A Knight of the Seven Kingdoms, prekuel GoT yang tampilkan Westeros tanpa naga dan takhta
Serial ini menyuguhkan petualangan hangat dua sahabat di Westeros, tanpa intrik politik dan perebutan kekuasaan khas Game of Thrones.
Peter Claffey memerankan tokoh Ser Duncan "Dunk" the Tall (kiri), sementara Dexter Sol Ansell memerankan pengawalnya, Egg (kanan) dalam serial A Knight of the Seven Kingdoms. (Foto: Dok. HBO)
HBO memperluas semesta Game of Thrones melalui serial prekuel terbarunya, A Knight of the Seven Kingdoms. Jika prekuel lainnya, House of the Dragon (HotD), terjadi sekitar 200 tahun sebelum cerita di Game of Thrones (GoT), serial A Knight of the Seven Kingdoms (AKotSK) berlatar belakang sekitar 90 tahun sebelum kisah di GoT.
Berlatarkan hampir satu abad sebelum GoT, A Knight of the Seven Kingdoms tak lagi menampilkan intrik kekuasaan. Sebaliknya, serial ini menyusuri perjalanan seorang ksatria pengembara bernama Ser Duncan "Dunk" the Tall (Peter Claffey), dan pengawalnya, Egg (Dexter Sol Ansell).
Dengan cerita coming-of-age yang lebih hangat, serial ini menjanjikan sisi Westeros yang jarang terlihat sebelumnya.
Tentu bukan Westeros namanya jika tak ada berbagai karakter dari keluarga kerajaan yang sudah terkenal di semesta ini. Penonton bisa menyaksikan tokoh-tokoh dari House Targaryen yang pada periode ini masih berkuasa, House Lannister serta Baratheon.
KISAH DUA SAHABAT
Dalam sinopsisnya, AKotSK menampilkan Westeros yang sudah sangat berbeda dari kita kenal melalui GoT dan HotD. Dalam serial ini, tidak ada naga, white walkers, aksi sihir, maupun intrik perebutan takhta.
Sebaliknya, serial ini memilih untuk menyoroti kehidupan orang-orang biasa yang hidup di semesta GoT.
"Ini mirip seperti Inggris abad ke-14," kata showrunner Ira Parker, dikutip dari Entertainment Weekly.
"Ini adalah kisah ksatria abad pertengahan yang keras, penuh kerja kasar, dingin, brutal, tapi dengan sentuhan ringan yang penuh harapan. Cerita orang biasa yang luar biasa," ucapnya.
"Kami memulai serial ini dari bawah, benar-benar dari nol," lanjut Parker.
"Tidak ada para bangsawan, raja atau ratu. Kami menampilkan versi dunia yang benar-benar berbeda dari dunia yang selama ini dikenal banyak orang terasa sangat, sangat menarik," ungkapnya.
Season 1 serial ini akan mengadaptasi The Hedge Knight, bagian pertama dari trilogi buku Dunk and Egg yang dirilis pada 1998.
Judul tersebut merujuk pada profesi sang tokoh utama, Dunk, ksatria pengembara yang mencari nafkah dengan menawarkan jasa kepada siapa pun yang membutuhkan, tentu saja dengan bayaran.
Dunk berangkat untuk mengikuti turnamen Ashford Meadow demi mengikuti jejak mendiang mentornya, Ser Arlan, sekaligus mencari uang.
Dalam perjalanannya, Dunk bertemu dan kemudian memiliki seorang pengawal bernama Egg. Pertemuan ini memicu rangkaian peristiwa dengan dampak besar ke seluruh dunia.
A Knight of the Seven Kingdoms akan tayang perdana pada Minggu, 18 Januari 2026 di HBO.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.