Skip to main content

error

  • Could not retrieve the oEmbed resource.
Iklan

Lifestyle

Tanggapi kematian Affan Kurniawan, Rachel Vennya dan Awkarin akui salah pilih di Pemilu 2024

Awkarin memajang foto ikonis mahasiswa menduduki Gedung DPR/MPR pada Mei 1998 dengan tulisan "RIP Indonesia's Democracy", sementara Rachel menggunggah kritik soal polisi.

Tanggapi kematian Affan Kurniawan, Rachel Vennya dan Awkarin akui salah pilih di Pemilu 2024

Dua selebgram Indonesia, Awkarin (kiri) dan Rachel Vennya (kanan) dalam unggahan di media sosial mereka masing-masing. (Foto: Instagram/@narinkovilda, @rachelvennya)

29 Aug 2025 03:22PM (Diperbarui: 29 Aug 2025 05:17PM)

JAKARTA: Dua selebgram populer, Awkarin dan Rachel Vennya, akhirnya buka suara soal pilihan politik mereka di Pemilu 2024. Keduanya mengaku keliru mendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dan menilai keputusan itu ikut memberi dampak pada situasi politik dan sosial yang kini memicu kemarahan rakyat.

Pada Kamis (28/8) tengah malam, Awkarin, atau selebgram bernama asli Karin Novilda itu,  mengunggah layar hitam di Instagram sebagai bentuk kemarahan sekaligus duka atas kematian Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas setelah dilindas rantis Brimob di Jakarta Pusat.

"Turut berduka cita sedalam-dalamnya untuk driver ojol yang jadi korban dilindas mobil barracuda. Nyawa rakyat kecil lagi-lagi jadi korban. Usut tuntas, jangan ada pengalihan isu," tulisnya di Instagram. 

'BERSAMA RAKYAT'

Tak lama kemudian, Awkarin mengakui kesalahan politiknya. "Maafkan aku atas pilihan burukku di masa lalu, karena hari ini kita semua ikut menanggung akibatnya," ujarnya. 

Ia menyinggung kontrasnya kondisi rakyat yang menuntut keadilan dengan para anggota DPR RI yang justru menikmati fasilitas tambahan.

Dalam unggahan lain, ia menampilkan foto ikonis mahasiswa menduduki Gedung DPR/MPR pada Mei 1998 dengan tulisan "RIP Indonesia's Democracy" di bawah Garuda Pancasila berwarna hitam, diiringi lagu "Ibu Pertiwi".

Karin kembali menekankan tekadnya untuk melawan ketidakadilan. "Hari ini bukan rakyat melawan rakyat, tapi rakyat yang melawan ketidakadilan kekuasaan," tulisnya.

Ia menambahkan, "Pun seribu kali maaf yang kuucap. Yang tersisa hanyalah penyesalan dan rasa malu, namun sekarang aku berdiri bersama kalian karena keadilan adalah hak semua warga negara."

MALU DAN KECEWA

Rachel Vennya juga menyuarakan penyesalan mendalam lewat Instagram. Ia mengunggah ulang grafiti yang viral usai tragedi Affan bertuliskan "Who do you call when the police murders?" disertai keterangan panjang.

"Saya merasa malu, muak, kecewa, dan terkhianati oleh pilihan saya sendiri. Saya meminta maaf, minta maaf sebesar-besarnya. #RIPJustice. Sudah cukup lama saya memendam kekecewaan, tapi kali ini saya bersuara. Maaf, maaf, maaf," tulis Rachel.

Melihat tragedi yang menewaskan Affan membuat Rachel semakin mantap untuk bersuara. 

"Maaf maaf maaf maaf, memendam kekecewaan cukup lama untuk bersuara karena malu, dan ya karena takut, tidak akan pernah lagi saya mendukung siapapun di dalam anggota DPR ataupun pemerintahan," ujarnya.

Rachel juga mengakui dirinya telah gagal menggunakan platform yang dimilikinya untuk bersikap kritis. 

"Saya minta maaf, lagi-lagi saya merasa gagal. Tidak ada pembelaan dalam bentuk apapun, semua amarah dan kebencian terhadap saya, saya terima dengan lapang dada," tulisnya.

Tragedi yang menewaskan Affan Kurniawan, mitra driver GoJek, terjadi di tengah ia mengirim antaran pesanan makanan (GoFood) di Bendungan Hilir, kemudian terjebak di lokasi aksi demonstrasi di depan gedung DPR RI. 

Video yang viral di media sosial memperlihatkan Affan dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob pada Kamis (28/8) malam. Tragedi ini membuat para selebritas ikut bersuara lantang menuntut keadilan. 

Affan dikenal sebagai sosok pekerja keras, tulang punggung keluarga, serta pribadi yang baik. 

Jenazah Affan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta, pada hari ini, Jumat (29/8) pagi.

Belum ada penjelasan detail mengenai insiden ini. Pihak Propam Polri dan Kompolnas masih mengumpulkan bukti. Tujuh anggota Brimob diamankan untuk diperiksa.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan akan menuntaskan penyelidikan. Ia juga meminta maaf kepada komunitas ojek online dan berjanji memberi sanksi tegas kepada pihak yang terbukti bersalah.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan