Bawa power bank naik pesawat dari Singapura bakal dibatasi, ini aturannya
Selain jumlah yang dibatasi, penggunaan dan pengisian daya perangkat ini selama penerbangan juga ikut diatur demi alasan keselamatan.
Penumpang dilarang mengisi daya ponsel melalui power bank di dalam pesawat selama penerbangan. (Foto: iStock)
SINGAPURA: Mulai pertengahan April, ada aturan baru yang wajib diperhatikan sebelum terbang dari Singapura. Batasan ini langsung berdampak pada barang yang hampir selalu dibawa penumpang: power bank.
Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS) pada Senin (6/4) menyatakan bahwa penumpang yang berangkat dari Singapura dalam waktu dekat akan dibatasi hanya boleh membawa dua power bank per orang ke dalam pesawat.
Aturan baru ini akan mulai berlaku pada 15 April pukul 12.01 pagi waktu Singapura, atau 11.01 WIB.
Penumpang yang membawa lebih dari dua power bank harus membuang perangkat yang berlebih sebelum penerbangan mereka.
"Power bank juga tidak boleh diisi daya di dalam pesawat dan penumpang disarankan untuk tidak menggunakan power bank untuk mengisi daya perangkat mereka selama penerbangan," kata CAAS.
Pembatasan baru ini hadir setelah aturan terbaru yang dikeluarkan International Civil Aviation Organization (ICAO) pada 2 April 2026 yang memperbarui persyaratan keselamatan terkait membawa dan menggunakan power bank di dalam pesawat.
"Baterai lithium dalam power bank dapat mengalami panas berlebih atau korsleting, yang dapat menimbulkan risiko kebakaran dan bahaya keselamatan di dalam penerbangan," kata CAAS.
"Persyaratan baru ICAO yang membatasi maksimal dua power bank per penumpang serta pembatasan pengisian daya dan penggunaan power bank di dalam pesawat bertujuan untuk mengurangi risiko kebakaran sekaligus tetap mengakomodasi kebutuhan perjalanan penumpang," bunyi pernyataan CAAS.
CAAS menambahkan bahwa pihaknya "sedang bekerja sama dengan maskapai dan pemangku kepentingan penerbangan lainnya untuk menerapkan persyaratan baru ini secara lancar dan tertib".
Informasi mengenai pembatasan baru ini akan ditampilkan di berbagai titik penting di bandara untuk mengingatkan penumpang.
Persyaratan lain yang sudah berlaku sebelumnya tetap diberlakukan, seperti larangan memasukkan power bank ke dalam bagasi check-in, batas kapasitas, serta kewajiban untuk melindungi setiap power bank secara individual guna mencegah korsleting.
"Karena maskapai juga mungkin memiliki kebijakan yang lebih ketat terkait power bank, penumpang disarankan untuk memeriksa dengan maskapai masing-masing sebelum bepergian," kata CAAS.
Foong Ling Huei, Director of Flight Standards di CAAS, mengatakan, "Persyaratan baru ini akan membantu mengurangi risiko kebakaran yang disebabkan oleh power bank di dalam pesawat. Kami mendorong semua penumpang untuk memahami dan mematuhi persyaratan baru ini, demi keselamatan mereka sendiri dan penumpang lainnya."
Singapore Airlines dan Scoot telah melarang penggunaan dan pengisian daya power bank selama penerbangan sejak April 2025, dengan alasan kepatuhan terhadap Dangerous Goods Regulations dari International Air Transport Association terkait pengangkutan power bank yang diklasifikasikan sebagai baterai lithium.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.