'Nyaris sempurna': Serial Netflix Adolescence banjir pujian, angkat isu toxic masculinity
Dengan teknik one-take tanpa henti, serial ini dipuji atas penggambaran tajam bahaya maskulinitas toksik dan radikalisasi daring di kalangan remaja laki-laki yang memicu kebencian terhadap perempuan.
Potongan adengan dalam serial Adolescence produksi Netflix. (Foto: Dok. Netflix)
Serial terbaru Netflix produksi Inggris berjudul Adolescence tengah menjadi perbincangan hangat dan menarik perhatian berbagai kalangan — mulai dari pengamat film yang memberikan "skor sempurna" untuk serial ini, hingga pujian dari Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer.
Mengusung isu toxic masculinity (maskulinitas beracun) dan dampaknya di era digital, drama empat episode ini menggali sisi gelap radikalisasi budaya "manosphere" — sebuah komunitas daring yang dipenuhi narasi maskulinitas dengan paham konservatif ekstrem dan hingga misoginis yang dapat berujung pada kebencian terhadap perempuan, bahkan pembunuhan perempuan (femisida).
Dengan teknik pengambilan gambar one-take panjang yang berlangsung tanpa henti, Adolescence menguliti tren budaya maskulinitas toksik di ranah digital yang tengah populer di Barat, memaksa penontonnya menyaksikan bahaya nyata dari fenomena ini.
Tayang perdana di Netflix Indonesia sejak 13 Maret 2025, serial Adolescence terdiri dari empat episode yang mengisahkan Jamie Miller, remaja laki-laki berusia 13 tahun dari Yorkshire yang diringkus polisi dini hari di rumahnya atas tuduhan membunuh teman sekelasnya, Katie Leonard.
Salah satu momen paling memilukan dalam serial ini adalah ketika Jamie terlihat ketakutan bahkan sampai mengompol saat polisi bersenjata menerobos kamarnya yang dihiasi wallpaper bertema luar angkasa — khas anak remaja. Detail ini mengingatkan kita bahwa di balik kekerasan yang terjadi, masih ada sosok anak laki-laki polos yang kebingungan.
Jamie terjerumus ke dalam pengaruh influencer misoginis dan menjadi korban perundungan daring karena dicap sebagai seorang "incel", singkatan untuk involuntary celibates, istilah yang disematkan kepada laki-laki yang sulit mendapatkan pacar dan menyalahkan perempuan.
Orang tuanya mengakui bahwa Jamie sering mengurung diri di kamar dan menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer. Mereka mengira anak mereka aman, padahal Jamie diam-diam mengalami radikalisasi.
Meskipun berkali-kali bersikeras bahwa dirinya tidak bersalah, Jamie kemudian tak dapat mengelak dari rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi penusukan kejam tersebut. Adolescence bukan kisah yang mencari "siapa pelakunya" (whodunit), melainkan "mengapa ini terjadi" (whydunit) dan mencoba menggali alasan di balik kejahatan tersebut.
Adolescence dirilis pada momen yang terasa sangat relevan dengan ramainya pemberitaan di media Inggris selama sembilan bulan terakhir: kisah tragis Kyle Clifford, seorang pemuda yang memperkosa dan membunuh kekasihnya, Louise Hunt (25), menggunakan crossbow setelah hubungan mereka berakhir tahun lalu.
Tak hanya Louise Hunt, Clifford juga membunuh saudari Louise, Hannah, dan ibu mereka, Carol, di rumah mereka di Hertfordshire. Belakangan terungkap bahwa Clifford sempat mendengarkan podcast Andrew Tate — seorang influencer penyebar paham manosphere — hanya beberapa jam sebelum melakukan aksi kejamnya.
Menurut laporan The Guardian gagasan awal serial ini berasal dari bintang utamanya, Stephen Graham, yang merasa ngeri dengan meningkatnya kasus kekerasan di Inggris, terutama ketika remaja laki-laki menjadi pelaku kejahatan brutal terhadap perempuan.
Pada tahun 2021, misalnya, remaja perempuan Ava White (12 tahun) tewas ditikam oleh seorang bocah laki-laki berusia 14 tahun di kota kelahiran Graham, Liverpool. Kejadian serupa terjadi lagi pada tahun 2023, ketika Elianne Andam (15 tahun) diserang dengan pisau dapur oleh Hassan Sentamu (17 tahun) di pusat perbelanjaan di Croydon.
"Kisah-kisah ini menyakitkan hati saya," ujar Graham. "Apa yang terjadi di masyarakat kita sehingga hal semacam ini menjadi kejadian yang semakin sering terjadi?"
Dalam satu dekade terakhir, jumlah remaja yang tewas akibat senjata tajam di Inggris meningkat hingga 240%. Dari sisi budaya, ini adalah kisah tentang pengaruh buruk media sosial yang menyebarkan perundungan siber, maskulinitas toksik yang dijejalkan pada remaja laki-laki hingga mereka merasakan amarah dan kebencian terhadap perempuan (misoginis).
Graham kemudian bekerja sama dengan penulis skenario Jack Thorne — rekan kreatifnya yang telah berkolaborasi dalam berbagai drama Inggris terkenal seperti This Is England, The Virtues, dan Help — untuk menciptakan drama yang mengupas fenomena mengkhawatirkan ini.
Selain Stephen Graham dengan kualitas akting yang mumpuni, Adolescence juga menjadi ajang bagi Ashley Walters untuk menunjukkan kemampuan akting yang gemilang.
Berbagai media melaporkan bahwa Walters bahkan sempat mempertimbangkan untuk berhenti dari dunia akting dan beralih ke belakang layar, tetapi Adolescence mengubah keputusannya — terutama karena kisahnya sangat personal baginya.
Walters pernah dijatuhi hukuman 18 bulan karena kepemilikan senjata api. Ia mengakui bahwa dirinya "menangis hampir setiap malam" saat membaca naskah Adolescence.
Sementara, Erin Doherty tampil memukau dalam adegan konfrontasi sebagai psikolog klinis Briony. Christine Tremarco memberikan akting yang mengharukan di episode terakhir sebagai Manda, ibu Jamie.
Namun, kejutan terbesar datang dari para aktor muda. Owen Cooper—yang baru berusia 15 tahun dan baru pertama kali berakting—sungguh luar biasa sebagai Jamie.
Ia mampu bertransisi dari sosok yang penuh simpati menjadi menakutkan, dari anak kecil yang kebingungan menjadi remaja yang dipenuhi amarah, sering kali dalam satu tarikan napas.
Debutnya ini langsung mengukuhkan dirinya sebagai aktor remaja bertalenta di industri film internasional.
Selain memiliki jajaran pemain dengan akting luar biasa, Adolescence juga banjir pujian berkat teknik visual one-take panjang yang berlangsung tanpa henti. Teknik kamera yang selalu mengikuti setiap adegan tanpa henti tak hanya menciptakan sensasi real-time yang menegangkan, namun juga cara efektif untuk meningkatkan pengalaman menonton yang mendalam.
Sejak dirilis, Adolescence berhasil mencatatkan angka penayangan luar biasa, mencapai 24,3 juta views hanya dalam empat hari pertama. Serial ini juga menduduki puncak tangga Netflix di 71 negara, mulai dari Chili hingga Vietnam.
Saat ini, Adolescence memegang rating 99% di Rotten Tomatoes dan mendapat ulasan lima bintang secara luas.
Kritikus The Guardian, Lucy Mangan, menyebutnya sebagai "tayangan TV yang paling nyaris sempurna selama beberapa dekade terakhir." Sementara Alan Sepinwall dari Rolling Stone menyebutnya sebagai "salah satu tayangan terbaik yang akan kamu saksikan di layar tahun ini."
Anggota parlemen dari Partai Buruh Inggris, Anneliese Midgley, menyerukan agar serial Adolescence diputar di parlemen dan sekolah-sekolah, dengan alasan bahwa tayangan ini dapat membantu melawan misogini serta kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mendukung gagasan tersebut, memuji Adolescence dan mengungkapkan bahwa ia menontonnya bersama anak-anak remajanya. Starmer menambahkan bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah sesuatu yang "mengerikan… masalah yang semakin berkembang… dan harus kita atasi," seperti dikutip oleh The Independent.
Bagi Stephen Graham, penyebaran budaya kebencian di internet berdampak besar bagi anak-anak dan remaja. Kepada CNN, Graham menyatakan "anak-anak kita kini tak hanya dibesarkan oleh orang tua, melainkan juga oleh internet."
Sementara dalam wawancaranya dengan The Tonight Show with Jimmy Fallon, Graham menekankan, "Kita semua bertanggung jawab—sistem pendidikan, pola asuh, komunitas, pemerintah, dan terutama media sosial."
Adolescence bukan hanya sebuah tontonan dramatis, tetapi juga cerminan dari realitas yang mengerikan saat ini.
Adolescence seakan menjadi peringatan keras tentang pentingnya menjauhkan remaja dari layar dan menyelematkan mereka dari jurang radikalisasi di ranah digital. Sebuah pengingat bahwa kontak manusia dan waktu bersama keluarga mungkin bisa menyelamatkan mereka.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.