Adolescence pecahkan rekor Netflix: 66,3 juta views dalam dua minggu
Serial viral ini mengangkat pengaruh buruk media sosial dalam menyebarkan perundungan siber dan maskulinitas toksik terhadap remaja laki-laki hingga mereka membenci perempuan (misoginis).
Potongan adengan dalam serial Adolescence produksi Netflix. (Foto: Dok. Netflix)
Serial Inggris, Adolescence, mencetak rekor besar setelah akhir pekan keduanya tayang di Netflix.
Setelah debut dengan angka fantastis 24,3 juta views dalam empat hari pertama, Adolescence kembali mendominasi daftar tontonan Netflix selama pekan 17-23 Maret dengan tambahan 42 juta views.
Totalnya kini mencapai 66,3 juta views dalam 11 hari, menjadikannya serial terbatas Netflix dengan jumlah tontonan tertinggi dalam dua minggu pertama sejak perilisan.
Mengusung isu toxic masculinity (maskulinitas beracun) dan dampaknya di era digital, drama empat episode ini menggali sisi gelap radikalisasi budaya "manosphere" — sebuah komunitas daring yang dipenuhi narasi maskulinitas dengan paham konservatif ekstrem dan hingga misoginis yang dapat berujung pada kebencian terhadap perempuan, bahkan pembunuhan perempuan (femisida).
Dengan teknik pengambilan gambar one-take panjang yang berlangsung tanpa henti, Adolescence menguliti tren budaya maskulinitas toksik di ranah digital yang tengah populer di Barat, memaksa penontonnya menyaksikan bahaya nyata dari fenomena ini.
Tayang perdana di Netflix Indonesia sejak 13 Maret 2025, serial Adolescence terdiri dari empat episode yang mengisahkan Jamie Miller, remaja laki-laki berusia 13 tahun dari Yorkshire yang diringkus polisi dini hari di rumahnya atas tuduhan membunuh teman sekelasnya, Katie Leonard.
Jamie terjerumus ke dalam pengaruh influencer misoginis dan menjadi korban perundungan daring karena dicap sebagai seorang "incel", singkatan untuk involuntary celibates, istilah yang disematkan kepada laki-laki yang sulit mendapatkan pacar dan menyalahkan perempuan.
Orang tuanya mengakui bahwa Jamie sering mengurung diri di kamar dan menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer. Mereka mengira anak mereka aman, padahal Jamie diam-diam mengalami radikalisasi.
Meskipun berkali-kali bersikeras bahwa dirinya tidak bersalah, Jamie kemudian tak dapat mengelak dari rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi penusukan kejam tersebut. Adolescence bukan kisah yang mencari "siapa pelakunya" (whodunit), melainkan "mengapa ini terjadi" (whydunit) dan mencoba menggali alasan di balik kejahatan tersebut.
Salah satu momen paling memilukan dalam serial ini adalah ketika Jamie terlihat ketakutan bahkan sampai mengompol saat polisi bersenjata menerobos kamarnya yang dihiasi wallpaper bertema luar angkasa — khas anak remaja. Detail ini mengingatkan kita bahwa di balik kekerasan yang terjadi, masih ada sosok anak laki-laki polos yang kebingungan.
Menurut laporan The Guardian gagasan awal serial ini berasal dari bintang utamanya, Stephen Graham, yang merasa ngeri dengan meningkatnya kasus kekerasan di Inggris, terutama ketika remaja laki-laki menjadi pelaku kejahatan brutal terhadap perempuan.
"Kisah-kisah ini menyakitkan hati saya," ujar Graham. "Apa yang terjadi di masyarakat kita sehingga hal semacam ini menjadi kejadian yang semakin sering terjadi?"
Graham kemudian bekerja sama dengan penulis skenario Jack Thorne — rekan kreatifnya yang telah berkolaborasi dalam berbagai drama Inggris terkenal seperti This Is England, The Virtues, dan Help — untuk menciptakan drama yang mengupas fenomena mengkhawatirkan ini.
Selain Stephen Graham dengan kualitas akting yang mumpuni, Adolescence juga menjadi ajang bagi Owen Cooper — yang baru berusia 15 tahun dan baru pertama kali berakting — berperan sebagai Jamie.
Ia mampu bertransisi dari sosok yang penuh simpati menjadi menakutkan, dari anak kecil yang kebingungan menjadi remaja yang dipenuhi amarah, sering kali dalam satu tarikan napas. Debutnya ini langsung mengukuhkan dirinya sebagai aktor remaja bertalenta di industri film internasional.
Saat ini, Adolescence memegang rating 99% di Rotten Tomatoes dan mendapat ulasan lima bintang secara luas.
Selain Adolescence, peringkat kedua dalam daftar serial TV berbahasa Inggris minggu ini ditempati oleh The Residence, drama produksi Shonda Rhimes yang dibintangi Uzo Aduba, dengan 6,4 juta views dalam empat hari debutnya.
Di kategori film non-Inggris, film Korea, Revelations, memimpin dengan 5,7 juta views hanya dalam tiga hari pertama penayangannya.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.