Film Tron: Ares angkat konflik AI vs manusia, Jared Leto jadi program paling berbahaya
Diiringi musik Nine Inch Nails dengan komposer Trent Reznor dan Atticus Ross, film ini mengisahkan program AI yang menjalankan misi berbahaya, membuat batas antara manusia dan teknologi semakin kabur.
Potongan adegan dalam Tron: Ares menampilkan akting Jared Leto sebagai program AI. (Foto: Dok. Disney)
Film Tron: Ares menandai kembalinya waralaba fiksi ilmiah legendaris milik Disney ke layar lebar setelah lebih dari satu dekade.
Tron: Ares menjadi kelanjutan dari Tron (1982) dan Tron: Legacy (2010), menghadirkan kisah baru yang membalikkan konsep dunia digital dan realitas manusia.
Berbeda dari dua film sebelumnya yang menyorot manusia yang masuk ke dunia digital, Tron: Ares kini menghadirkan kebalikannya: program digital yang menembus dunia nyata.
Ceritanya berpusat pada Ares, sebuah program kecerdasan buatan (AI) canggih dengan kesadaran diri yang ditugaskan menjalankan misi berbahaya di dunia manusia. Kehadirannya memicu kekacauan global dan membuat batas antara manusia dan teknologi semakin kabur.
Film ini tidak hanya menampilkan aksi dan visual menawan, tapi juga menggali pertanyaan mendalam tentang identitas, kesadaran, dan konsekuensi dari kemajuan kecerdasan buatan.
Film ini dibintangi oleh Jared Leto sebagai Ares dan Greta Lee sebagai Eve Kim. Turut bergabung Evan Peters, Jodie Turner-Smith, Hasan Minhaj, Arturo Castro, Cameron Monaghan, Gillian Anderson, serta Jeff Bridges yang kembali memerankan Kevin Flynn, sang pencipta The Grid.
Kehadiran Bridges memberikan jembatan nostalgia bagi penggemar lama, sekaligus memperkuat koneksi antara kisah lama dan dunia baru Tron.
Beberapa pemeran pendukung lainnya termasuk Sarah Desjardins, Elizabeth Bowen, Jason Tremblay, Leigh Dickson, Shalyn Ferdinand, dan Brad Harder, yang masing-masing menambah warna dalam kisah penuh aksi dan filosofi ini.
Tron: Ares disutradarai oleh Joachim Rønning, yang sebelumnya dikenal lewat Maleficent: Mistress of Evil dan Pirates of the Caribbean: Dead Men Tell No Tales. Produksi film dimulai pada Januari 2024 di Vancouver dan rampung pada Mei 2024.
Film ini diproduseri oleh Sean Bailey, Jeffrey Silver, Justin Springer, Jared Leto, Emma Ludbrook, dan Steven Lisberger—pencipta asli dunia Tron, mengutip laporan Deadline.
Salah satu elemen paling menarik dari film ini adalah musiknya, yang digarap oleh band Nine Inch Nails dengan Trent Reznor dan Atticus Ross sebagai komposer sekaligus produser eksekutif.
Nuansa gelap dan atmosferik khas mereka memberi sentuhan baru yang intens pada dunia Tron.
Selain rilis reguler, Disney juga menyiapkan Tron: Ares dalam berbagai format premium seperti RealD 3D, 4DX, ScreenX, Dolby Cinema, dan IMAX. Keputusan ini memperlihatkan komitmen mereka untuk menghadirkan pengalaman menonton paling imersif dan berteknologi tinggi.
Dengan visual neon khas Tron, tema eksistensial yang relevan, dan deretan bintang besar, Tron: Ares siap menjadi salah satu film fiksi ilmiah paling ambisius tahun ini.
Film ini bukan hanya sekadar aksi visual spektakuler, tapi juga refleksi atas hubungan manusia dengan ciptaannya di tengah kemajuan teknologi yang semakin tak terbendung.
Film Tron: Ares tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2025.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.