, semangat main sama anak-anak Gaza di penampungan," ujarnya.

Ustaz Zacky mengakui bahwa memilih Yordania sebagai lokasi penyaluran bantuan juga karena alasan praktis dan keamanan, terlebih ia membawa anak-anak. 

"Kalau penyerahan langsung ke Gaza atau Masjidil Aqsa, itu terlalu berat bagi anak-anak. Tapi di Yordania, kami bisa tetap memberikan bantuan sambil memperlihatkan langsung kepada anak-anak seperti apa kondisi saudara-saudara kita di kamp pengungsian," jelasnya.

"Intinya kenapa kita ke Yordania karena lebih praktis dan pendataan di sana lebih rapi karena rakyat yang masuk ke Yordan sudah terdata oleh pemerintah. Jadi lebih aman dan terarahlah di sana," pungkasnya. 

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan