Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Taylor Swift, Hailey Bieber dan Leighton Meester disebut dalam gugatan Blake Lively kepada Justin Baldoni

Dalam gugatannya, Lively mengajukan 10 keluhan, termasuk Baldoni yang mengaku kecanduan pornografi, menunjukkan konten tidak senonoh, meminta tambahan adegan seksual, dan membahas hal sensitif terkait organ intim pemain dan kru.

Taylor Swift, Hailey Bieber dan Leighton Meester disebut dalam gugatan Blake Lively kepada Justin Baldoni

Aktris Blake Lively dalam penayangan perdana film It Ends With Us. (Foto: Instagram/@itendswithusmovie)

23 Dec 2024 01:22PM (Diperbarui: 27 Feb 2025 09:30AM)

Gugatan hukum yang diajukan Blake Lively terhadap Justin Baldoni terkait dugaan pelecehan seksual dan upaya merusak reputasi ikut menyeret nama selebritas Hollywood seperti Taylor Swift, Hailey Bieber, dan Leighton Meester

Dalam pengaduan yang diajukan ke California Civil Rights Department, Blake Lively mengajukan 10 keluhan terkait bekerja bersama Justin Baldoni dalam lokasi syuting film It Ends With Us

Gugatan itu termasuk menuduh Baldoni melakukan pelecehan seksual berulang, memasukkan adegan tanpa busana tanpa persetujuan Lively, dan menunjukkan menunjukkan konten tidak senonoh berupa foto dan video perempuan telanjang. 

Istri aktor Ryan Reynolds itu juga mengeluhkan pernyataan Baldoni yang mengaku kecanduan pornografi, memasuki ruang ganti tanpa izin Lively ketika ia sedang menyusui anaknya, meminta tambahan adegan seksual, dan membahas hal sensitif terkait organ intim pemain dan kru.

"Saya berharap tindakan hukum saya mengungkap taktik balas dendam yang kejam ini dan melindungi orang lain dari pengalaman serupa," ujar Lively dalam pernyataannya, dikutip dari Page Six. 

Dokumen gugatan yang bocor juga memuat berbagai keluhan terkait perilaku Baldoni selama produksi, termasuk fat-shaming terhadap Lively, menurut laporan E! News. 

Baldoni dikatakan menangis di lokasi syuting setelah membaca komentar media sosial yang mengkritik penampilan Lively pascamelahirkan. 

Ia bahkan disebut mencoba mengatur pelatih pribadi Lively untuk menurunkan berat badan dalam waktu singkat.

Selain itu, Baldoni dituding meminta kru untuk membuka jubah Lively dalam adegan tertentu dan membiarkan teman-temannya menyaksikan syuting adegan intim, yang semakin memperburuk suasana kerja di lokasi.

UPAYA MERUSAK CITRA

Nama istri Justin Bieber, Hailey Bieber, muncul dalam gugatan hukum yang diajukan Blake Lively terhadap Justin Baldoni. (Foto: Instagram/@haileybieber)

Selain pelecehan seksual, Lively juga mengugat Baldoni atas tuduhan kampanye hitam di media sosial yang berupaya merusak citra Lively. 

Dalam dokumen hukum, nama Taylor Swift, Hailey Bieber, dan Leighton Meester muncul. 

Laporan itu menyertakan tangkapan layar yang menunjukkan diskusi tentang penggunaan narasi negatif, termasuk membandingkan Lively dengan kasus Hailey Bieber yang juga sempat menjadi perbincangan.

Justin dan timnya juga turut menyinggung megadiva Taylor Swift karena berada dalam lingkup pertemanan yang sama dengan Lively, yang sering memanfaatkan argumen feminisme untuk meraih apa yang mereka inginkan.

Tim Justin bahkan menyarankan untuk mengungkapkan pengalaman buruk dari orang-orang yang pernah bekerja dengan Blake, seperti Leighton Meester dan Ben Affleck.

Leighton Meester dan Blake Lively merupakan bintang utama serial Gossip Girl yang melejitkan nama keduanya di dunia Hollywood. 

DIDUKUNG PENULIS

It Ends With Us merupakan film adaptasi dari novel laris karya Colleen Hoover yang terbit pada 2016. 

Fim ini dirilis pada bulan Agustus dan mencetak debut box office sebesar US$50 juta. 

Sejak muncul kabar gugatan hukum ini, penulis novel It Ends With Us, Colleen Hoover, memberikan dukungan penuh kepada Lively. 

Dalam unggahan Instagram Story, Hoover memuji Lively sebagai sosok yang jujur, suportif, dan sabar. 

"@blakelively, jangan pernah berubah. Jangan pernah layu," tulis Hoover, memperlihatkan solidaritasnya terhadap aktris tersebut, Minggu (22/12). 

'KETERLALUAN'

Aktor Justin Baldoni dalam penayangan perdana film It Ends With Us. (Foto: Instagram/@itendswithusmovie)

Sementara, pengacara Baldoni, Wayfarer Studios, dan tim perwakilan mereka, Bryan Freedman, menyatakan, "Tuduhan ini sepenuhnya tidak benar, keterlaluan, dan dibuat-buat dengan maksud mencemarkan nama baik secara publik."

Freedman juga membantah klaim Lively tentang adanya kampanye terkoordinasi, dengan mengatakan bahwa studio justru "proaktif" menyewa manajer krisis "karena berbagai tuntutan dan ancaman yang dilontarkan oleh Lively selama proses produksi."

Ia menambahkan bahwa Lively mengancam tidak akan hadir di lokasi syuting maupun mempromosikan film tersebut jika tuntutannya tidak dipenuhi, meski Freedman tidak merinci tuntutan tersebut.

Selain awal perilisan, film It Ends With Us memang sudah dibayangi spekulasi mengenai konflik antara Lively dan Baldoni. 

Baldoni tampak menarik diri dari kegiatan promosi film, sementara Lively dan Reynolds menjadi pusat perhatian, terutama karena Reynolds juga sedang mempromosikan filmnya, Deadpool & Wolverine.

Selain itu, banyak pihak menilai It Ends With Us meromantisasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)

Baldoni mengatakan bahwa para kritikus "berhak sepenuhnya memiliki opini tersebut," menurut laporan People. 

"Bagi siapa pun yang pernah mengalami kejadian serupa dalam kehidupan nyata, saya bisa membayangkan betapa sulitnya membayangkan pengalaman mereka menjadi bagian dari novel roman," ujarnya. 

"Kepada mereka, saya hanya ingin mengatakan bahwa kami sangat berhati-hati dalam pembuatan film ini," pungkasnya.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan