Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Semua yang perlu kamu tahu soal kurma: nutrisi dan cara terbaik menyantapnya

Baik untuk takjil berbuka puasa ataupun sebagai cemilan, kurma dapat menjadi pilihan yang menyehatkan. 

Semua yang perlu kamu tahu soal kurma: nutrisi dan cara terbaik menyantapnya
(Photo: iStock/Rawpixel)

Kurma menjadi salah satu buah yang paling sering dijumpai selama bulan Ramadan. Buah kering berasal dari kawasan Timur Tengah ini memang kerap kali dijadikan salah satu takjil untuk berbuka puasa. Hal ini tidak lain karena riwayat sunnah menyebutkan Nabi Muhammad SAW kerap kali menjadikan kurma sebagai makanan pertama pembuka puasa. 

Meskipun bentuk kurma hampir serupa, sadarkah kita bahwa ada begitu banyak jenis kurma dilihat dari tingkat kematangannya, yang akan mempengaruhi kadar air dalam setiap buahnya. 

Kurma segar yang baru saja matang dikenal dengan nama khalal; warnanya kuning dan memiliki kerenyahan seperti apel, dengan tingkat kelembabannya yang mencapai 80 persen.

Tingkat kematangan yang lebih rendah memiliki kadar air 50 hingga 70 persen, akan membuat ujung kurma berwarna kecokelatan yang secara bertahap menyebar ke seluruh bagian buah. Tingkat kematangan ini disebut-sebut sebagai yang paling lezat karena buah kurma menjadi lembut dan memiliki rasa seperti karamel. 

Kurma dengan tingkat kematangan seperti ini dikenal dengan kurma tamar, dengan bentuk yang sudah mulai mengeras dengan kulit kurma terlihat mengeriput. Kebanyakan, kurma tamar yang dijual di pasaran hanya memiliki tingkat kelembaban 10 persen atau bahkan kurang dari itu.
 

Kurma segar yang baru saja matang dikenal dengan nama khalal. (Photo: iStock/Evetyday better to do everything you love)

Selain dari tingkat kematangannya, ada berbagai varian kurma dengan karakteristik berbeda. Kurma deglet noor memiliki tekstur keras yang cocok untuk dipanggang dan dimasak, sementara kurm medjool memiliki tekstur seperti selai. 

Namun, apa pun jenisnya, kurma dapat dinikmati sebagai camilan sendiri, sama halnya seperti aprikot atau kismis kering. 

Jika kamu perhatikan, terdapat bintik-bintik berwarna putih menyelimuti kulit kurma. Itu adalah gula yang mengkristal, menurut Jaclyn Reutens, ahli diet klinis dan olahraga dari Aptima Nutrition & Sports Consultants.

Reutens menjelaskan bahwa gula itu dapat ditemukan pada kurma versi segar maupun kering. "Seiring bertambahnya usia kurma, gula di dalamnya berangsur-angsur naik ke permukaan dan membentuk bintik-bintik putih."

Kurma yang harus dihindari adalah kurma yang berbau asam atau terfermentasi, dan rasanya pahit, katanya.

Bintik-bintik berwarna putih menyelimuti kulit kurma adalah gula yang mengkristal. (Photo: iStock/Masuti)

NILAI GIZI JUMLAH KALORINYA?

Secara nutrisi, kurma kering dan segar mengandung nilai gizi yang sangat mirip - hanya saja kurma kering akan memiliki lebih banyak kalori.  

"Semua kurma adalah sumber fruktosa alami, sebuah karbohidrat yang akan memberikan dosis energi yang baik," ujar Reutens. 

Selain itu, kurma juga mengandung serat dan kalium, dan meskipun kurma mengandung mineral lain seperti zat besi, kalsium, seng dan magnesium, jumlahnya tidak signifikan, katanya.

Reutens menyarankan untuk mengonsumsi tiga sampai lima buah kurma untuk menambah energi dengan cepat. "Lima buah kurma kering mengandung sekitar 168 kalori dan 22 gram karbohidrat, jadi ini adalah pilihan camilan yang cukup baik," ujarnya. 

Namun, untuk penderita diabetes, Reutens menyarankan agar cukup memakan tiga buah saja karena indeks glikemik kurma bisa berkisar antara 31 hingga 60, katanya.

Kurma Ajwa memiliki rasa seperti buah prune. (Photo: iStock)

Masing-masing varian kurma memiliki cita rasa kelezatannya sendiri, dan dapat dikonsumsi tanpa tambahan apa pun. Namun, jika kamu ingin membuat panganan camilan yang kaya nutrisi untuk berbuka puasa, kamu bisa coba beberapa pilihan berikut ini.

Catatan: Nilai gizi yang tertera berikut ini hanyalah panduan yang mungkin dapat berbeda dari satu merek ke merek lainnya. Sebagai acuan, 100 gram setara dengan sekitar empat buah kurma.

1. KURMA AJWA

  • Rasa: seperti buah prune
  • Tekstur: Lembut dan kering 
  • Ide camilan: Tambahkan ke sereal, oatmeal, yoghurt, smoothie, biskuit, kue, dan puding.
  • Per 100 gram, kalori: 348 kkal; 87g karbohidrat; 4,3g protein; 69,6g gula; 4,3g serat.

2. KURMA BAM ATAU MAZAFATI

  • Rasa: seperti karamel dan cokelat.
  • Tekstur: Lembut: Lembut dan berdaging. 
  • Ide camilan: Tambahkan ke dalam energy bars, smoothie, dan kue. Kurma jenis ini dapat diisi dengan keju dan kacang-kacangan. 
  • Per 100g: Kalori: 272 kkal; 65,3g karbohidrat; 2,2g protein; 65,3g gula; 6,5g serat
Kurma Deglet Noor bisa dijadikan pemanis untuk kue. (Photo: iStock/Ana Belen Garcia Sanchez)

3. KURMA DEGLET NOOR 

  • Rasa: manis dengan sedikit sentuhan rasa seperti kacang. 
  • Tekstur: Semi kering dengan sedikit kerenyahan yang tajam. 
  • Ide camilan: bisa dijadikan pemanis untuk kue. 
  • Per 100g: Kalori: 284 kkal; 68,9g karbohidrat; 2g protein; 62,6g gula; 7,3g serat.

4. KURMA MADU

  • Rasa: seperti madu. 
  • Tekstur: Lembut dan kenyal 
  • Ide camilan: Campurkan dan gunakan sebagai pemanis pada biskuit, kue, bahan dasar es krim atau oatmeal
  • Per 100g: Kalori: 274 kkal; 66,5g karbohidrat; 2g protein; 64,4g gula; 6,7g serat.
Tekstur Kurma Medjool lembut, kenyal dan berdaging. (Photo: iStock)

5. KURMA MEDJOOL

  • Rasa: seperti karamel. 
  • Tekstur: Lembut, kenyal dan berdaging. 
  • Ide camilan: Tambahkan ke dalam smoothie, kulit pai, buah, dan cokelat batangan. Dapat diisi dengan selai kacang, keju atau kacang-kacangan. 
  • Per 100g: Kalori: 263 kkal; 62,9g karbohidrat; 2,6g protein; 62,5g gula; 8,7g serat.

6. KURMA SAFAWI 

  • Rasa: Sangat manis dengan sedikit rasa seperti toffee dan karamel. 
  • Tekstur: Lembut, kenyal, dan sangat mengkilap 
  • Ide camilan: Tambahkan ke dalam smoothie dan minuman kocok, dan gunakan untuk memanggang. 
  • Per 100g: Kalori: 336 kkal; karbohidrat, tidak tersedia; 4g protein; 44g gula; 12g serat.

7. KURMA WANAN 

  • Rasa: Aroma sedikit manis, sedikit pedas dengan aroma kayu manis. 
  • Tekstur: Daging dan kulit yang lembut 
  • Ide camilan: Sebagai isian dengan kacang almond, kenari, manisan jahe atau potongan jeruk. 
  • Per 100 gram: Kalori: 336 kkal; 79g karbohidrat; 2,5g protein; 62g gula; 8g serat.
Source: CNA/ps(ih)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan