Tak ikut joget, Pasha Ungu sudah mundur dari DPR?
Video Pasha Ungu yang tak ikut berjoget bersama saat sidang MPR viral dan menimbulkan spekulasi masyarakat soal statusnya di parlemen.
Musisi sekaligus anggota DPR RI, Pasha Ungu. (Foto: Instagram/@pashaungu_vm)
JAKARTA: Isu pengunduran diri Sigit Purnomo atau yang lebih dikenal dengan Pasha Ungu dari DPR RI mencuat setelah video viral di media sosial yang memperlihatkan dirinya memilih diam saat sejumlah anggota DPR berjoget dalam Sidang Tahunan MPR RI.
Aksi itu tertangkap kamera saat Pasha menghadiri Sidang Tahunan MPR RI pada Jumat (15/8) dengan agenda penyampaian pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto menjelang HUT ke-80 RI.
Setelah pidato presiden, terdapat momen lagu Sajojo dan Gemu Fa Mi Re dinyanyikan oleh mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan), yang sontak disambut oleh para anggota parlemen dengan asyik bergoyang. Namun, Pasha hanya duduk tenang tanpa ikut serta.
Diamnya Wakil Wali Kota Palu periode 2016-2021 itu menuai pujian lantaran ia dianggap memahami situasi masyarakat yang saat ini sedang berada dalam tekanan, utamanya perihal ekonomi.
Video tersebut kemudian dimanfaatkan sejumlah pihak untuk menyebarkan narasi menyesatkan. Dalam video yang beredar luas di media sosial, Pasha digambarkan seolah-olah menyatakan mundur dari DPR karena menolak "uang haram".
Padahal, itu hanyalah hasil suntingan dari potongan video lama yang dimanipulasi.
Spekulasi mengenai pengunduran diri Pasha pun sontak menjadi viral.
Namun, kabar itu langsung dibantah tegas oleh Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno.
"Hoaks itu," ujar Eddy saat dikonfirmasi pada Senin (25/8), dikutip dari Kompas.
Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Pasha Ungu terkait pengunduran dirinya dari kursi DPR RI.
Pasha, yang kini menjabat sebagai anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PAN, bahkan sempat menjelaskan duduk perkara di balik sikap diamnya kala itu.
Menurutnya, aksi joget tersebut adalah bentuk spontanitas anggota DPR usai mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto.
"Sebenarnya saya nggak tahu ya, maksudnya spontanitas kawan-kawan gitulah karena memang sebenarnya yang terjadi itu adalah kegembiraan teman-teman terkait dengan pidato kenegaraan Bapak Prabowo," jelas Pasha pada Jumat (22/8), dikutip dari Insert Live.
"Nah, soal ada apa, joget-joget di paripurna, ini kan sebetulnya setelah selesai kegiatan dan ada hiburan dari adik-adik Unhan kalau saya nggak salah di lantai 2. Nah, kebetulan bawa lagu Sajojo atau apa gitu kemarin. Saya kira itu spontanitas ya, tidak ada niat kawan-kawan itu kemudian seolah-olah mengesampingkan tugas fungsi, ya seperti itu," tambahnya.
Meskipun menuai banyak pujian dari warganet karena sikap diamnya dianggap mencerminkan empati terhadap kondisi rakyat, Pasha justru membela koleganya di DPR.
"Oh iya dong (tetap sensitif), DPR ini kan saya kira pasti peka lah, karena salah satu tujuan kita ini kan undang-undang dan tujuannya yang terbaik untuk masyarakat di seluruh sektor lini kehidupan," tegas mantan Wakil Wali Kota Palu tersebut.
Senada dengan Pasha, Ketua MPR RI Ahmad Muzani juga menilai aksi joget tersebut terjadi secara spontan dan berlangsung di luar agenda resmi.
"Kalau kita mendengar lagu, apalagi lagunya pas dengan irama-irama yang menyenangkan, merelaksasi itu dengan sendirinya tubuh akan bergerak. Apakah kepala, apakah tangan, atau kaki, atau bahkan badan, tangan, kaki, sampai kepala," ujar Muzani, dikutip dari Metro TV.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.