Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Vokal dukung Palestina, Susan Sarandon akui sepi 'job' film imbas dikucilkan di Hollywood

Berterima kasih kepada sutradara yang masih mau mempekerjakannya, aktris ini menyatakan, "...aku menemukan orang-orang yang sepemikiran denganku."

Vokal dukung Palestina, Susan Sarandon akui sepi 'job' film imbas dikucilkan di Hollywood

Susan Sarandon mempromosikan film The Echo Chamber di Venice International Film Festival ke-83 di Venesia, Italia, pada 6 September 2026. (Foto: EPA/FABIO FRUSTACI)

Aktris peraih Oscar Susan Sarandon mengaku dirinya kerap kehilangan pekerjaan karena ia secara terbuka menyuarakan dukungan terhadap masyarakat Palestina. Meski begitu, ia menilai, kini sudah terjadi pergeseran pandangan publik secara lebih luas yang menolak dukungan Amerika Serikat terhadap Israel.

Pengakuannya ini terungkap dalam sesi promosi film terbarunya The Echo Chamber di Venice Film Festival, Italia. Aktris berusia 79 tahun itu mengaku sejumlah pihak di industri film masih menjauhinya karena ia vokal membela Palestina.

"Aku pikir narasinya telah berubah sepenuhnya dalam hal relevansi historis Palestina serta hubungan kaum Zionis dengan Amerika dan politik kami [AS]," katanya.

"Ini membuka mata banyak orang, terkait seberapa banyak uang yang diberikan Amerika Serikat kepada Israel. Sebelumnya, tidak ada yang benar-benar memahami hal itu," ungkapnya, dikutip dari Variety.

Namun, Sarandon menyatakan, dukungannya terhadap perjuangan Palestina kerap berdampak pada karier profesionalnya.

"Baru-baru ini pun aku masih mengalami pembatalan peran untuk berbagai film, karena ada beberapa agensi yang memberi tahu orang-orang untuk tidak mempekerjakanku," katanya kepada wartawan.

"Tapi, begitulah struktur kekuasaannya. Kalau di kalangan masyarakat, terutama secara internasional, aku merasa diterima."

Peraih Oscar berkat Dead Man Walking itu mulai dikenal luas melalui sejumlah film, termasuk The Rocky Horror Picture Show, Bull Durham, serta Thelma and Louise.

Ia dilepas oleh agensi bakat yang telah lama menaunginya, UTA, pada 2023 usai menghadiri aksi pro-Palestina dan menyampaikan pernyataannya, satu bulan setelah serangan Hamas terhadap Israel.

Salah satu pernyataannya saat itu berbunyi, "Ada banyak orang yang saat ini takut menjadi orang Yahudi, dan mereka mulai merasakan sedikit bagaimana rasanya menjadi seorang Muslim di negara ini [AS]."

Susan Sarandon mempromosikan film The Echo Chamber di Venice International Film Festival ke-83 di Venesia, Italia, pada 6 September 2026. (Foto: EPA/FABIO FRUSTACI)

Konflik tersebut juga merambah Venice Film Festival tahun ini. Para aktivis menyerukan agar penyelenggara mengibarkan bendera Palestina sebagai bentuk pengakuan terhadap para sutradara Palestina yang filmnya diputar dalam festival tersebut.

Direktur artistik festival, Alberto Barbera, mengatakan hal tersebut tidak mungkin dilakukan karena Italia belum secara resmi mengakui negara Palestina.

Namun, ia menyoroti sejumlah film yang ditayangkan di Lido yang menggambarkan perjuangan warga Palestina dalam kehidupan sehari-hari.

Sarandon mengatakan penolakan untuk merekrut orang-orang yang secara terbuka mengkritik Israel masih sangat kuat, khususnya di kalangan studio-studio besar.

"Kalau itu studio besar, aku pikir hal ini bukan hanya terjadi padaku, tetapi juga pada orang-orang lain yang sudah diberi tahu bahwa hal tersebut [mendukung Palestina] tak mungkin dilakukan," katanya, sembari berterima kasih kepada Andrea Pallaoro, sutradara The Echo Chamber, karena telah memilihnya untuk bermain dalam film tersebut.

"Aku menemukan keluargaku, aku menemukan orang-orang yang sepemikiran denganku, dan aku baik-baik saja," katanya, yang kemudian disambut tepuk tangan panjang dalam konferensi pers tersebut.

Dalam film terbarunya, yang diadaptasi dari skenario terakhir karya sineas Italia Bernardo Bertolucci, Sarandon berperan sebagai penyanyi yang sudah menua dan merekrut seorang produser musik yang tengah dalam masa pemulihan dari kecanduan narkoba untuk menggarap album comeback.

The Echo Chamber menjadi salah satu dari 21 film yang berkompetisi memperebutkan penghargaan Golden Lion di Venice Film Festival, yang akan diberikan pada 12 September 2026.

Sarandon membintangi drama romantis yang syuting di Italia serta Belgia itu bersama Luca Marinelli dan Alicia Vikander. 

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps(ar)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan