Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Spotify Wrapped kamu bikin kaget? Ini rahasia di balik recap musik 2025

Kok bisa Bad Bunny menggeser Taylor Swift? Kalau Wrapped kamu terasa random, tenang. Simak cara Spotify recap data, menentukan musisi terpopuler, dan fitur Listening Age tahun ini!

Spotify Wrapped kamu bikin kaget? Ini rahasia di balik recap musik 2025

Ilustrasi penggunaan platform Spotify. (Foto: iStock/stockcam)

Akhir tahun sudah di depan mata dan Spotify Wrapped 2025 akhirnya hadir! Secara global, superstar Puerto Rico, Bad Bunny, resmi dinobatkan sebagai artis paling banyak diputar di aplikasi streaming ini untuk keempat kalinya, menggeser Taylor Swift dari posisi puncak.

Recap Spotify Wrapped sudah dirilis pada Rabu (3/12), dan jika kamu pengguna Spotify, di laman Home kamu akan menemukan tombol Wrapped yang akan menunjukkan rangkuman artis, lagu, genre, album dan podcast yang paling sering kamu dengarkan sepanjang tahun ini. 

Selain itu, kamu juga bisa tahu musisi mana yang paling sering didengarkan di platform tersebut, sebagai gambaran tren musik global.

Di laman resmi Spotify, Bad Bunny menjadi musisi yang paling banyak didengarkan secara global sepanjang 2025, dengan lebih dari 19,8 miliar streams. Menyusulnya ada Taylor Swift, The Weeknd, Drake dan Billie Eilish, berurutan sesuai peringkat.

Pada 2023-2024, Taylor memegang posisi nomor satu secara global, setelah menggeser Bad Bunny yang memegang gelar tersebut tiga tahun berturut-turut sejak 2020. Kini, Bad Bunny kembali merebut posisi puncak.

Album paling banyak diputar secara global adalah Debí Tirar Más Fotos milik Bad Bunny, diikuti soundtrack KPop Demon Hunters dan tiga rilisan dari 2024 yaitu Hit Me Hard And Soft milik Billie Eilish, SOS Deluxe: LANA milik SZA dan Short n' Sweet milik Sabrina Carpenter.

Secara global, gelar lagu paling banyak diputar jatuh kepada kolaborasi Bruno Mars dan Lady Gaga, Die With A Smile, yang sudah menembus lebih dari 1,7 miliar streams. Berikutnya, ada Birds Of A Feather milik Billie Eilish, APT. dari Bruno Mars dan Rosé BLACKPINK, Ordinary milik Alex Warren dan DtMF milik Bad Bunny.

Bad Bunny menjadi musisi yang paling banyak didengarkan secara global sepanjang 2025 menurut Spotify Wrapped. (Foto: Dok. Spotify)

Spotify bukan satu-satunya platform musik yang merilis rangkuman data tahunan dari kebiasaan pengguna mereka. Tapi sejak diluncurkan sekitar satu dekade lalu, Wrapped menjadi salah satu yang paling ditunggu.

Spotify bahkan menyebut edisi 2025 sebagai yang terbesar sejauh ini, dengan sederet fitur baru yang diharapkan bisa menjawab kekecewaan pengguna tahun lalu.

Lantas, apa saja yang masuk dalam proses penyusunan Wrapped, dan apa yang baru di tahun ini? Berikut rangkumannya.

Ilustrasi penggunaan platform Spotify. (Foto: iStock/Avid Photographer)

PERIODE RECAP

Untuk menyusun Wrapped, Spotify mengumpulkan data aktivitas mendengarkan yang kamu lakukan mulai dari 1 Januari hingga sekitar pertengahan November.

Periode ini memberi waktu bagi Spotify untuk menyempurnakan hasil akhir dan mengirimkan rekap kepada para penggunanya pada awal Desember.

Namun konsekuensinya, kebiasaan mendengarkan kamu di akhir November hingga Desember tidak akan masuk perhitungan. Itu bisa menjelaskan mengapa lagu-lagu liburan favorit atau hit di penghujung tahun tidak muncul dalam daftar.

ARTIS DAN LAGU

Agar lagu, artis, dan untuk pertama kalinya tahun ini, album, bisa masuk ke Spotify Wrapped, platform ini melihat kombinasi antara apa yang kamu putar dan berapa lama kamu mendengarkannya.

Menurut Spotify, pengguna harus mendengarkan setidaknya 30 lagu dengan durasi lebih dari 30 detik masing-masing agar dapat masuk ke daftar lagu teratas.

Sementara untuk kategori musisi, pengguna perlu mendengarkan setidaknya lima musisi dengan durasi lebih dari 30 detik. Sedangkan untuk kategori album, pengguna harus mendengarkan setidaknya 70 persen dari total lagu dalam satu album tersebut.

Spotify menegaskan bahwa data dikumpulkan secara merata di semua platform. Mendengarkan dalam mode "offline" juga tetap dihitung, selama perangkat kembali terhubung ke internet beberapa minggu sebelum Wrapped dirilis.

Sementara itu, aktivitas mendengarkan dengan fitur "private mode" tidak akan memengaruhi peringkat apa pun, tetapi tetap dihitung sebagai total waktu penggunaan. Spotify juga menyaring suara latar seperti white noise agar tidak ikut memengaruhi hasil.

YANG BARU DI SPOTIFY WRAPPED 2025

Banyak pelanggan Spotify yang cepat menyuarakan kekecewaan terhadap Wrapped 2024 tahun lalu. Sebagian mengeluhkan tampilannya yang terlalu minimalis. Tak sedikit pula yang membuat meme di media sosial untuk mengejek fitur-fitur yang dianggap tidak sesuai harapan.

Tampilan dan nuansa Wrapped memang selalu berevolusi setiap tahun. Alhasil, Spotify Wrapped tahun ini tambah beda dan jauh lebih segar.

"Kami benar-benar menanggapi masukan itu dengan serius, dan menjadikannya motivasi untuk menciptakan pengalaman Wrapped yang paling segar dan paling seru yang pernah kami rilis," ujar Marc Hazan, senior vice president of marketing and partnerships Spotify, dikutip dari ABC.

Beberapa pembaruan penting tahun ini antara lain kembalinya kategori genre musik yang sempat absen di 2024. Spotify juga menghadirkan kategori album dan audiobook teratas, serta jumlah pemutaran untuk setiap lagu dalam playlist tahunan kamu.

Pengalamannya juga dibuat lebih menyerupai permainan. Ada fitur tebakan lagu teratas sebelum hasilnya dibuka, serta "listening age", yang mencoba menebak usia selera musik kamu berdasarkan tahun rilis lagu favoritmu.

Spotify juga memperkenalkan fitur baru bernama "Wrapped Party", yang memungkinkan pengguna membandingkan kebiasaan mendengarkan mereka dengan teman-teman yang juga menggunakan aplikasi ini, lengkap dengan gelar ala penghargaan di dalam grup.

Spotify Wrapped 2025 memperkenalkan recap baru, yakni Listening Age. (Foto: Dok. Spotify)

PAKAI AI?

Salah satu sorotan negatif yang diterima Spotify tahun lalu adalah spekulasi tentang seberapa besar peran kecerdasan buatan dalam menyusun Wrapped.

Penggunaan AI yang paling terlihat di Wrapped 2024 adalah kehadiran podcast yang ditenagai oleh generative AI. Tahun ini, Spotify sepertinya belajar dari pengalaman dan tidak mengulang format podcast semacam itu.

Namun, Spotify memperkenalkan fitur baru bernama Archive. Fitur ini memanfaatkan large language model (LLM) untuk menguraikan kebiasaan mendengarkan kamu di hari-hari tertentu.

Namun, Hazan menekankan bahwa ratusan orang terlibat dalam proses penyusunan rekap ini setiap tahun. Teknologi seperti AI, katanya, membantu "mempercepat" dan "menyempurnakan" produk agar bisa menjangkau lebih dari 700 juta pengguna Spotify di seluruh dunia.

"Kreativitas manusia adalah fondasi dari Wrapped," pungkasnya. 

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan