IU batal konser akibat gangguan telinga PET, kenali cara mencegah kondisi ini
Tak selalu bisa dicegah, ada beberapa kebiasaan yang dapat membantu menurunkan risiko mengalami gangguan patulous Eustachian tube (PET) seperti yang dialami IU.
Aktris sekaligus penyanyi asal Korea Selatan, IU, dalam salah satu unggahannya di media sosial. (Foto: Instagram/@dlwlrma)
Kabar bahwa penyanyi sekaligus aktris Korea Selatan, IU, harus menunda perilisan album terbaru sekaligus membatalkan konser akibat menderita patulous Eustachian tube (PET) dysfunction membuat para penggemar penasaran dengan gangguan telinga langka itu.
Selain khawatir terhadap kondisi penyanyi bernama lengkap Lee Ji-eun itu, para penggemar juga bertanya-tanya mengapa kondisi ini dapat menghambat comeback idol mereka.
Kabar ini pertama kali terungkap saat IU mengumumkan bahwa ia menderita gangguan PET melalui platform penggemarnya, Berriz, pada Senin (20/7).
Kondisi tersebut dapat menyebabkan autophony, yaitu seseorang mendengar suara napasnya sendiri dengan sangat jelas, serta menimbulkan sensasi penuh pada telinga. Bayangkan betapa menyiksanya ini untuk seorang vokalis.
"Gejala kronis patulous Eustachian tube yang aku alami semakin memburuk," tulisnya.
"Aku merasa selama beberapa tahun terakhir mungkin terlalu memaksakan diri dan kurang memikirkan kesehatan karena begitu bersemangat dengan pekerjaanku," ujarnya, dikutip dari The Korea Times.
IU menambahkan bahwa perilisan album studio keenamnya juga harus ditunda karena rangkaian promosinya mencakup konser dan tur.
"Aku akan melakukan segala yang aku bisa agar masa penantiannya tidak terlalu lama dan akan kembali secepat mungkin dengan album baru serta konserku," tulisnya.
Meski tidak selalu dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi risikonya. Biar kamu tidak mengalami hal serupa, yuk simak tips praktis untuk mencegah gangguan telinga PET berikut ini!
APA ITU GANGGUAN TELINGA PET?
PET dysfunction terjadi ketika saluran eustachius, yaitu saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan bagian belakang hidung dan normalnya hanya terbuka saat seseorang menelan atau menguap, tetap terbuka secara tidak normal.
Akibatnya, udara dan suara terus mengalir ke telinga tengah sehingga memicu autophony, yaitu kondisi ketika seseorang mendengar suara sendiri atau suara napasnya terdengar jauh lebih keras dari biasanya di dalam kepala.
"Pasien akan mendengar suara mereka sendiri bergema seolah-olah berada di dalam gua. Ini merupakan kondisi yang sangat menyiksa sekaligus sangat serius bagi penyanyi yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap suara," jelas Jung Jin-sei, profesor di Severance Hospital.
"Jika rasa penuh di telinga atau gema suara sementara menghilang ketika membungkukkan badan hingga membentuk sudut 90 derajat, kemungkinan besar orang tersebut mengalami PET dysfunction," tuturnya, dikutip dari The Korea Times.
Menurut para ahli medis, kondisi ini jarang terjadi sejak lahir dan lebih sering dipicu oleh faktor eksternal.
Namun, gangguan ini relatif lebih sering ditemukan pada anak muda yang pekerjaannya sangat bergantung pada suara, seperti penyanyi, guru, dan agen call center.
Para pakar menyebut bahwa kunci agar terhindar dari gangguan telinga PET adalah memperhatikan berbagai kebiasaan sehari-hari yang dapat membantu menjaga fungsi saluran Eustachius tetap optimal.
1. HINDARI DIET EKSTREM DAN KELELAHAN
Meski beberapa kasus dipicu faktor bawaan, para ahli medis menyebut kalau PET paling sering dipicu oleh gaya hidup, seperti diet yang terlalu ekstrem dan kelelahan.
Ketika seseorang kehilangan berat badan dengan cepat akibat diet ekstrem, jaringan lemak dan otot yang mengelilingi saluran Eustachius ikut menyusut. Efeknya, saluran telinga jadi "tersangkut" dalam posisi terbuka.
Tetap terapkan diet sehat yang seimbang. Penurunan berat badan yang bertahap jauh lebih aman buat tubuh dan telingamu daripada diet ketat yang menyiksa.
Selain itu, kelelahan fisik (fatigue) dan stres kronis ternyata turut berperan memperburuk fungsi saluran Eustachius. Ketika tubuh terlalu lelah, otot-otot di sekitar area kepala dan leher bisa mengalami ketegangan yang memengaruhi kinerja telinga.
Aktivitas fisik yang terlalu berat atau napas terengah-engah, seperti saat berolahraga, dapat membuat gema suara napas terdengar makin kuat di kepala jika saluran telingamu sedang sensitif.
Sesuaikan intensitas olahraga dengan kemampuan tubuh. Jika mulai merasa telinga seperti tertekan atau bergema, istirahat sejenak dan atur kembali napasmu.
2. JAGA TUBUH TETAP TERHIDRASI
Dehidrasi bisa membuat jaringan mukosa di dalam saluran telinga menipis dan mengering, yang memicu saluran tersebut lebih mudah terbuka.
Para ahli menyebut, kekurangan cairan dapat membuat jaringan di sekitar saluran tersebut menjadi kurang optimal, sehingga minum air putih yang cukup setiap hari penting untuk mendukung kesehatan telinga secara keseluruhan.
Meski menjaga hidrasi tidak dapat sepenuhnya mencegah PET dysfunction, kebiasaan ini dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan saluran telinga dan mengurangi faktor risiko yang dapat memperburuk gejalanya.
Oleh karena itu, pastikan kamu minum air putih yang cukup setiap hari (minimal 2 liter). Kalau kamu banyak beraktivitas fisik atau sering berada di ruangan ber-AC, tingkatkan asupan airmu.
3. JANGAN LUPA CEK TELINGA
Kalau kamu mulai merasa telingamu seperti kemasukan air, terdengar gema, atau terasa "penuh", coba lakukan trik sederhana ini: bungkukkan badan ke depan hingga 90 derajat.
Jika rasa penuh atau gema tersebut menghilang sementara saat kamu membungkuk, ada kemungkinan besar saluran telingamu mulai bermasalah.
"Jika rasa penuh di telinga atau gema suara sementara menghilang ketika membungkukkan badan hingga membentuk sudut 90 derajat, kemungkinan besar orang tersebut mengalami PET dysfunction," tutur Profesor Jung Jin-sei.
Kalau gejala ini terus berlanjut siang dan malam hingga mengganggu aktivitas, segera konsultasikan ke dokter spesialis THT.
Penanganan PET dysfunction sendiri bervariasi, mulai dari perubahan kebiasaan sederhana seperti menaikkan berat badan dan memperbanyak minum air, hingga tindakan medis atau operasi pada kasus yang lebih berat apabila perawatan dasar tidak memberikan hasil.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.