Kontroversi menyetir saat mabuk, Suga didesak keluar dari BTS
Penggemar mengirimkan karangan bunga dengan tulisan bernada keras, seperti, "Min Yoongi, tinggalkan grup" dan "Kamu yang melepaskan genggaman kami", ke kantor agensi BTS, HYBE.
Member boyband BTS, Suga, dalam salah satu penampilannya. (Foto: Instagram/@agustd)
Suga didesak keluar dari grup boyband K-pop BTS lantaran tersangkut kasus menyetir skuter saat mabuk pekan lalu. Desakan itu diserukan sejumlah penggemar yang mengirimkan karangan bunga ke kantor pusat agensi BTS, HYBE, di Seoul pada Selasa (13/8).
Menurut laporan Mashable, karangan bunga besar tersebut menampilkan pesan-pesan bernada keras seperti "Min Yoongi, tinggalkan grup" dan "Kamu yang melepaskan genggaman kami."
Min Yoongi merupakan nama asli dari Suga.
Insiden menyetir saat mabuk itu terjadi pada Selasa (6/8) malam saat Suga, sedang dalam perjalanan pulang setelah makan malam dan minum alkohol.
Suga pulang menggunakan skuter listrik sambil mengenakan helm.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 500 meter, ia terjatuh saat parkir. Tes breathalyser dilakukan oleh petugas polisi terdekat dan Suga ditilang, serta SIM-nya dicabut.
Tidak ada korban jiwa atau kerusakan apa pun dalam insiden tersebut. Pria berusia 31 tahun itu diperbolehkan pulang, meskipun kasusnya masih diselidiki polisi.
Setelah Suga dan agensinya, HYBE dan Big Hit Music, masing-masing menyampaikan pernyataan resmi dan permintaan maaf, terdapat kontroversi di antara para penggemar yang menganggap sejumlah pernyataan tersebut palsu.
Para penggemar mempertanyakan ada kemungkinan sejumlah pernyataan resmi itu berusaha menutupi kadar alkohol Suga yang tinggi saat insiden terjadi, maupun penyebutan kendaraan yang digunakan Suga salah.
Meskipun demikian, sejumlah laporan kemudian muncul bahwa aksi protes itu bukan dilakukan oleh para ARMY, sebutan untuk penggemar BTS. Pengiriman bungan bernada protes itu disebut dikirim oleh para "antifan" atau non-penggemar Suga, untuk mengejek rapper BTS tersebut.
"Ini bukan aksi terkoordinasi oleh seluruh fandom, karena karangan bunga ini dikirim oleh individu. Kami mengadakan protes ini karena tidak ada tindakan yang diambil setelah HYBE, Big Hit Music, dan Suga mengeluarkan pernyataan palsu," ujar kelompok yang mengadakan protes itu, dilansir dari Allkpop.
Sementara keributan terus berlanjut di kantor pusat HYBE, para pendukung Suga beramai-ramai menunjukkan solidaritas mereka terhadap idol K-pop tersebut.
"Siapa pun, beritahukan kepada Suga bahwa kami tidak pernah meninggalkan dia," ujar akun @bzi*** di platform media sosial Twitter.
Suga sebenarnya tengah menjalani tugas wajib militernya sebagai pekerja sosial sejak bulan Maret. Rencananya dia akan merampungkan wajib militernya pada 21 Juni 2025.
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini.