Mengenal Velocity: Tren slow motion di medsos, bikin video makin estetik
Efek ini memungkinkan pengguna medsos menonjolkan momen tertentu dengan cara yang lebih dramatis, sehingga video terlihat lebih menarik dan tidak monoton.
Aktivitas merekam video untuk diunggah ke media sosial TikTok. (Foto: iStock/Kindamorphic)
Media sosial, khususnya TikTok, terus melahirkan berbagai tren unik dan menarik. Salah satu tren yang tengah populer saat ini adalah Velocity, sebuah teknik pengeditan video yang mengatur kecepatan klip untuk menciptakan transisi dinamis dan efek slow motion yang estetik.
Meskipun dalam bahasa Inggris istilah "velocity" berarti kecepatan, dalam konteks TikTok istilah ini lebih merujuk pada efek visual dalam video yang mempercepat atau memperlambat segmen tertentu agar lebih selaras dengan musik latar.
Efek ini sering digunakan dalam video dance atau konten kreatif lainnya untuk menonjolkan momen spesifik, memberikan kesan dramatis, dan meningkatkan daya tarik visual.
RAMAI DI TIKTOK
Tren Velocity di TikTok banyak digunakan dalam video dengan transisi yang halus, terutama dalam konten dance challenge, menurut laporan Kompas.
Para kreator kerap menggunakan efek ini untuk memperlambat gerakan di bagian tertentu dari video, sehingga menghasilkan tampilan yang lebih estetik dan sinematik.
Misalnya, gerakan tangan membentuk hati yang diperhalus dengan slow motion agar terlihat lebih dramatis.
Selain itu, Velocity juga dikaitkan dengan kecepatan penyebaran tren di TikTok. Konten yang cepat viral, seperti lagu atau tarian yang mendadak populer, sering disebut memiliki velocity yang tinggi.
CARA MENGEDIT VIDEO DENGAN VELOCITY
Bagi pengguna TikTok yang ingin mencoba tren ini, aplikasi menyediakan efek bawaan yang memungkinkan mereka mengedit video dengan teknik Velocity.
Berikut langkah-langkah dasarnya:
- Buka aplikasi TikTok dan rekam atau unggah video baru.
- Pilih menu "Edit" setelah video siap.
- Gunakan fitur "Split" untuk membagi video menjadi beberapa bagian.
- Pilih segmen yang ingin diberi efek Velocity.
- Aktifkan opsi "Magic" dan pilih efek "Velocity".
- Tambahkan musik latar yang sesuai untuk memperkuat nuansa video.
- Sinkronkan audio dengan efek yang telah diterapkan agar hasil lebih maksimal.
Selain TikTok, aplikasi pihak ketiga seperti CapCut dan Alight Motion juga sering digunakan untuk mengedit video dengan efek Velocity yang lebih kompleks.
LAGU-LAGU POPULER
Elemen penting lain dalam tren Velocity adalah pemilihan lagu. Biasanya, musik yang digunakan telah di-remix, diberi efek reverb, atau slowmo agar lebih selaras dengan transisi dalam video.
Seperti diberitakan Tirto, beberapa lagu yang populer digunakan dalam tren ini antara lain:
- Garam dan Madu (Sakit Dadaku) - Tenxi, Naykilla, & Jemsii (2024)
- OK - T2 (Tiwi dan Tika Ramlan) (2007)
- Aku Dah Lupa - ZIA & MIKKY (2015)
- I’m a Lady - Putri Ci (2015)
- Are You Ready - AC/DC (2013)
MENGAPA VELOCITY POPULER?
Tren Velocity semakin viral tidak hanya karena efeknya yang menarik, tetapi juga karena diikuti oleh banyak artis dan idol Korea Selatan, menurut laporan CNN Indonesia.
Dengan banyaknya selebritas yang ikut serta dalam tren ini, popularitas Velocity semakin melejit, terutama di kalangan pengguna media sosial di Indonesia.
Selain faktor selebritas, visual yang estetis dan ekspresi kreatif dalam video Velocity juga menjadi daya tarik utama.
Efek ini memungkinkan pengguna menonjolkan momen tertentu dengan cara yang lebih dramatis, sehingga video terlihat lebih menarik dan tidak monoton.
Dengan terus berkembangnya tren di media sosial, Velocity menjadi salah satu teknik editing yang wajib dicoba bagi para kreator konten yang ingin membuat video lebih dinamis dan estetik.
Jadi, apakah kamu tertarik mencoba tren ini di TikTok?
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.