Sinopsis The King's Warden yang tembus 16 juta penonton di Korea, terasa relevan dengan kondisi sekarang
Berlatar kudeta di Dinasti Joseon, film ini berhasil menjadi film terlaris ketiga sepanjang masa di Korea Selatan, dengan raihan jumlah penonton yang terus bertambah.
Potongan adegan dalam film Korea bertema sejarah, The King's Warden. (Foto: Dok. Showbox)
Film terbaru Korea bernuansa sejarah, The King's Warden, resmi meraih 16 juta penonton di box office Korea Selatan pada Minggu (5/4) menurut distributor Showbox. Film yang juga akan tayang di Indonesia ini kini menjadi film terlaris ketiga sepanjang masa di Korea, dengan jumlah penonton yang diperkirakan masih terus bertambah.
The King's Warden menembus angka 16 juta penonton sekitar dua bulan setelah dirilis di Korea pada 4 Februari 2024. Pencapaian ini tepat di bawah film epik perang The Admiral: Roaring Currents rilisan tahun 2014 dengan 17,6 juta penonton dan film aksi-komedi Extreme Job rilisan 2019 yang meraih 16,2 juta penonton.
Disutradarai oleh Jang Hang-jun, popularitas film ini sangat terkait dengan topiknya, yaitu kudeta kekuasaan pada tahun 1453, ketika Korea masih berada dalam masa Dinasti Joseon.
Topik ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat Korsel saat ini yang masih mengingat jelas kondisi negaraanya usai deklarasi darurat militer oleh mantan Presiden Yoon Suk Yeol pada akhir Desember 2024 lalu.
SINOPSIS THE KING'S WARDEN
Film The King's Warden menghadirkan ulang peristiwa sejarah dengan mengikuti persahabatan tak terduga antara kepala desa Eom Heung-do (Yoo Hai-jin) dan Raja Danjong (Park Ji-hoon) dari Dinasti Joseon (1392-1910) yang telah dilengserkan, selama masa pengasingan sang raja.
Popularitas film ini sangat terkait dengan topiknya, yaitu kudeta tahun 1453 ketika Pangeran Agung Suyang, yang kemudian menjadi Raja Sejo, mengasingkan keponakannya Raja Danjong dan merebut takhta untuk dirinya sendiri.
Konsultan sejarah di Korea University, Kim Soon-nam, menilai film tentang kudeta ini terasa sangat relevan bagi penonton modern di Korea Selatan.
"Itu masih relevan hingga saat ini, dan tampaknya menjadi lebih signifikan sejak deklarasi darurat militer pada Desember 2024," kata Kim, dikutip dari The Korea Times.
Produser Park Yoon-ho mengatakan bahwa penonton tampaknya dapat ikut terhanyut dengan jalan cerita yang menawarkan kisah pertaruhan personal dan politik yang dihadapi para karakter dalam film ini.
"Sepertinya mereka lebih berempati pada pilihan, keheningan, dan tanggung jawab seorang manusia, bukan hanya melihat alur sejarah," ujar Park.
"Semua orang pasti pernah mengalami momen goyah di hadapan kekuasaan atau hal yang terasa tidak masuk akal setidaknya sekali, tetapi aku rasa film ini menyentuh hati banyak orang dengan mempertanyakan pilihan apa yang diambil dalam momen seperti itu," lanjutnya.
Pengamat film Korea, Kim Hyung-ho, menilai bahwa lonjakan penjualan tiket dipicu oleh kuatnya promosi dari mulut ke mulut serta kembalinya penonton ke bioskop.
"Sepertinya jumlah penonton meningkat pesat karena penonton yang sebelumnya jarang ke bioskop, sejak Exhuma dan The Roundup: Punishment dua tahun lalu, kini kembali [ke bioskop]," kata Kim.
Kesuksesan film ini sekaligus memvalidasi formula blockbuster Korea abad ke-21 yang menggabungkan elemen mengharukan dengan komedi.
Film ini mengikuti jejak tematik dari karya populer seperti film The King and the Clown, Masquerade, dan film hits tahun 2013, The Face Reader, yang berhasil meraup 9,13 juta penonton.
Pariwisata regional juga ikut terdongkrak berkat popularitas film ini. Yeongwol County di Provinsi Gangwon, yang menjadi lokasi syuting utama, termasuk Cheongnyeongpo dan makam Raja Danjong, dikunjungi sekitar 26.000 wisatawan selama akhir pekan lalu.
Angka pengunjung selama long weekend tiga hari itu saja sudah setara dengan 10 persen dari total pengunjung tahunan lokasi tersebut, yang mencapai 260.000 pada tahun sebelumnya.
Film The King's Warden akan tayang di bioskop Indonesia mulai Rabu, 8 April 2026.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.