Sarwendah minta maaf usai videonya viral, bantah halangi Ruben Onsu temui anak-anak
Ia mengakui ucapan yang terekam dalam video itu tak mencerminkan sikap yang baik maupun rendah hati.
Sarwendah dalam salah satu unggahannya di media sosial. (Foto: Instagram/@sarwendah29)
JAKARTA: Sarwendah akhirnya buka suara terkait sejumlah video yang viral di media sosial dan memicu berbagai reaksi publik. Melalui video yang diunggah di akun media sosialnya pada Jumat (5/6), ia menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang muncul akibat potongan video yang beredar.
Mengawali pernyataannya, Sarwendah menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian kepadanya.
"Sebagai manusia yang biasa, yang tidak luput dari dosa dan kesalahan, saya menyadari potongan video yang beredar tersebut sudah membuat kegaduhan di media sosial," kata Sarwendah tanpa menjelaskan secara spesifik video yang dimaksud.
Ia mengakui ucapan yang terekam dalam video tersebut tidak mencerminkan sikap yang baik maupun rendah hati.
"Saya menyadari bahwa kata-kata saya tersebut tidak menunjukkan kebaikan maupun kerendahan hati. Hal-hal yang seharusnya cukup diselesaikan di ruang lebih tenang, kini turut menyita perhatian dan energi dari banyak pihak."
"Oleh karena itu, saya minta maaf dari lubuk hati saya kepada semuanya. Saya minta maaf atas video yang beredar tersebut dan terhadap semua yang telah terdampak oleh karena hal tersebut," ujar Sarwendah.
Dalam pernyataan yang sama, Sarwendah juga menyampaikan permintaan maaf kepada kedua anaknya yang ikut terseret dalam pemberitaan yang berkembang.
Ia menegaskan akan terus berupaya menjadi sosok ibu yang mengutamakan kebahagiaan dan masa depan anak-anaknya.
"Sebagai seorang ibu, saya berjanji akan terus berusaha menjadi ibu yang melindungi, merawat, dan mengutamakan kebahagiaan dan masa depan mereka," katanya.
TERKAIT RUBEN ONSU?
Sarwendah belakangan menjadi bahan perbincangan setelah sejumlah potongan video tersebar luas di media sosial di tengah perselisihannya dengan mantan suaminya, Ruben Onsu.
Salah satu video yang ramai dibahas memperlihatkan Sarwendah saat melakukan siaran langsung bersama kekasihnya, Giorgio Antonio, ketika menanggapi sebuah pemberitaan yang diduga berkaitan dengan nafkah yang diberikan Ruben kepada dirinya dan anak-anak mereka.
Selain itu, beredar pula video lain yang menampilkan sosok yang disebut-sebut sebagai Sarwendah sedang membicarakan seseorang yang ia panggil sebagai "cong". Banyak warganet kemudian menduga sosok yang dimaksud adalah Ruben Onsu.
Meski demikian, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menegaskan bahwa video tersebut tidak ditujukan kepada Ruben.
"Saya menonton video itu, memang video itu menurut saya bisa dipahami berbeda-beda, tetapi prinsipnya tidak ditujukan kepada RO (Ruben Onsu)," kata Chris Sam Siwu.
"Saya jamin bahwa itu tidak ditujukan kepada RO karena, di dalam video itu saya lihat tidak ada menyebutkan nama sama sekali," tegasnya.
Dalam video klarifikasinya, Sarwendah juga berjanji akan lebih berhati-hati dalam bersikap di ruang publik. Meskipun begitu, Sarwendah tidak menyebut nama Ruben Onsu sama sekali.
"Saya mohon kepada semua untuk memberikan ruang dan waktu bagi saya menyelesaikan urusan pribadi saya ini dengan lebih baik secara kekeluargaan dan penuh kedewasaan," kata Sarwendah.
"Saya percaya setiap orang memiliki penyelesaian yang masing-masing dan saya memilih untuk menempuhnya dengan kepala dingin serta hati yang lebih lapang," lanjutnya.
BANTAH PERSULIT RUBEN BERTEMU ANAK
Di tengah polemik tersebut, pihak Sarwendah juga membantah tudingan yang menyebut dirinya menghambat Ruben Onsu untuk bertemu anak-anak mereka. Kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, menegaskan bahwa komunikasi selalu terbuka dan tidak pernah ada upaya untuk menjauhkan anak-anak dari Ruben.
Tudingan itu muncul setelah pihak Ruben mengeluhkan sulitnya akses untuk bertemu maupun membawa anak-anak menginap.
Menurut Chris, belum terjadinya pertemuan bukan disebabkan penolakan dari pihak Sarwendah, melainkan karena belum ada mekanisme maupun permintaan yang dikomunikasikan secara jelas.
"Kenapa belum diserahkan, ya, karena memang mekanismenya harus diatur dulu dan bukan klien kami tidak pernah menyerahkan," kata Chris Sam Siwu, dikutip dari CNN Indonesia.
"Tetapi kami merasa, kliennya Bang Minola (Ruben Onsu) tidak pernah meminta," ia menegaskan.
Chris juga menanggapi persoalan pesan yang disebut tidak mendapat balasan dari Sarwendah. Ia menilai hal itu tidak bisa langsung dianggap sebagai tindakan menghalangi hak Ruben untuk bertemu anak-anaknya.
"Kalau masalah chatting-an satu kali lalu disampaikan chatting-an itu sebagai satu hal akhir dari permintaan dan tidak diserahkan lalu dibilang itu mempersulit, kan, nggak pas," jelas Chris Sam Siwu.
Ia menyarankan agar komunikasi dilakukan secara lebih intens, baik kepada anak-anak maupun kepada Sarwendah sebagai pemegang hak asuh, sehingga pengaturan jadwal dapat dibicarakan dengan lebih baik.
"Kapan pun WA aja ke ibunya, WA anaknya. Kalau WA anaknya tidak dibalas WA ke ibunya, atau dua-duanya di WA. Karena gimana pun, anak ini, kan, enggak bisa berjalan sendiri, harus komunikasi mengenai jadwal dengan orangtuanya yaitu ibunya," kata Chris.
Pihak Sarwendah juga menilai tudingan bahwa kliennya menghalang-halangi pertemuan Ruben dengan anak-anak tidak tepat.
"Kalau baru satu kali WA lalu tidak direspons, menurut saya enggak begitu," terang Chris Sam Siwu.
Perselisihan antara kedua belah pihak sebelumnya bermula dari keluhan pihak Sarwendah mengenai uang nafkah yang disebut tidak diberikan Ruben selama enam bulan terakhir.
Pihak Ruben kemudian menanggapi keluhan tersebut sebagai bentuk protes karena Ruben mengaku kesulitan bertemu anak-anak yang berada dalam pengasuhan Sarwendah.
Persoalan itu terus berkembang hingga pihak Sarwendah menyatakan keinginan mengambil alih rumah di kawasan Cilandak yang saat ini ditempati Sarwendah bersama kedua putrinya pascaperceraian.
Ruben Onsu dan Sarwendah resmi bercerai pada 24 September 2024. Humas Pengadilan Jakarta Selatan mengonfirmasi perceraian tersebut diputus secara verstek karena Sarwendah selaku tergugat tidak pernah menghadiri panggilan resmi selama proses persidangan berlangsung.
Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.