Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Sarwendah sebut 8 bulan biayai anak sendiri, kasus dugaan penggelapan Ruben Onsu ikut disinggung

Kuasa hukum Sarwendah turut menyinggung perkara dugaan penggelapan yang disebut berdampak pada kondisi keuangan Ruben.

Sarwendah sebut 8 bulan biayai anak sendiri, kasus dugaan penggelapan Ruben Onsu ikut disinggung

Ruben Onsu dan Sarwendah. (Foto: Instagram/@sarwendah29)

Sarwendah mengaku telah menanggung sendiri biaya pemeliharaan dan pendidikan anak-anaknya selama delapan bulan terakhir, sementara kuasa hukumnya juga menyinggung kasus dugaan penggelapan yang disebut berkaitan dengan kondisi keuangan Ruben Onsu.

Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, mengatakan, seluruh biaya anak selama periode tersebut dibayar oleh kliennya, CNN Indonesia melaporkan pada Kamis (3/9).

“Sudah 8 bulan klien kami membiayai anaknya semua sendiri, ya. Jadi, biaya pemeliharaan dan biaya pendidikan semua dibayar oleh klien kami,” kata Chris di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (2/9).

Menurut laporan CNN Indonesia, Ruben menghentikan pemberian nafkah kepada anak-anaknya sejak Desember 2025. Nafkah senilai lebih dari Rp200 juta itu dihentikan karena Ruben merasa haknya sebagai ayah tidak dipenuhi oleh Sarwendah, yang memegang hak asuh kedua anak mereka.

Chris mengatakan, pihak Ruben sebelumnya menyampaikan bahwa pembayaran akan kembali dilakukan apabila ia dapat bertemu dengan anak-anaknya.

“Kalau memang mau kita bayarkan, ya, ketemuin dulu anak. Jadit, ya, mungkin karena belum bisa ketemu anak dia belum bayarkan,” ujar Chris.

Sementara itu, kuasa hukum Ruben, Tiffany Setiawaty, mengatakan, pemberian nafkah belum kembali dilakukan karena pihak Sarwendah belum memberikan perincian biaya yang diminta.

Menurut Tiffany, pihak Ruben tetap bertanggung jawab terhadap biaya pemeliharaan dan pendidikan anak selama pengeluarannya dapat dipertanggungjawabkan.

“Pada prinsipnya, kan, pertanggungjawaban klien kami, kan, adalah pembiayaan terkait dengan pemeliharaan dan pendidikan anak,” katanya.

“Selama itu terkait dengan pemeliharaan anak dan pendidikan anak, klien kami akan bertanggung jawab kok. Pasti akan bertanggung jawab.”

Gugatan hak asuh anak yang diajukan Ruben terhadap Sarwendah hingga kini masih bergulir. Pihak Sarwendah dijadwalkan menyampaikan jawaban atas gugatan tersebut pada 9 September 2026.

KONDISI KEUANGAN RUBEN ONSU

Di tengah proses hukum itu, Chris juga menyinggung perkara dugaan penggelapan yang disebut berdampak pada kondisi keuangan Ruben.

Ia merujuk pada pernyataan kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, yang sebelumnya menyebut ada persoalan uang sekitar Rp100 miliar yang diduga dibawa kabur oleh karyawan atau orang kepercayaan Ruben.

“Jangan lagi framing klien kami terkait dengan kondisi keuangan Ruben saat ini,” kata Chris.

“Karena Bang Minola sudah bilang ada masalah uang kurang lebih 100 miliar dibawa kabur sama karyawan, orang kepercayaan Ruben, ya, kan. Jadi itu, kan, sudah clear sebenarnya.”

Pihak Sarwendah juga belum dapat memastikan apakah perkara dugaan penipuan investasi yang sebelumnya membuat Ruben berstatus tersangka akan dibahas dalam gugatan hak asuh anak.

“Dari awal kami, kan, tidak tahu, ya, akan ada perkara itu. Jadi, kalau dibilang ada pengaruhnya, nanti tanyanya ke hakim, jangan ke kami,” kata Chris.

“Apakah nanti menjadi bahan kami di dalam jawaban, ya, nanti kita sampaikan setelah saya menjawab,” lanjutnya.

Chris juga mengatakan, Sarwendah turut prihatin atas perkara yang menimpa Ruben dan membantah anggapan bahwa kliennya senang melihat mantan suaminya sempat berstatus tersangka.

“Karena status itu yang terdampak nanti kepada anak kalau berkepanjangan,” ujarnya.

“Yang pasti itu doa klien saya juga supaya tidak berkepanjangan soal status itu. Cuma saya kok melihatnya masih ada orang yang berpikiran bahwa klien kami senang. Klien kami tidak senang dengan status itu, jujur saja.”

Menurut Chris, kliennya justru ikut senang dengan kesepakatan damai antara Ruben dan pihak pelapor.

"Yang pasti senanglah, sudah ada perdamaian. Karena gini lho, kalau itu tidak didamaikan, status itu terus ada, yang rugi siapa? Anak-anak, kan? Nah itu yang kita jaga," kata Chris, dilansir dari Liputan 6.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/jt(ar)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan