Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Siap mudik? Ini tips untuk kamu yang suka merasa perut kembung saat naik pesawat

Ada beberapa alasan berada di pesawat dapat menyebabkan kembung. Salah satu tips mengatasinya, terkadang tidak apa-apa jika harus "melepaskan anginnya". 

Siap mudik? Ini tips untuk kamu yang suka merasa perut kembung saat naik pesawat
Apa sebenarnya yang membuat perut menjadi kembung utamanya ketika kita berada di pesawat? (Photo: iStock/rudi_suardi)
05 Apr 2024 04:14PM (Diperbarui: 03 May 2024 02:04PM)

Bepergian ke kampung halaman mungkin salah satu hal yang paling kamu tunggu-tunggu pada pekan ini. Apalagi, hari ini, Jumat (5/4) merupakan hari kerja terakhir sebelum memasuki masa cuti bersama libur Lebaran yang akan dimulai pada Senin (8/4). Meskipun bersemangat akan menemui keluarga dan sanak saudara di kampung halaman, ada hal yang harus kamu perhatikan jika kamu mudik menggunakan pesawat: hati-hati perut kembung. 

Perut kembung, atau perasaan begah, keadaan "saat perut kita terasa penuh," dan biasanya diikuti dengan "rasa sakit atau tidak nyaman," "suara bergemuruh," perut yang lebih besar, dan terasa seperti terisi banyak angin. Kondisi seperti ini terkadang membuat kita malu sekaligus menyakitkan - sungguh bisa menjadi suasana mudik yang tidak menyenangkan. 

Namun, apa sebenarnya yang membuat perut menjadi kembung utamanya ketika kita berada di pesawat? Apakah terkait dengan stres? Simak penjelasan ilmiah dan tips untuk mengatasinya: 
 

PERUT KEMBUNG DI PESAWAT LUMRAH TERJADI

Bepergian menaiki pesawat memang berisiko membuat perutmu terasa kembung. Hal ini dikonfirmasi oleh dr. Jo Woodhurst, kepala nutrisi di Ancient + Brave. 

Menurutnya, terdapat dua penyebab perut utama perut menjadi kembung ketika kita beada di pesawat: kembung karena gas atau peradangan di usus dan kembung karena retensi air.

Penyebab pertama disebabkan oleh tekanan udara saat pesawat mulai menanjak. 

"Ketika kita berada di pesawat yang terbang di ketinggian 40.000 kaki, tekanan udara di dalam pesawat jauh lebih rendah daripada yang biasa dialami tubuh kita di permukaan tanah," ujar Jo dalam laporan situs majalah travel Conde Nast Traveller. 

"Saat tekanan udara turun, gas mengembang dan hal ini juga terjadi di dalam perut, yang dapat membuat kita merasa sangat tidak nyaman."

Penyebab kedua, menurutnya, merupakan "efek seluruh tubuh," dan tidak berkaitan secara langsung dengan penerbangan, karena hal ini dapat terjadi ketika kita berada di darat maupun di udara. 

"Perut kembung karena retensi air disebabkan oleh sirkulasi dalam darah dan kemampuan tubuh untuk menghilangkan dan mengeluarkan air," jelas Jo. 

Selain kedua faktor penyebab tersebut, stres dan cemas ketika kita sedang dalam perjalanan juga dapat memperburuk kondisi perut kembung, menurut Megan Riehl, psikolog gastrointestinal dari Michigan Medicine.


BAGAIMANA MENGATASINYA?

Dimulai dari sehari sebelum keberangkatan, hindari makanan yang akan menimbulkan gas di perut. (Photo: Jack Board)

Kita memang tidak dapat mengubah ketinggian atau tekanan udara ketika berada di dalam pesawat. Namun jika terbang membuat kita merasa kembung dan begah, para pakar kesehatan memberikan beberapa saran untuk mengatasinya:

1. Jaga makan

Dimulai dari sehari sebelum keberangkatan, hindari makanan yang akan menimbulkan gas di perut, menurut Tamara Duker Freuman, pakar diet di New York City dengan spesialisasi penecernaan. 

Salah satu makanan yang dapat menghasilkan gas di perut di antaranya kacang-kacangan, bawang merah, bawang putih, gandum, produk susu, dan buah-buahan.

Meskipun demikian, menurut Jo: "Tubuh setiap orang bereaksi secara berbeda terhadap makanan yang berbeda, jadi yang pertama dan terpenting adalah memahami makanan mana yang secara pribadi membuat kita kembung, seperti gandum, produk susu, atau sayuran, misalnya, dan hindari makanan tersebut selama penerbangan."

"Hindari makanan berserat tinggi seperti rempah-rempah sebelum terbang karena beberapa orang merasa makanan tersebut sulit dicerna di usus dan menyebabkan kembung," ujarnya. 

Namun begitu tiba di tempat tujuan, "Jangan lupa mengonsumsi banyak serat untuk menghindari sembelit dalam perjalanan," tambahnya. 

2. Biasakan hidrasi

Sementara menurut dr, Baha Moshiree, pakar gastroenterologi di Atrium Health Wake Forest di Charlotte, North Carolina, hidrasi merupakan kunci utama untuk menghindari sembelit, yang dapat memperburuk kondisi perit kembung dan bergas. 

"Bawalah botol air yang dapat diisi ulang agar kita dapat meneguk air sepanjang hari. Dan hindari alkohol sehari sebelum dan pada hari perjalanan, karena dapat menyebabkan dehidrasi," tambahnya.

Megan Lyons, ahli gizi klinis dan pemilik Lyons' Share Wellness di Dallas juga menekankan pentingnya hidrasi dengan air putih, karena udara dengan kelembapan rendah di dalam pesawat dapat menyebabkan dehidrasi, yang membuat perut kembung. 

"Atasi masalah ini dengan minum banyak air sepanjang hari pada saat penerbangan dan batas mengonsumsi minuman yang menyebabkan dehidrasi seperti kopi dan alkohol," ujarnya, dikutip dari The Washington Post. 

Jika penerbanganmu jarak jauh, cobalah untuk bangun dari tempat duduk setiap satu jam sekali. (Photo: Unsplash/Suhyeon Choi)

3. Aktif bergerak

Sebisa mungkin, cobalah untuk tetap aktif bergerak. Jika penerbanganmu jarak jauh, cobalah untuk bangun dari tempat duduk setiap satu jam sekali, kata Freuman. 

"Cobalah melakukan peregangan ringan, seperti berupaya menjangkau jari-jari kaki, atau memutar bagian tengah tubuh dari sisi ke sisi. Gerakan-gerakan semacam ini dapat membantu menyebarkan gas yang berada usus agar tidak berkumpul di satu tempat," ujarnya.

Sementara, menurut Ali A. Khan, ahli gastroenterologi dari Gastro Health di Fairfax, Va, "Orang-orang yang melakukan penerbangan yang lebih lama dapat mengalami lebih banyak kembung, mual, atau sembelit."

Setelah mendarat, lanjut Khan, tubuh akan kembali normal dengan cara bersendawa atau "buang angin" dari waktu ke waktu, ujar Khan, dikutip dari Washington Post. 

Itulah sebabnyaa "penting untuk melakukan segala hal yang bisa kita lakukan untuk tetap aktif saat bepergian," kata Josh Forman, ahli gastroenterologi di University of Maryland St. Joseph Medical Center, dikutip dari Washington Post.

Khususnya jika Anda berada dalam penerbangan yang panjang, ada baiknya kita bangun sejenak dan berjalan-jalan ke bagian belakang pesawat," ujarnya.

4. Lepaskan saja anginnya

Jika gas menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman, maka menurut Riehl, menahannya akan membuat kita merasa tambah sakit. 

"Sangat sehat untuk membiarkan angin keluar," ujarnya. 

Akan tetapi, lakukanlah di kamar mandi, jika memungkinkan. "Namun, jika itu bukan pilihan, biarkan suara mesin pesawat menyamarkannya," ujarnya. 
 

Source: Others/ps(ih)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan