'Aku tidak yakin bisa kuat': Sophie Turner akhirnya buka suara atas perceraiannya dengan Joe Jonas
Ini merupakan kali pertama kalinya aktris Game of Thrones itu berkomentar atas pernikahannya yang kandas dengan Jonas.
Aktris serial TV Game of Thrones, Sophie Turner mengaku "tidak yakin apakah (dia) akan kuat melalui" perceraiannya dengan musisi Amerika Serikat, Joe Jonas.
Ini merupakan kali pertama kalinya aktris asal Inggris berusia 28 tahun itu berkomentar atas pernikahannya yang kandas dengan Jonas, setelah pengumuman resmi keduanya untuk berpisah pada September 2023.
Sikap Turner yang kerap bungkam memicu banyak spekulasi tentang perpisahan dari pasangan yang telah dikaruniai dua orang anak bernama Willa, berusia empat tahun, dan Delphine, berumur sepuluh bulan, ini.
"Ada saat-saat ketika aku tidak yakin bisa kuat melaluinya. Aku menelepon pengacara sembari bilang, 'Aku tidak kuat melakukannya. Aku benar-benar tidak bisa,'" ungkap Turner kepada British Vogue.
"Aku tidak pernah cukup kuat untuk membela diri sendiri. Dan kemudian, akhirnya, setelah dua minggu terjebak, dia mengingatkanku bahwa ini adalah perjuanganku untuk anak-anakku," katanya.
"Setelah ada yang bilang, 'Lakukanlah demi anak-anakmu,' baru aku berani melakukannya. Aku tidak akan berani jika melakukan itu untuk diriku sendiri, tetapi aku harus kuat demi mereka."
Usai kabar perceraian mereka tersiar, Jonas dikabarkan mengaku bahwa kandasnya rumah tangga mereka akibat Turner terlalu sering berpesta.
Turner mengaku terkejut dengan klaim dari mantan suaminya yang merupakan salah satu musisi Jonas Brothers itu.
"Itu adalah hari-hari terburuk dalam hidupku. Aku ingat sedang berada di lokasi syuting untuk waktu dua minggu, jadi aku tidak bisa pergi ke mana-mana. Anak-anakku berada di Amerika dan tidak bisa kutemui, karena aku harus syuting [serial TV] Joan. Lalu, kabar itu terus bermunculan," ujarnya, dikutip dari CNN.
"Itu menyakitkan karena aku benar-benar menyiksa diriku sendiri atas setiap kesalahanku sebagai seorang ibu – rasa bersalah sebagai ibu itu begitu nyata," ujar Turner.
"Aku harus terus menyakinkan diri sendiri, 'Ini tidak benar. Aku ibu yang baik, dan tidak pernah suka berpesta.'"
Turner sebelumnya kerap kali vokal atas perjuangannya untuk mencapai kesehatan mental. Ia terbuka bahwa ia pernah mengalami "depresi, kecemasan, dan bulimia".
"Aku kurang mampu memproses emosiku. Aku simpan emosi itu rapat-rapat, hingga beberapa tahun setelahnya ia muncul dalam bentuk depresi atau kecemasan," ujar Turner.
Dia mengakui bahwa kehidupan di bawah sorotan sebagai "seorang gadis muda" membuatnya sangat keras pada dirinya sendiri, tetapi dia bersyukur atas dukungan penggemar dan orang-orang yang mencintainya.
"Kurasa jika hal seperti ini terjadi padaku 10 tahun yang lalu, aku tidak akan mendapat dukungan yang sama. Aku merasa sangat beruntung bisa hidup di masa ketika orang-orang memiliki pikiran terbuka."
Turner, yang kerap mendukung terapi dan obat-obatan untuk mengatasi penyakit mental, mengungkapkan sejak pindah kembali ke Inggris dia tidak perlu lagi mengonsumsi obat-obatan untuk masalah kesehatan mentalnya.
"[Itu] bagus dan juga mengejutkan, karena kukira aku akan memerlukannya – apalagi di saat sekarang ini.... Itulah pentingnya komunitas dan sistem dukungan yang tadinya tidak begitu aku sadari hingga saat ini," ujarnya.
"Dan kupikir, alasanku mengonsumsi obat-obatan untuk sekian lama adalah karena saat itu aku tidak memiliki dukungan dari banyak orang di sekitarku. Kini ketika aku sudah kembali ke rumah, ini masa-masa yang paling membahagiakan bagiku setelah sekian lama," pungkas Turner.
Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini.