Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Netflix rilis film animasi Korea pertama Lost in Starlight, kisah cinta futuristik di Seoul

Bukan hanya menonjolkan romansa, Lost in Starlight disebut-sebut diproduksi dengan standar yang setara dengan produksi film Hollywood.

Netflix rilis film animasi Korea pertama Lost in Starlight, kisah cinta futuristik di Seoul

Potongan adengan dalam film animasi Korea pertama produksi Netflix, Lost in Starlight, yang tayang mulai tanggal 30 Mei 2025. (Foto: Dok. Netflix)

28 May 2025 01:56PM (Diperbarui: 28 May 2025 03:36PM)

Netflix siap bikin sejarah lewat film animasi Korea pertamanya yang berjudul Lost in Starlight. Mengangkat kisah cinta penuh emosi antara astronot ambisius dan musisi yang kehilangan impiannya, Lost in Starlight membawa penonton menjelajah gemerlap kota Seoul di tahun 2050 yang futuristik.  

Ditulis dan disutradarai oleh Han Ji-won, Lost in Starlight mengisahkan hubungan emosional antara seorang astronot ambisius yang bercita-cita menjelajahi Mars, Nan-young (Kim Tae-ri), dengan Jay (Hong Kyung), seorang musisi berbakat yang harus meninggalkan impiannya bermusik.

Pertemuan takdir mereka dimulai ketika Nan-young berusaha memperbaiki turntable peninggalan mendiang ibunya yang sangat berharga. 

Dari sana, mereka memulai perjalanan yang bukan hanya melintasi jalanan Seoul yang berkilau neon, tapi juga jarak emosional antara Bumi dan Mars.

Sebagai sutradara dan penulis, Han menjelaskan makna di balik judul film ini dan bagaimana tema cinta menjadi inti cerita.

"Ini tentang jarak yang jauh, seperti Mars dan Bumi," ungkap Han kepada wartawan di Seoul, Selasa (27/5), dikutip dari The Korea Times.

"Ini memang kisah cinta, tapi juga tentang perpisahan yang terjadi di saat cinta itu baru mulai tumbuh. Dalam film ini, perpisahan bukan hanya soal jarak fisik. Ini tentang mengatasi luka pribadi dan trauma melalui cinta."

Potongan adengan dalam film animasi Korea pertama produksi Netflix, Lost in Starlight, yang tayang mulai tanggal 30 Mei 2025. (Foto: Dok. Netflix)

PRODUKSI SETARA HOLLYWOOD

Bukan hanya menonjolkan romansa, Lost in Starlight diproduksi dengan standar yang setara dengan produksi film Hollywood

Tim animasinya bekerja erat dengan para aktor, menangkap performa langsung mereka untuk menghadirkan emosi yang mendalam untuk tiap karakter.

"Kami ingin animator yang benar-benar bisa menangkap kekayaan emosi dari para aktor. Pendekatan kami terinspirasi dari studio-studio besar di Hollywood, tapi kami adaptasi dengan gaya kami sendiri: menggabungkan referensi live-action dengan animasi 2D," jelas sutradara berusia 36 tahun itu.

Bagi Kim dan Hong, Lost in Starlight menjadi pengalaman pertama mereka dalam dunia pengisi suara.

"Waktu pertama ditawari, rasanya seperti mimpi. Tapi jujur, aku juga khawatir karena voice acting bukan bidangku. Setelah berdiskusi dengan sutradara dan membaca naskahnya, aku jadi yakin. Visi sutradaranya sangat jelas dan aku penasaran bagaimana semua ini akan diwujudkan," ujar Kim.

Kim menambahkan bahwa pengisi suara menjadi tantangan yang mendebarkan.

"Voice acting membutuhkan napas dan emosi yang berbeda, terutama di adegan-adegan yang intens. Aku bahkan mengambil les bahasa Inggris Amerika untuk menjiwai karakter Nan-young sebagai ilmuwan luar angkasa profesional."

Hong juga sependapat, dan mengatakan latar Seoul masa depan membuatnya tertarik ikut terlibat.

"Naskahnya sangat memikat, dan latar tahun 2050 langsung memicu imajinasiku. Aku ingin melihat bagaimana dunia unik ciptaan sang sutradara akan diwujudkan, jadi aku mengambil tantangan ini," kata Hong.

Han berusaha menunjukkan perpaduan antara masa lalu dan masa depan Seoul dalam film ini, mencerminkan kecintaannya pada kota tersebut.

"Aku suka bagaimana Seoul memadukan masa lalu dan masa depan. Tempat-tempat seperti Sewoon Plaza punya aura retro sekaligus futuristik, jadi kami pilih sebagai latar utama. Kami juga ingin menangkap suasana bar dan kafe yang dinikmati generasiku di Euljiro, kawasan pusat kota Seoul," jelas Han.

Lost in Starlight akan tayang perdana pada 30 Mei di Netflix.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan