Taeyang BIGBANG 'comeback' lewat album Quintessence, rangkum perjalanan 20 tahun karier
Album yang dirilis bertepatan dengan ulang tahunnya ini menghadirkan kolaborasi dengan The Kid LAROI hingga member ALLDAY PROJECT.
Taeyang BIGBANG comeback lewat album 'Quintessence', album ke-4 dan album penuh pertamanya sejak tahun 2017. (Foto: Instagram/Taeyang)
Setelah sembilan tahun tidak merilis album studio penuh, salah satu vokalis paling ikonik di industri K-pop, Taeyang, merilis karya terbaru yang paling personal sepanjang kariernya. Member BIGBANG itu comeback lewat Quintessence, album studio solo keempatnya sekaligus rilisan full album pertama sejak White Night, yang dirilis pada 2017 silam.
Album Quintessence dirilis pada Senin (18/5), bertepatan dengan hari ulang tahunnya. Menurut Taeyang, album ini merupakan hadiah spesial untuk para penggemarnya.
"Aku sangat sibuk tahun ini," kata Taeyang dalam konferensi pers di Seoul, dikutip dari The Korea Times.
"Aku mempersiapkan penampilan BIGBANG di Coachella sambil menyelesaikan album ini di waktu yang bersamaan. Sejak tampil di Coachella, aku belum libur satu hari pun," ungkapnya.
"Tapi aku lebih merasa antusias dibanding gugup. Aku senang bisa memberikan sesuatu yang bagus untuk para penggemar di hari ulang tahunku," lanjutnya.
Sesuai judulnya, Quintessence menjadi album yang merepresentasikan proses penyaringan jati diri Taeyang. Ia menjelaskan bahwa album ini merupakan upayanya menemukan sisi paling esensial dari dirinya setelah dua dekade berada di bawah sorotan publik.
"Tahun ini menandai 20 tahun sejak debutku, jadi momen ini terasa sangat penting," katanya.
"Saat menggarap album ini, aku fokus pada sesuatu yang terasa paling seperti diriku sendiri tetapi tetap terdengar baru. Tantangannya, karena aku sudah melakukan banyak hal sebelumnya, mencoba sesuatu yang benar-benar baru jadi sangat sulit," aku Taeyang.
"Aku bertanya pada diriku sendiri hal baru apa yang masih bisa aku lakukan, dan banyak percobaan itu akhirnya masuk ke album ini," tuturnya.
Album Quintessence berisi 10 lagu dengan title track berjudul Live Fast Die Slow, yang disebut Taeyang sebagai lagu dengan tempo tercepat yang pernah ia rilis. Lagu ini juga menjadi representasi tekadnya untuk tetap hidup dengan caranya sendiri di tengah dunia yang berubah begitu cepat.
"Walaupun zaman bergerak semakin cepat, aku selalu berjalan dengan arah dan kecepatanku sendiri," katanya. "Lagu ini membawa tekad dan sikap untuk terus menyala sekeras mungkin, setiap hari."
Album ini juga menghadirkan deretan musisi generasi muda bersama Taeyang. Member ALLDAY PROJECT, Tarzzan dan Woochan, yang juga berada di bawah naungan THE BLACK LABEL, ikut menyumbangkan verse di lagu Would You. Sementara itu, bintang pop asal Australia The Kid LAROI tampil di lagu Open Up.
Taeyang mengatakan bahwa melihat ALLDAY PROJECT mengingatkannya pada masa-masa awal debut.
"Aku merasa kalau mereka mengisi verse di lagu ini, lagunya akan membawa energi segar seperti masa awal BIGBANG dulu," katanya. "Mereka benar-benar meningkatkan kualitas lagunya."
Sementara itu, kolaborasinya dengan The Kid LAROI terjadi lewat rangkaian momen yang tidak terduga.
"Aku biasanya tidak nyaman membuat permintaan yang terasa dipaksakan, tapi sekitar seminggu kemudian The Kid LAROI datang sendiri ke Seoul untuk acara Spotify," kenang Taeyang.
"Seorang teman membantu mengatur makan malam kami. Setelah itu, dia bilang ingin datang ke studio, jadi aku mengajaknya tur studio, memutarkan Open Up, lalu hanya berkata, 'Aku harap kamu suka lagunya.' Dia bilang langsung menyukainya sejak pertama kali mendengar," ungkap Taeyang.
Taeyang debut bersama BIGBANG pada 2006 dan sejak itu membangun salah satu katalog solo paling konsisten di K-pop. Deretan karya seperti Only Look at Me (2008), Eyes, Nose, Lips (2014), VIBE featuring Jimin BTS (2023), hingga Shoong! featuring Lisa BLACKPINK (2023) sukses melintasi generasi dan batas negara.
Quintessence juga dirilis bersama pameran yang berlangsung pada 18 hingga 31 Mei 2025 di Korea Selatan. Pameran tersebut dirancang untuk memperluas tema album menjadi pengalaman visual dan ruang, sekaligus memberikan cara baru bagi pendengar untuk masuk ke dunia yang dibangun lewat album ini.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.