Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Sinopsis film horor Pabrik Gula, raup cuan Rp111 miliar jelang tayang di AS

"Horor itu bersifat universal, tapi cerita yang kami sampaikan berakar pada tanah kami, ketakutan kami, dan mitos kami," ujar sang sutradara.

Sinopsis film horor Pabrik Gula, raup cuan Rp111 miliar jelang tayang di AS

Poster film Pabrik Gula karya sutradara Awi Suryadi produksi MD Pictures. (Foto: Instagram/@pabrikgulafilm)

09 Apr 2025 03:33PM (Diperbarui: 09 Apr 2025 03:39PM)

Horor Indonesia kini punya juara box office baru. Pabrik Gula, film horor terbaru dari sutradara Awi Suryadi, secara resmi dinobatkan sebagai film terlaris di Indonesia sepanjang tahun 2025, dengan pendapatan domestik mencapai US$7 juta atau sekitar Rp111 miliar.

Thriller supranatural ini diproduksi oleh MD Pictures bekerja sama dengan EST Studios dan N8 Studios. Pabrik Gula berhasil memukau penonton Asia Tenggara dengan visual atmosferik, narasi yang sarat mitos lokal, serta teror yang tiada henti. 

Terinspirasi dari sejumlah legenda Indonesia, kisah menyeramkan ini mengangkat kisah para pekerja musiman yang terjebak di sebuah pabrik gula tua dan angker di pedalaman Jawa, tempat mereka harus berhadapan dengan makhluk supranatural yang jahat.

"Kesuksesan Pabrik Gula membuktikan bahwa penonton haus akan horor yang berakar pada budaya," ujar Manoj Punjabi, CEO MD Pictures, dikutip dari Variety. 

"Ini lebih dari sekadar pencapaian box office — ini membuktikan bahwa kisah-kisah Indonesia layak hadir di panggung dunia."

Larisnya film ini terjadi hanya dalam hitungan beberapa pekan sebelum peluncurannya di bioskop-bioskop Amerika Serikat pada 18 April 2025, setelah pemutaran perdana di AMC The Grove, Los Angeles, pada 26 Maret 2025 lalu. 

Penayangan perdana tersebut dihadiri para penggemar horor Hollywood dan selebritas ternama, termasuk penulis franchise The Conjuring, Carey W. Hayes, aktris American Pie Tara Reid, Colton Tran dari The Sex Lives of College Girls, dan aktor 1923 Sebastien Roché. 

Konsul Jenderal RI, Purnomo Ahmad Chandra, juga turut hadir, menyoroti pentingnya film Indonesia dalam aspek budaya dan diplomasi.

"Horor itu bersifat universal, tapi cerita yang kami sampaikan berakar pada tanah kami, ketakutan kami, dan mitos kami."

Dengan rencana rilis luas di bioskop-bioskop Amerika, Pabrik Gula menargetkan posisi di antara film-film horor internasional ikonis seperti The Ring, Train to Busan, dan Hereditary, dengan menyajikan sentuhan horor khas Asia Tenggara yang tak jarang membuat penonton merinding. 

Awi Suryadi, yang telah mengukuhkan dirinya sebagai salah satu sutradara genre terkomersial di Indonesia — termasuk lewat film terlaris sepanjang masa KKN di Desa Penari — menekankan pentingnya menyatukan unsur tradisional dengan gaya bercerita modern:

"Horor itu bersifat universal, tapi cerita yang kami sampaikan berakar pada tanah kami, ketakutan kami, dan mitos kami. Itulah yang membuat Pabrik Gula berbeda — ia sangat Indonesia, namun juga sangat manusiawi," ujar Suryadi.

Film Pabrik Gula tayang di bioskop Indonesia sejak 31 Maret 2025.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan