Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Tren skincare dalam makeup: Saat foundation tak hanya memoles, tapi juga merawat kulit

Berbagai produk foundation kini dilengkapi dengan kandungan bahan aktif yang menghidrasi, melindungi, dan membantu memperbaiki kondisi kulit.

Tren skincare dalam makeup: Saat foundation tak hanya memoles, tapi juga merawat kulit

Ilustrasi perempuan menggunakan bedak atau makeup. (Foto: iStock/Artfully79)

Foundation tidak lagi sekadar menyempurnakan tampilan kulit dalam hitungan menit. Kini, base makeup ini dilengkapi dengan formula yang juga bekerja merawat kulit setiap kali dipakai.

Gagasan untuk memasukkan bahan skincare ke dalam foundation sebenarnya bukan hal baru. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, makeup yang diperkaya dengan skincare telah berevolusi dari kategori niche menjadi tren kecantikan yang lebih mainstream.

Perubahan ini didorong oleh ekspektasi konsumen yang semakin tinggi serta pemahaman yang lebih dalam tentang kesehatan kulit.

TUNTUTAN DUNIA KECANTIKAN

Satu dekade lalu, foundation dirancang terutama untuk memberikan hasil akhir yang flawless dan matte. Formulanya fokus pada kontrol minyak, daya tahan lama, dan efek menghaluskan tekstur.

Meskipun beberapa produk foundation menawarkan hidrasi, manfaatnya belum menyerupai serum seperti yang kini hadir dalam base makeup modern.

Kini, tren skin-first beauty mengubah definisi fungsi foundation. Formula terbaru menggabungkan coverage kosmetik dengan bahan aktif skincare, menghadirkan tekstur ringan dan breathable yang mampu menghidrasi, melindungi, bahkan memperbaiki kondisi kulit seiring waktu.

Evolusi ini "mencerminkan perubahan yang lebih luas dalam dunia kecantikan menuju produk yang fungsional, ramah kulit, dan selaras dengan kesehatan kulit jangka panjang, bukan hanya tampilan sesaat," menurut Direktur kreatif Hermes Beauty, Gregoris Pyrpylis. 

Ilustrasi foundation sebagai alas bedak dalam rangkaian proses makeup. (Foto: iStock/Aiman Dairabaeva)

MAKEUP SEKALIGUS SKINCARE

CNA mencatat, formula hybrid pada produk foundation saat ini biasanya mengandung bahan aktif yang kuat seperti niacinamide, ceramide, Vitamin C dan E, serta SPF tinggi, selain bahan populer seperti hyaluronic acid.

"Orang-orang tidak lagi mencari efek topeng yang seragam, tetapi second skin yang cerdas. Foundation infused skincare menggabungkan makeup dan skincare, memberikan coverage sekaligus secara aktif memperbaiki kondisi kulit dari waktu ke waktu," tutur Pyrpylis.

Hermes bukan satu-satunya brand yang mengarah ke tren ini. Clarins menghadirkan Double Serum Foundation yang memadukan pigmen dengan turmeric, ekstrak pepaya, dan peptida untuk menghaluskan tekstur serta meningkatkan kilau alami kulit. 

Ilustrasi penggunaan serum dalam rangkaian perawatan kulit atau skincare. (Foto: iStock/Natalia Riabchenko)

Produk foundation populer yang sudah lama populer juga kini ikut bertransformasi. Armani Beauty memperbarui Luminous Silk Foundation ikoniknya dengan tambahan glycerin, niacinamide, dan ekstrak botani untuk meningkatkan hidrasi dan warna kulit.

Begitu juga dengan Estee Lauder Double Wear Stay-In-Place Foundation yang kini dilengkapi dengan formula eksklusif AlgaNiacin, kombinasi niacinamide dan ekstrak alga cokelat untuk membantu mengontrol produksi minyak sekaligus menjaga keseimbangan kulit dalam jangka panjang.

Foundation masa kini memberikan makna baru pada konsep "kulitmu, tapi lebih baik". Sebagai lapisan pertama setelah skincare, foundation kini tidak lagi sekadar makeup, tetapi menjadi perpanjangan dari rutinitas perawatan kulit.

Seiring perubahan ini, ekspektasi pun ikut bergeser. Konsumen tidak lagi puas hanya dengan coverage, mereka mencari formula yang secara aktif mendukung kulit tetap sehat dan terlihat muda.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: CNA/ps(ar)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan