Sinopsis film Superman versi James Gunn: Lebih berdarah, ajaib, dan punya anjing terbang!
Di tangan sutradara Guardians of the Galaxy ini, film Superman (2025) menampilkan Man of Steel yang terasa segar dan berbeda dengan David Corenswet sebagai Clark Kent.
Salah satu adegan dalam film Superman (2025) yang dibintangi David Corenswet. (Foto: Dok. Warner Bros)
Superman balik lagi ke layar lebar, tapi kali ini bukan sekadar pahlawan super dengan jubah merah berhati mulia. Di tangan sutradara tenar James Gunn, sang Man of Steel tampil lebih manusiawi, berdarah-darah, dan... punya anjing terbang!
Film Superman terbaru menjanjikan suguhan penuh aksi, keajaiban, dan nostalgia yang dibalut dengan sentuhan unik khas sang sutradara nyentrik.
Film ini bercerita tentang perjalanan hidup Clark Kent (David Corenswet), seorang jurnalis muda yang bekerja di harian Daily Planet. Sejak bayi, ia tinggal di Bumi setelah dikirim oleh kedua orang tuanya dari planet asalnya, Krypton.
Clark dibesarkan oleh pasangan Jonathan dan Martha Kent di sebuah kota kecil bernama Smallville, Kansas. Ia tumbuh menjadi sosok yang memegang teguh nilai-nilai moral dan kemanusiaan, meskipun menyadari sejak bahwa dirinya memiliki kekuatan luar biasa, seperti kemampuan terbang, kekuatan fisik yang luar biasa dan penglihatan tembus pandang.
Di balik pekerjaannya sebagai jurnalis, Clark juga menjalani identitas rahasianya sebagai Superman, pahlawan super yang melindungi umat manusia dari berbagai bahaya. Ia pun turun tangan untuk membela warga Jarhanpur dari serangan pasukan militer Boravia.
Kondisi ini dimanfaatkan oleh Lex Luthor (Nicholas Hault), seorang taipan dan pengusaha di bidang teknologi, yang menganggap Superman sebagai ancaman besar. Luthor menyusun strategi untuk menyingkirkan Superman dengan segala cara, termasuk mengerahkan berbagai kekuatan dan pengaruh yang dimilikinya.
James Gunn merupakan penulis dan sutradara di balik film Guardians of the Galaxy yang nyeleneh namun sangat populer. Dalam wawancara terbaru, Gunn mengaku ia harus bergulat dengan berbagai ide sebelum akhirnya menemukan cara menyajikan versi baru Superman untuk layar lebar.
Gunn mengungkapkan ia sadar betul sudah banyak pendekatan yang digunakan untuk menggambarkan sosok pahlawan mulia ini sejak pertama kali muncul pada tahun 1938, dimulai dari komik, lalu serial radio, acara televisi, hingga film layar lebar.
Tantangan terbesarnya? Menyuguhkan sesuatu yang terasa segar bagi generasi penonton film saat ini, sekaligus menghidupkan kembali kejayaan DC Studios milik Warner Bros Discovery.
Visinya, yang dituangkan dalam film berjudul simpel Superman, mulai tayang di bioskop Indonesia pada hari ini, Rabu (9/7), dan menyusul di Amerika Serikat dan Kanada pada Jumat (11/7).
Dalam adegan pembuka film, Superman—yang untuk pertama kalinya diperankan oleh David Corenswet—tampil berdarah-darah usai sebuah perkelahian.
Gambaran ini jelas sangat berbeda dari citra Man of Steel yang selama ini dikenal nyaris sempurna.
"Aku ingin mengambil karakter Superman dan memfokuskan pada bagian dirinya yang belum pernah benar-benar kita lihat sebelumnya," ujar Gunn, dikutip dari Reuters.
Gunn membangun dunia Superman dengan elemen-elemen dari komik yang sejak kecil sudah memikat imajinasinya.
Menurutnya, Superman hidup dalam dunia yang dipenuhi "teman-teman sesama pahlawan super, monster raksasa, anjing terbang, robot, dan berbagai hal ajaib lainnya."
Film ini juga memperkenalkan kembali sahabat berkaki empat Superman: seekor anjing super bernama Krypto yang pertama kali muncul dalam komik tahun 1955.
Versi terbarunya kali ini terinspirasi langsung dari anjing peliharaan James Gunn di kehidupan nyata—seekor anjing penyelamat yang dikenal nakal.
Warner Bros sangat berharap film Superman ini bisa menandai era baru bagi DC Studios, yang selama ini kesulitan mengejar kesuksesan semesta superhero milik Marvel yang berada di bawah payung Walt Disney.
Gunn—yang sebelumnya menyutradarai trilogi Guardians untuk Marvel—diangkat menjadi co-CEO DC Studios bersama produser Peter Safran sejak tahun 2022.
Keduanya telah menyusun rencana jangka panjang yang mencakup film Supergirl yang dijadwalkan tayang pada Juni 2026, film bertema Swamp Thing, serta berbagai serial untuk HBO Max.
Tokoh-tokoh ikonik seperti Wonder Woman dan Batman juga direncanakan akan kembali hadir di bioskop.
Namun Gunn menekankan bahwa estetika visual dalam film Superman ini tidak serta-merta menjadi template untuk semua proyek DC Studios ke depan.
"Aku ingin memastikan bahwa setiap proyek punya rasa dan identitasnya sendiri," kata Gunn.
"Kita sedang menggarap Clayface, dan nuansanya sangat berbeda dari film ini. Itu film horor rating-R. Kita juga punya Lanterns, serial untuk HBO yang sangat terasa seperti serial khas HBO—membumi dan cukup brutal. Lalu ada Peacemaker, serial dewasa dengan emosi yang kuat dan penuh komedi," ungkapnya.
Gunn mengakui bahwa dirinya merasa memikul tanggung jawab besar untuk menghasilkan film hit.
"Aku terus-menerus merasa tertekan," aku Gunn. "Itu yang cukup berat."
Namun setelah melihat reaksi awal dari penonton terhadap filmnya, ia pun merasa lega.
"Aku mulai merasa cukup optimis," ujarnya. "Rasanya menyenangkan. Aku bisa melihat dampak film ini terhadap penonton."
Gunn mengakui bahwa dirinya merasa memikul tanggung jawab besar untuk menghasilkan film hit.
"Aku terus-menerus merasa tertekan," aku Gunn. "Itu yang cukup berat."
Namun setelah melihat reaksi awal dari penonton terhadap filmnya, ia pun merasa lega.
"Aku mulai merasa cukup optimis," ujarnya. "Rasanya menyenangkan. Aku bisa melihat dampak film ini terhadap penonton."
Film Superman (2025), mulai tayang pada hari ini, Rabu (9/7), di bioskop Indonesia.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.