Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Sinopsis Tempest: Drakor Disney+ paling dinanti tahun ini, soroti perempuan di lingkar politik

Dibintangi Jun Ji-hyun dan Gang Dong-won, Tempest tampil beda dengan menyoroti perempuan tangguh di pusaran kekuasaan—penggerak perubahan dari ajang diplomasi internasional hingga pemilu.

Sinopsis Tempest: Drakor Disney+ paling dinanti tahun ini, soroti perempuan di lingkar politik

Potongan adegan dalam drakor Tempest, memperlihatkan akting Jun Ji-hyun. (Foto: Dok. Walt Disney Company Korea)

12 Sep 2025 02:06PM (Diperbarui: 12 Sep 2025 04:59PM)

Serial paling dinanti tahun ini dari Disney+, Tempest, yang dibintangi dua bintang papan atas Jun Ji-hyun dan Gang Dong-won, akhirnya merilis tiga episode perdananya pada Rabu (10/9).

Drama ini dimulai dengan monolog yang menggugah dari mantan duta besar PBB, Seo Mun-ju (diperankan oleh Jun Ji-hyun), yang berkata, "Aku punya mimpi. Di mimpiku, aku adalah seorang laki-laki." 

Sementara suaminya, seorang kandidat presiden muda yang karismatik, menyampaikan pidato penuh semangat, Mun-ju berdiri di belakang. Namun perlahan, ia mulai mengambil alih sorotan, dari pinggir panggung menuju pusat perhatian.

Ditulis oleh Jeong Seo-kyeong, penulis skrip untuk film laris Decision to Leave, Tempest hadir bukan sekadar drakor bergenre thriller spionase.

Meskipun inti ceritanya berpusat pada perjalanan Mun-ju dan aliansinya dengan San-ho (Gang Dong-won), tentara bayaran tanpa kewarganegaraan, serial ini benar-benar mencuri perhatian lewat kehadiran para perempuan yang idealis, berani, dan pantang menyerah.

Kisahnya dimulai saat Mun-ju mengundurkan diri dari jabatannya sebagai diplomat dan kembali ke Korea Selatan untuk mendukung pencalonan suaminya sebagai presiden. Tapi semuanya berubah ketika seorang ekstremis dari kelompok anti-reunifikasi membunuh suaminya. 

Didorong oleh tekad untuk mencari kebenaran dan melanjutkan mimpi perdamaian sang suami, Mun-ju akhirnya memutuskan untuk maju sendiri sebagai calon presiden.

Dalam salah satu adegan mendebarkan, setelah berhasil keluar dari kereta yang dipasangi bom dengan bantuan San-ho, Mun-ju langsung berdiri di hadapan massa pendukungnya dan berkata:

"Beberapa orang bilang aku tidak bisa jadi presiden karena aku perempuan dan diplomat, tanpa latar belakang politik tradisional. Ada juga yang bilang aku tidak seharusnya mencalonkan diri lewat partai mendiang suamiku.

"Yang lain bilang aku tidak layak memimpin karena aku habiskan sebagian besar hidupku di luar Korea. Tapi kalian semua percaya aku bisa membawa perubahan, memperjuangkan reunifikasi damai, dan jadi presiden bagi mereka yang lemah, yang terlupakan, dan yang tak terdengar."

Poster Tempest, drama Korea yang tayang di Disney+. (Foto: Instagram/@disneypluskr)

Deklarasi penuh semangat itu membakar semangat massa dan menandai langkah awal Mun-ju yang berani ke dunia politik.

Kalau sebagian besar drama Korea masih menggambarkan laki-laki sebagai presiden, kingmaker, atau bintang politik, Tempest hadir dengan pendekatan baru. Peran-peran penting itu kali ini dimainkan oleh perempuan, cerminan dari perubahan iklim politik yang sedang terjadi.

Salah satu tokoh paling mencolok adalah ibu mertua Mun-ju, Im Ok-sun (Lee Mi-sook), seorang pengatur kekuasaan yang dingin dan penuh perhitungan. Ia bahkan tak ragu menjadikan anak-anaknya sebagai pion dalam permainan catur politiknya.

Setelah gagal mewujudkan ambisinya untuk menjadikan putranya sebagai presiden Korea, Ok-sun mengalihkan fokusnya ke Mun-ju. Dengan kelicikannya, ia menekan pimpinan partai dan menyingkirkan lawan-lawan politik yang mengancam jalan Mun-ju menuju kursi presiden.

Ia bahkan melatih Mun-ju untuk mengontrol citranya di mata publik: "Orang-orang melihatmu sebagai Joan of Arc, perempuan yang berdiri tanpa senjata di depan pistol demi melindungi suaminya. Kamu harus terus mempertahankan citra itu dan buat mereka meneteskan air mata untukmu."

Potongan adegan dalam drakor Tempest, memperlihatkan akting Lee Mi-sook. (Foto: Dok. Walt Disney Company Korea)

Tempest juga menabrak pakem lama dengan menjadikan presiden yang sedang menjabat adalah seorang perempuan: Chae Kyung-sin (Kim Hae-sook). Chae digambarkan sebagai pemimpin hangat dan rendah hati, tapi juga punya kekuatan batin yang tegas, sosok politisi karier sejati. 

Ia memperingatkan Mun-ju bahwa kekuasaan tertinggi sebenarnya ada di jalur-jalur diplomasi internasional yang jauh dari jangkauan Seoul.

Lengkapnya lagi, drama ini juga menghadirkan Lee Sang-hee sebagai Yeo Mi-ji, kepala staf Mun-ju yang juga sahabat setia sejak masa-masa mereka di luar negeri.

Mi-ji adalah teman sejati yang siap menemani Mun-ju dalam situasi paling berbahaya sekalipun.

Poster Tempest, drama Korea yang tayang di Disney+. (Foto: Dok. Disney+ Korea)

Dengan jajaran karakter perempuan kuat—dari kingmaker, idealis, hingga ahli strategi—Tempest hadir sebagai angin segar di lanskap drama politik Korea. 

Serial ini menawarkan visi baru tentang kepemimpinan, kekuasaan, dan perubahan—semua dari sudut pandang perempuan yang tak pernah takut menghadapi badai.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan