Sinopsis film Materialists: Makcomblang terjebak cinta segitiga, pilih mantan kere atau pria tajir melintir?
Romcom ini bukan cuma lucu, tapi juga nyelekit: menyindir pedas soal cinta, uang, dan standar absurd kencan modern yang serba transaksional.
Foto promosi film Materialists dibintangi Dakota Johnson, Chris Evans, dan Pedro Pascal. (Foto: Dok. A24)
Sutradara dan penulis naskah film Past Lives yang populer, Celine Song, menyuguhkan karya terbarunya, film komedi romantis Materialists, dengan tiga nama besar Hollywood saat ini, yakni Dakota Johnson, Chris Evans dan Pedro Pascal.
Karya kedua Celine Song ini kembali menggali hubungan manusia dengan sentuhan emosional, satir sosial, dan visual yang memikat khas rumah produksi A24.
Berlatar dunia kencan elite di kota New York, Amerika Serikat, Materialists membawa penonton menyelami kisah cinta rumit yang melibatkan Lucy Mason (Dakota Johnson), seorang mantan aktris yang kini sukses sebagai makcomblang profesional di agensi perjodohan eksklusif bernama Adore.
Lucy memilih pensiun dini dari dunia akting setelah gagal merintis kariernya, dan justru menemukan kesuksesan sebagai pencari jodoh kalangan atas.
Di agensi Adore, ia dikenal punya reputasi tinggi dalam menjodohkan klien dengan daftar kriteria yang panjang dan sering kali mustahil.
Salah satunya adalah Sophie (Zoe Winters), klien yang dipaksa untuk menurunkan standar setelah berulang kali ditolak.
Lucy sendiri berprinsip hanya akan menikah dengan pria yang kaya raya, atau tetap melajang seumur hidup.
MEET-CUTE TAK TERDUGA
Satu momen di pernikahan klien mengubah arah hidup Lucy.
Di sana, ia bertemu dengan Harry Castillo (Pedro Pascal), saudara dari mempelai laki-laki. Harry, seorang broker kaya raya, langsung menunjukkan ketertarikan pada Lucy.
Namun, Lucy malah menyarankannya untuk menjadi klien Adore.
Tanpa diduga, Lucy juga dipertemukan kembali dengan mantan kekasihnya, John Finch (Chris Evans), yang kini bekerja sebagai pelayan katering sembari tetap berjuang di dunia seni peran.
Obrolan mereka pun membuka kenangan lama, terutama tentang bagaimana hubungan mereka kandas karena himpitan finansial.
Pertemuan itu membuat Lucy terjebak dalam dilema besar: memilih Harry yang stabil secara finansial dan tampak ideal, atau John, cinta lama yang masih menyala walau penuh ketidakpastian.
CINTA DALAM REPUTASI DAN JATI DIRI
Dilema cinta segitiga ini menjadi inti dari film Materialists.
Lucy harus mempertimbangkan antara kenyamanan finansial, kedalaman emosional, serta mempertaruhkan reputasi profesionalnya.
Keputusannya tak hanya akan memengaruhi kehidupan pribadinya, tetapi juga pekerjaannya sebagai makcomblang elite di New York.
Film ini juga menyelipkan kritik sosial yang tajam terhadap budaya kencan modern, hubungan yang transaksional, serta standar materialistik yang melekat pada relasi manusia masa kini.
Sejak adegan pembuka hingga akhir, Materialists menyajikan sindiran halus tapi menohok tentang cinta dan uang.
Lucy harus memilih antara kembali pada masa lalunya atau berlabuh kepada seorang pria kaya raya. Hubungannya dengan kedua pria tersebut membuat Lucy harus mempertimbangkan antara kenyamanan finansial, koneksi emosional, dan jati diri yang sebenarnya ia cari.
ROMCOM PENUH BINTANG
Selain Dakota Johnson, Chris Evans, dan Pedro Pascal, film ini juga dibintangi oleh Marin Ireland, Dasha Nekrasova, Louisa Jacobson, dan Eddie Cahill.
Film ini juga menjadi ajang pertemuan pertama antara Dakota dan Chris di layar lebar, yang membuat para penggemar genre romcom makin penasaran.
Sinematografi indah karya Shabier Kirchner memperkuat nuansa film yang elegan namun tetap mengena.
Sentuhan khas Studio A24 dan Celine Song menjanjikan drama romantis yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menggugah pemikiran.
Materialists tayang di bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2025.
Saksikan bagaimana Lucy menentukan pilihannya di tengah gemerlap dunia kencan kelas atas. Apakah cinta sejati lebih berharga dari segalanya?
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.