Jam tangan Swatch x AP ludes diburu hingga antrean ricuh, harga 'resell' tembus 1.000%
Jam saku Royal Pop hasil kolaborasi produsen jam Swiss, Swatch dan Audemars Piguet, sukses bikin penggemar rela antre panjang, bahkan sampai lima hari.
Koleksi jam tangan saku Royal Pop, kolaborasi antara Audemars Piguet dan Swatch, tersedia dalam 8 warna yang cerah. (Foto: EPA/ANTHONY ANEX)
Peluncuran jam saku, atau pocket watch, hasil kolaborasi antara dua produsen jam terkemuka Swiss, Swatch dan Audemars Piguet, berangsur ricuh pada Sabtu (17/5) di sejumlah kota di Eropa dan New York, Amerika Serikat.
Ratusan orang rela begadang semalaman, dan di beberapa tempat bahkan mengantre sampai lima hari demi bisa mendapatkan jam tangan edisi Royal Pop dengan berbagai warna menggemaskan itu.
Polisi Prancis bahkan sampai menembakkan gas air mata untuk mengendalikan kerumunan massa 300 orang di luar toko Swatch di wilayah Paris.
Menurut laporan The Guardian, satu rolling door besi dan dua gerbang pengaman dilaporkan rusak dalam insiden tersebut. Pihak kepolisian menyatakan pihak toko kurang sigap dalam hal keamanan di tengah tingginya minat publik memiliki jam tangan yang viral itu.
Sementara di Milan, Italia, para pemburu jam ini berkelahi di depan toko Swatch tak lama setelah toko itu buka, menurut video yang viral di media sosial.
HARGA RESELL MEROKET
Di New York, pembukaan toko Swatch di Times Square disambut dengan "saling dorong" di tengah kerumunan yang mengantre.
"Rasanya sudah seperti mosh pit," ujar John McIntosh yang mengaku kepada AFP ia sudah ikut mengantre sejak hari Rabu (13/5).
"Orang-orang yang baru sampai tadi malam malah maju ke depan, begitu juga orang-orang yang menyerobot antrean pagi ini. Siapa pun yang curang dan mendorong paling keras, dia bisa maju ke barisan depan," ujar pria berusia 44 tahun itu.
Seperti banyak orang lainnya, McIntosh berharap bisa mendapatkan jam tangan berwarna cerah tersebut yang dijual di toko dengan harga sekitar US$400 hingga US$420 untuk kemudian dijual kembali (resell) dengan harga jauh lebih mahal.
Pembeli lain yang memperkenalkan dirinya sebagai Mac mengatakan ia akhirnya berhasil mendapatkan satu jam tangan setelah mengantre selama lima hari.
"Situasinya cukup hectic... memang brutal, tapi aku berhasil masuk," katanya.
"Harga retail-nya sekitar US$400 (Rp7 juta), dan barusan aku menjual satu unit seharga US$4.000 (Rp70,4 juta)," ujar Mac, sehingga harga resell jam ini tembus 1.000 persen dari harga retail awal.
Sementara itu, pembeli lainnya, Benny, memilih membayar lebih mahal daripada harus mengantre. Mengenakan setelan abu-abu dan kacamata hitam, pria berusia 30 tahun itu mengaku mengeluarkan US$2.400 (Rp42,2 juta) untuk salah satu jam tangan itu.
"Harganya memang sekitar US$2.000 (Rp35,2 juta) di atas harga retail, tapi kamu tidak mungkin bisa dapat AP dengan harga di bawah US$2.000, jadi menurutku ini worth it," katanya.
"Aku lebih memilih bayar lebih mahal lalu langsung keluar sambil membawa jamnya," tuturnya.
Swatch juga terpaksa menutup toko mereka di London dan enam kota lainnya di Inggris demi "pertimbangan keamanan" setelah kerumunan besar memadati area depan toko.
Tingginya minat pembeli terhadap jam tangan ini juga terjadi di Indonesia. Salah satu staf toko Swatch di Grand Indonesia mengaku jam edisi Royal Pop itu langsung sold out sekitar satu jam setelah perilisan. Hal yang sama terjadi di toko Swatch di Pacific Place, menurut laporan Fortune Indonesia.
Tak butuh waktu lama, jam viral ini pun muncul di platform e-commerce, seperti Shopee. Sejumlah penjual menawarkan koleksi AP x Swatch Royal Pop dengan harga hingga Rp69 juta, jauh di atas harga retail yang berada di kisaran Rp7 jutaan.
Melansir laman Audemars Piguet (AP), jam Royal Pop merupakan jam tangan berbentuk jam saku hasil kolaborasi terbaru antara AP dan Swatch. Audemars Piguet sendiri terkenal sebagai salah satu produsen jam mewah asal Swiss, dengan koleksi Royal Oak mereka dibanderol sekitar US$40.000 (Rp70,4 juta).
Royal Pop yang unik dan dapat dikalungkan itu hadir dengan penuh warna-warna pop yang terinspirasi dari desain ikonik Royal Oak milik AP, lini jam POP Swatch rilisan tahun 1980-an, dan estetika Pop Art.
Koleksi ini terdiri dari delapan model Bioceramic dengan varian Lépine dan Savonnette, yang ditenagai versi hand-wound dari movement SISTEM51 milik Swatch, dengan harga retail sekitar US$400 (Rp7 juta) hingga US$420 (Rp7,4 juta).
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.