Sudah heboh di Cannes 2025, ternyata penghargaan untuk Syahrini bukan dari UNESCO
Kantor Regional UNESCO di Jakarta menegaskan bahwa mereka tidak memiliki keterlibatan dalam pemberian penghargaan di Prancis itu.
Artis Syahrini dalam acara penghargaan Listen to Her Parole di Prancis, Mei 2025. (Foto: Instagram/@princessyahrini)
Penyanyi Syahrini kembali menjadi perbincangan publik usai mengunggah klaim menerima penghargaan internasional dari UNESCO dalam acara gala dinner bertajuk Listen to Her Parole yang digelar di Carlton Hotel, Cannes, Prancis, pada 14 Mei 2025.
Ia menyatakan hadir di Festival Film Cannes 2025 untuk menerima penghargaan bertajuk Outstanding Achievement in Entertainment, Influence, & Global Cultural Impact.
Lewat Instagram pada 16 Mei 2025, Syahrini menulis, "Saya datang ke Cannes untuk menerima penghargaan bergengsi & luar biasa dari UNESCO melalui platform Listen To Her Parole."
Ia juga mengunggah foto memegang trofi yang memperlihatkan logo UNESCO di bagian bawah bersama nama Guila Clara Kessous dan Fondation Princess Charlene de Monaco.
Unggahan ini memancing ucapan selamat dari para penggemarnya. Bahkan, Syahrini sempat membalas ucapan tersebut dengan gaya khasnya lewat Insta Story: "Seperti Ituuuuhhh Pemirsaahh," pada 20 Mei 2025 sambil mem-posting ulang unggahan penggemar.
BUKAN DARI UNESCO
Namun tak lama kemudian, klaim Syahrini menuai klarifikasi dari pihak resmi. Kantor Regional UNESCO di Jakarta menegaskan bahwa mereka tidak memiliki keterlibatan dalam pemberian penghargaan tersebut.
"UNESCO tidak terlibat dalam pemberian penghargaan pada acara di Cannes yang dimaksud," tulis mereka dalam pernyataan media, Kamis (21/5).
UNESCO menjelaskan bahwa meskipun acara itu mungkin melibatkan seniman yang menyandang gelar UNESCO Artist for Peace, keterlibatan tersebut bersifat pribadi atau simbolis dan tidak mewakili pengakuan resmi dari badan PBB tersebut.
"Meskipun acara tersebut mungkin melibatkan UNESCO Artist for Peace dalam kapasitas pribadi atau simbolis, acara tersebut bukan merupakan upacara atau bentuk pengakuan resmi dari UNESCO," tulis UNESCO.
Lebih lanjut, UNESCO menjelaskan bahwa Listen to Her Parole adalah acara yang diprakarsai oleh United Society Council (USC), organisasi independen berbasis di Dublin, Irlandia.
Ternyata, penghargaan yang diterima Syahrini berasal dari USC, bukan dari UNESCO.
Kehadiran logo UNESCO pada trofi dan materi acara disebut lebih berkaitan dengan kehadiran Guila Clara Kessous, seniman asal Prancis yang menjabat sebagai UNESCO Artist for Peace sejak 2012. Kessous dikenal aktif dalam advokasi hak asasi manusia dan perdamaian lewat seni.
"Dari informasi yang kami kumpulkan, penghargaan ini diberikan dalam acara yang diadakan oleh United Society Council, bukan UNESCO. Adapun logo UNESCO di situ menyertai nama dari Goodwill ambassadornya, Guilla Clara Kessous yang merupakan salah satu artist for peace UNESCO," ungkap Siska Widyawati, National Information Officer dari United Nations Information Center (UNIC) di Jakarta kepada Tempo.
UNESCO pun menyarankan agar penghargaan tersebut lebih tepat disampaikan sebagai pengakuan dari USC dengan dukungan individu yang memiliki afiliasi dengan UNESCO.
"Mungkin akan lebih tepat jika disebut sebagai penghargaan dari United Society Council melalui acara Listen to Her Parole, yang didukung oleh Guila Clara Kessous, salah satu UNESCO Artist for Peace," ujar UNESCO.
Menurut laporan Kompas, dalam penyelenggaraan acara Listen to Her Parole, USC menggandeng Discrete Magazine dan Fondation Princess Charlene of Monaco.
Acara ini digelar bertepatan dengan Festival Film Cannes 2025, namun tidak tergolong dalam program utama festival.
Hal ini juga dijelaskan oleh aktris senior Christine Hakim yang turut hadir di Cannes.
"Memang Syahrini tidak terkait dengan festival filmnya, tapi kan film festival itu begitu besar, jadi banyak sekali event lelang, charity, penghargaan-penghargaan, seperti Syahrini kemarin dari United Society Council," ujar Christine Hakim, dikutip dari CNN Indonesia.
Meskipun menuai keraguan publik, Syahrini tetap mempertahankan narasi awalnya soal penghargaan bergengsi yang diterima di Cannes, sambil menunjukkan dokumentasi acara tersebut di media sosial.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.