Isu bullying berbalut horor slasher dalam Qorin 2, Fedi Nuril tampil seram dengan celak hitam
Qorin 2 juga menghadirkan penampilan terakhir mendiang Epy Kusnandar yang beradu peran dengan putranya, Quentin Stanislavski.
Poster film Qorin 2 menampilkan akting Fedi Nuril, sebagai ayah yang membalas dendam aksi bullying terhadap putranya. (Foto: Dok. Rapi Films)
Film Qorin 2 menghadirkan kisah gelap tentang seorang ayah yang menempuh jalan tak lazim demi melindungi anaknya dari perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Film horor ini meramu isu sosial dalam cerita yang jauh lebih intens dari pendahulunya.
Film Indonesia garapan sutradara Ginanti Rona ini mengangkat kisah keluarga korban bullying yang dilakukan anak-anak pejabat di suatu desa. Naskah yang ditulis oleh Lele Laila ingin mengangkat bahwa aksi kekerasan hanya akan menimbulkan kekerasan lainnya, kali ini dengan bantuan roh jahat.
Digarap oleh Rapi Films dengan produser Susanti Dewi dan Sunil Samtani, film Qorin 2 berkisah tengang Makmur (Fedi Nuril), seorang pemulung yang tinggal bersama anak semata wayangnya, Jaya (Ali Fikry). Di sekolah SMA-nya, Jaya menjadi korban kekerasan dan perundungan yang dilakukan anak-anak pejabat desa.
Guru Bimbingan Konseling, Fitri (Wavi Zihan), mulai mencurigai adanya perundungan serius dan berusaha membantu menyelesaikannya. Namun, upaya tersebut justru membuat situasi semakin buruk.
Setelah para pelaku dipanggil, Jaya dirundung dengan intensitas lebih parah hingga menimbulkan luka fisik dan pelecehan yang tak terkendali.
Saat kondisi Jaya makin memburuk, Makmur melaporkan kasus itu ke pihak berwenang. Tetapi upaya hukum tak membuahkan keadilan karena sekolah memilih bungkam demi menjaga nama baik.
Di tengah frustrasi dan rasa putus asa, Makmur memilih langkah ekstrem dengan memanggil jin qorin demi membalas perlakuan kejam yang diterima anaknya.
Dalam proses ini, kampung tempat mereka tinggal berubah suram, khususnya setelah kemunculan sosok misterius berponco yang mengintai nyawa warga.
Produser Sunil Samtami menegaskan bahwa penonton yang belum menyaksikan film pertamanya tetap dapat mengikuti Qorin 2.
"Pada dasarnya, benang merah dari film Qorin dan Qorin 2 adalah bagaimana seseorang memanggil jin qorin, dengan ritual yang ada," ujarnya, dikutip dari laporan Tempo.
Namun, Sunil menambahkan bahwa sekuel ini mengangkat tema yang sangat dekat dengan kondisi sosial masa kini, yaitu bullying di lingkungan sekolah.
Ginanti Rona yang kembali menyutradarai Qorin 2 menjelaskan bahwa skala film ini meningkat dibanding pendahulunya.
"Film Qorin 2 jauh lebih intens dibanding yang pertama. Secara pendekatan teknis juga ada peningkatan level baik secara skala produksi hingga artistiknya," tuturnya.
Ia juga menyebut proses penggarapan film terasa menyenangkan karena cerita dan dunia Qorin 2 lebih luas, dengan fokus tak hanya pada horornya, tetapi juga perkembangan karakter.
Ginanti turut mengungkapkan bagaimana peran Makmur dan karakter lain dibayangkan sejak tahap penulisan.
"Bekerja sama dengan aktor yang bertalenta, jadi pada saat proses penulisan skenario sebenarnya sudah membayangkan karakter yang akan bermain misalnya seperti Makmur kami diskusi bagaimana kalau kami cari aktor yang belum pernah punya peran begini dan yang muncul adalah Fedi Nuril, yang sangat berbeda dengan filmnya yang lain," ujarnya.
Ia menambahkan, karakter Fitri yang diperankan Wavi Zihan memegang peran vital, bukan hanya sebagai pendukung, tetapi sebagai penggerak cerita.
Tokoh Jaya pun digambarkan memiliki rentang emosi yang luas sebagai korban perundungan sehingga pengambilan gambar harus sangat hati-hati.
Penulis skenario Lele Laila mengungkapkan inspirasi penempatan Makmur dan Jaya sebagai korban datang dari percakapan dengan suaminya.
"Suamiku yang bilang, memangnya korban harus perempuan ya laki juga bisa jadi korban. Nemu lah ide tentang perundungan dan menyoroti kisah perjuangan ayah yang melindungi anaknya sebagai korban," tuturnya.
Aktor Fedi Nuril pun ikut menarik perhatian publik karena tampil memakai eyeliner, atau yang biasa disebut celak hitam, sebagai riasan matanya. Fedi mengaku tak punya alasan khusus mengenakannya.
"Saya benar-benar enggak punya alasan khusus kenapa saya ingin pakai celak. Ya seniman tuh biasanya ngikutin kata hati ya. Saya ikutin," ujarnya, dikutip dari Kompas.
Qorin 2 juga menghadirkan penampilan terakhir mendiang Epy Kusnandar yang berperan sebagai kepala sekolah, serta keikutsertaan putranya, Quentin Stanislavski.
Film ini Qorin 2 tayang di bioskop mulai Kamis, 11 Desember 2025, menyatukan elemen horor, kritik sosial, dan drama keluarga yang penuh emosi.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.