Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Film One Battle After Another: Comeback Leonardo DiCaprio yang paling bikin merinding

DiCaprio dan Sean Penn beradu akting dalam film aksi sarat satire sosial dengan drama keluarga menyentuh dan visual sinematik memukau,  yang diprediksi akan meraih banyak awards.

Film One Battle After Another: Comeback Leonardo DiCaprio yang paling bikin merinding

Potongan adegan film One Battle After Another, menampilkan akting Leonardo DiCaprio. (Foto: Dok. Warner Bros Studio)

24 Sep 2025 03:40PM (Diperbarui: 24 Sep 2025 03:43PM)

Film One Battle After Another menjadi karya terbaru Paul Thomas Anderson (PTA), yang kali ini menggandeng Leonardo DiCaprio sebagai pemeran utama. 

Terinspirasi dari novel Vineland (1990) karya Thomas Pynchon, film ini hadir sebagai thriller aksi-politik dengan nuansa satire yang terasa relevan di tengah ketegangan global saat ini. 

Film ini mengisahkan Bob Ferguson (Leonardo DiCaprio), mantan anggota gerakan revolusioner French 75. 

Setelah meninggalkan masa lalunya, ia memilih hidup damai di kota kecil, mengurus kebun, dan membesarkan putrinya, Willa Ferguson (Chase Infiniti), bersama istrinya, Perfidia Beverly Hills (Teyana Taylor). 

Namun ketenangan itu runtuh ketika Bob mendengar kabar bahwa Kolonel Steven J. Lockjaw (Sean Penn), musuh lamanya, kini bangkit sebagai politikus berpengaruh.

Ancaman tersebut berubah nyata ketika mobil-mobil asing mulai mengitari rumahnya. 

Potongan adegan film One Battle After Another, menampilkan akting Sean Penn. (Foto: Dok. Warner Bros Studio)

Lockjaw bahkan menargetkan Willa dengan menyerang sekolahnya, membuat Bob tidak punya pilihan selain kembali ke jalur perlawanan. 

Ia lalu menghubungi kawan lamanya, termasuk Deandra (Regina Hall), aktivis komunitas, dan Sergio St. Carlos (Benicio del Toro), ahli bela diri nyentrik yang dijuluki Sensei Segio.

Pertempuran sengit pun terjadi. Lockjaw tidak hanya ingin menghabisi Bob, tetapi juga menghancurkan keluarganya. 

Di tengah kekacauan, hubungan Bob dan Willa yang sempat renggang mulai pulih, terutama saat Willa menyadari dirinya bagian penting dari perjuangan sang ayah.

PERTARUNGAN IDEOLOGI 

Film ini tidak sekadar menampilkan duel fisik. Konfrontasi Bob dan Lockjaw juga memperlihatkan benturan ideologi. 

French 75 digambarkan sebagai simbol perlawanan terhadap otoritarianisme, sementara Lockjaw mewakili supremasi kulit putih dan ambisi membangun "tatanan baru."

Sejak menit pertama, One Battle After Another berani menyajikan latar distopia Amerika Serikat sebagai negara polisi fasis. Imigran ditangkap, aparat militer dan polisi melebur jadi kekuatan otoriter, hingga kelompok nasionalis-agamis yang merancang sistem represif.

Potongan adegan film One Battle After Another, menampilkan akting Leonardo DiCaprio. (Foto: Dok. Warner Bros Studio)

Anderson mememperlihatkan gambaran bahwa xenofobia dan rasisme kini menguat, menjadikan film ini sebagai sindiran keras terhadap pasifnya masyarakat menghadapi otoritarianisme.

Dari sisi teknis, PTA bersama sinematografer Michael Bauman menggunakan format VistaVision yang imersif, membawa penonton serasa ikut masuk ke dalam kelompok French 75. 

Sepanjang 2 jam 42 menit, film ini memadukan humor absurd, drama keluarga, hingga adegan aksi tanpa kehilangan tempo.

One Battle After Another meraih skor kritikus 97 persen dari 104 ulasan di Rotten Tomatoes, menjadi capaian tertinggi sepanjang karier Paul Thomas Anderson maupun Leonardo DiCaprio. 

Film ini bahkan diprediksi akan membawa pulang banyak penghargaan di musim mendatang.

Film One Battle After Another tayang di Indonesia mulai Rabu, 24 September 2025. 

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan