Film Good News di Netflix sulap bandara Seoul jadi Pyongyang, angkat satire politik dan humor gelap
Lewat kisah pembajakan pesawat, film ini mengaburkan batas antara kebenaran dan kebohongan. Banyak penonton menyebutnya, "film Korea terbaik di Netflix".
Salah satu adegan dalam film Good News. (Foto: Dok. Netflix)
Apa jadinya kalau Bandara Pyongyang sebenarnya adalah Bandara Internasional Gimpo di Seoul yang disulap lengkap dengan bendera Korea Utara, tentara berseragam, dan para penyambut membawa bunga?
Itulah premis berani dari Good News, film terbaru garapan sutradara Byun Sung-hyun yang tayang di Netflix dan menuai pujian berkat satire politik yang gelap nan tajam serta narasi yang penuh kejutan.
Kisahnya mengikuti rencana untuk menipu sembilan anggota faksi sayap kiri ekstrem Jepang, Red Army Faction, yang membajak penerbangan Japan Air Lines dari Tokyo menuju Pyongyang.
Mereka dibuat percaya bahwa pesawat benar-benar mendarat di Korea Utara, padahal sesungguhnya diarahkan ke Bandara Internasional Gimpo di Seoul, Korea Selatan.
Saat pesawat mulai turun dan para pembajak yakin mereka hampir tiba di Pyongyang, perlahan mereka mulai curiga ada yang tidak beres.
Terinspirasi dari pembajakan Yodogo yang terjadi pada Maret 1970, film Good News menafsirkan kembali peristiwa itu lewat lensa khas Byun. Sutradara yang dikenal lewat The Merciless (2017), Kingmaker (2022), dan Kill Boksoon (2023) ini memadukan ketegangan politik dan humor gelap dalam thriller satir yang segar.
"Ide awalnya muncul dari keinginan membuat cerita yang dimulai dengan sebuah kutipan dan berakhir dengan mempertanyakan kebenarannya—semacam kritik terhadap otoritas dan birokrasi," ujar Byun, dikutip dari The Korea Times.
"Saat aku menemukan kisah pembajakan Yodogo, rasanya cocok sekali dengan tema itu," ungkapnya.
Film ini dibuka dengan kalimat, "Kebenaran kadang bersembunyi di sisi gelap bulan, tapi itu bukan berarti sisi terangnya menjadi sebuah kebohongan," yang dikutip dari seorang filsuf fiktif bernama Truman Shady dan dibacakan oleh Nobody, sosok misterius yang diperankan Sul Kyung-gu.
Judulnya yang paradoksal, Good News, menggambarkan tema besar film ini: kaburnya batas antara kebenaran dan kebohongan.
Tema itu hadir melalui dua kubu utama—para pembajak idealis yang mengejar utopia komunis, dan Letnan Angkatan Udara Seo Go-myeong (diperankan Hong Kyung), yang ditugaskan untuk menipu mereka agar mendarat di Gimpo, bukan di Pyongyang.
"Aku ingin menangkap rasa bosan dan frustrasi yang kurasakan setiap kali mendengar berita hari ini—absurditas dari perpecahan politik—lewat satire," kata Byun.
Dengan gaya khas Byun yang penuh ritme dan energi, plot Good News tak terduga dan diwarnai dengan karakter-karakter eksentrik.
Penyuntingan yang tajam membuat film ber durasi 138 menitnya terasa mengalir tanpa membosankan.
Tak heran, banyak penonton menyebutnya sebagai "film Korea terbaik di Netflix" dan "karya Byun paling menghibur sejauh ini."
Penampilan para aktornya pun jadi daya tarik tersendiri. Hong Kyung tampil memikat sebagai Go-myeong, perwira muda ambisius namun penuh konflik batin; Sul Kyung-gu memesona sebagai sang fixer misterius; dan Ryu Seung-beom menghadirkan humor kering lewat perannya sebagai kepala intelijen licik yang haus kekuasaan.
Sementara itu, aktor Jepang Show Kasamatsu dan Nairu Yamamoto memberikan sentuhan autentik pada karakter para pembajak.
"Komedi sebenarnya menakutkan bagiku... Aku ingin penonton tertawa kecil sepanjang film, lalu bertanya-tanya, 'Tadi itu sebenarnya pantas ditertawakan enggak, ya?'" ujar Byun.
Peristiwa pembajakan Yodogo sendiri terjadi pada 31 Maret 1970, ketika Japan Airlines Flight 351—pesawat Boeing 727 yang dijuluki "Yodo", berarti "air yang tenang"—dengan tujuan Fukuoka, dibajak tak lama setelah lepas landas dari Bandara Haneda, Tokyo, oleh sembilan anggota muda Red Army Faction Jepang.
Bersenjatakan pistol dan pedang katana, para pembajak berusia antara 17 hingga 27 tahun itu berusaha mengalihkan penerbangan ke Korea Utara.
Aksi tersebut menjadi salah satu peristiwa paling aneh sekaligus sarat muatan politik dalam sejarah Perang Dingin, lahir dari gejolak gerakan mahasiswa Jepang pada era 1960-an.
Film Good News tayang di Netflix sejak 17 Oktober 2025.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.