Angkat POV anjing di film horor, sutradara Good Boy siap bikin sekuel
Dengan rating 93% di Rotten Tomatoes, Good Boy dipuji karena menghadirkan twist segar di genre horor dengan mengisahkan hewan sebagai pahlawan, bukan korban.
Potongan adegan dalam film horor Good Boy karya sutradara Ben Leonberg. (Foto: Instagram/@KlikFilm)
Setelah sukses besar lewat film horor supranatural Good Boy, sutradara Ben Leonberg mulai memikirkan kemungkinan perluasan semesta ceritanya. Ia mengisyaratkan bahwa kisah selanjutnya dengan konsep universe baru dalam dunia horor yang sama uniknya.
Film horor Good Boy tayang secara global sejak 3 Oktober 2025. Di Indonesia sendiri, film ini tayang mulai 8 Oktober 2025 di berbagai bioskop. Film yang merupakan debut film panjang sutradara Ben Leonberg ini mengangkat horor supranatural unik karena kisahnya berpusat pada seekor anjing setia bernama Indy.
Indy pindah ke rumah baru bersama sang pemilik, Todd (diperankan Shane Jensen). Namun, ketika entitas jahat mulai mengganggu keduanya, Indy harus melangkah maju untuk melindungi Todd dari kekuatan misterius yang mengintai dalam kegelapan.
Dalam wawancara bersama Screen Rant, Leonberg dan produser Kari Fischer membahas kesuksesan film tersebut serta kemungkinan untuk mengembangkan ceritanya lebih jauh dari film pertama.
Leonberg mengungkapkan bahwa ide untuk sekuel sebenarnya sudah mulai terbentuk bahkan saat produksi berlangsung.
Ia menjelaskan bahwa dirinya dan penulis naskah pendamping sudah melakukan brainstorming untuk kisah lanjutan ketika syuting masih berjalan.
Leonberg mengatakan mereka "sudah punya ide untuk sekuel saat kami membuat film – beberapa hal yang tidak bisa direalisasikan karena berbagai alasan, bukan hanya karena Indy tidak bisa melakukannya, tapi juga ide tentang apa yang akan terjadi selanjutnya pada karakter Indy."
Sang sutradara menambahkan bahwa kisah selanjutnya mungkin tidak harus kembali pada anjing yang sama, melainkan bisa menampilkan karakter anjing lain dalam latar horor yang baru.
"Mungkin bisa jadi kelanjutan dengan anjing lain, tidak harus di semesta Good Boy, tapi dalam dunia horor lain yang terasa akrab, di mana seekor anjing harus menjadi pahlawan. Sudut pandang unik seperti itu adalah sesuatu yang pasti menarik buatku," jelas Leonberg.
SUKSES BESAR
Sejak dirilis, Good Boy mendapat sambutan positif dan saat ini memegang rating 93% di Rotten Tomatoes. Film ini dipuji karena berhasil menghindari stereotip umum film horor dengan menjadikan hewan sebagai pahlawan alih-alih korban, sebuah twist yang membuatnya menonjol dibanding film horor lain tahun ini.
Minat publik terhadap film ini juga melonjak tajam setelah trailer dirilis. Pencarian Google terkait nasib Indy bahkan dilaporkan meningkat hingga 2.000%.
Spekulasi tersebut membuat Leonberg harus mengonfirmasi nasib sang anjing sebelum film tayang, langkah yang akhirnya menenangkan penonton sekaligus meningkatkan antusiasme pra-rilis.
Meskipun Leonberg sudah memiliki banyak ide, sekuel Good Boy tampaknya tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Ia mengungkapkan bahwa dirinya ingin beralih arah secara kreatif sebelum kembali ke "dunia para anjing", dan menyebut bahwa proyek berikutnya akan lebih berfokus pada karakter manusia.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.