Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Kembali diperiksa Kejagung selama 10 jam, Sandra Dewi tetap bungkam

Sandra Dewi kembali hanya meminta doa dan berterima kasih kepada awak media, tanpa memberikan keterangan apa pun. 

Kembali diperiksa Kejagung selama 10 jam, Sandra Dewi tetap bungkam
Sandra Dewi dan Harvey Moeis sontak menjadi sorotan masyarakat menyusul kasus dugaan korupsi timah. (Foto: Instagram/@sandradewi88).
16 May 2024 05:16PM (Diperbarui: 18 May 2024 11:46AM)

Pesinetron Sandra Dewi kembali menghadiri pemanggilan oleh Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) pada Rabu (15/5) terkait kasus dugaan korupsi tata niaga timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah tahun 2015-2022. 

Sandra, yang hadir di di Gedung Kartika Kejaksaan Agung sejak pukul 08.00 WIB, diperiksa selama kurang lebih 10 jam. 

Baru pada pukul 18.30 WIB, Sandra Dewi meninggalkan gedung tersebut, tanpa memberikan keterangan apa pun. Ini merupakan kali kedua istri dari Harvey Moeis ini bungkam terkait kasus yang berpotensi merugikan negara hingga Rp271 triliun itu. Sebelumnya, Sandra diperiksa Kejagung pada awal Mei lalu. 

Direktur Penyidikan JAM Pidsus Kejaksaan Agung, Kuntadi menjelaskan bahwa pemanggilan Sandra kali ini bertujuan untuk menelusuri pemberian pesawat pribadi dari Harvey Moeis sebagai salah satu kado ulang tahun anak pertama mereka pada 2019. 

"Penelusuran tersebut juga meliputi sebagaimana kita ketahui ada rumor tentang pesawat yang dimiliki oleh tersangka HM. Sampai saat ini masih kita telusuri dan masih kita uji kebenarannya," kata Kuntadi dalam jumpa pers virtual, Rabu (15/5). 

Kejagung hingga kini masih mencari tahu soal tipe, kepemilikan, tahun perolehan, nama, nomor teregistrasi, dan di mana jet pribadi diduga milik Harvey Moeis itu kini berada atau disimpan.

Pada jumpa pers itu, Kejagung juga mengonfirmasi perjanjian pisah harta antara Sandra Dewi dan Harvey Moeis yang terungkap menyusul kasus dugaan korupsi ini. Kejagung masih menelusuri apakah perjanjian pranikah terkait pisah harta itu benar dibuat sebelum keduanya menikah pada 2016 lalu.

"Penelusuran tersebut meliputi yang dimiliki tersangka HM masih kita uji kebenarannya, termasuk juga kita mendalami sejauh mana perjanjian pra nikah dengan istri tersangka ini. Apakah benar perjanjian dibuat sebelum pemberitaan ini terjadi. Itu kita klarifikasi untuk menghindari adanya kesalahan," ujar Kuntadi. 

Kejagung juga menambahkan pihaknya memahami bahwa Sandra Dewi memiliki penghasilan sendiri sebagai figur publik yang memiliki beberapa lini bisnis. Namun, sejauh mana, "harta-harta yang dimiliki pantas dan wajar dengan aset yang dia miliki," masih ditelurusi. 

Salah satu kerabat Sandra dan Harvey, Benyamin Ratu sebelumnya sempat mengunggah konten soal pesawat pribadi tersebut. 

"Hari ini Senin 25 Maret 2019 tepat jam 09.00 WIB Jet pribadinya @raphaelmoeis mendarat di Halim Perdana Kusuma. Dan langsung upacara pemberkatan pesawat bersama Romo Agustinus Handoko MSC. Selamat Harvey dan @sandradewi88 Semoga memperlancar usaha dan Bisnisnya. Tuhan memberkati. #privatejet," tulis  Benyamin Ratu dilihat dari Instagram miliknya.

Sandra Dewi sendiri telah menghapus akun Instagram miliknya, sehingga masyarakat kini tidak bisa lagi melihat unggahan apa pun dari pesinetron ini di akun @sandradewi88. Padahal, sebelum dihapus, Sandra Dewi dan keluarganya kerap mengunggah konten hidup mewah. 

Jet pribadi Sandra Dewi dan Harvey Moeis. (Foto: Instagram/sandradewi88)

Terkait pemberian jet pribadi itu, Sandra pernah dimintai keterangan pada tahun 2019, namun di saat itu pun ia enggan berkomentar. 

"Aduh, saya nggak pernah ngepost kan? Kalau itu papanya, bukan ibunya," ujar Sandra Dewi pada Rabu, 26 Juni 2019, menurut laporan Detik. 

Sejak akhir Maret lalu, Sandra Dewi dan Harvey Moeis sontak menjadi sorotan masyarakat menyusul kasus dugaan korupsi timah yang awalnya menyeret crazy rich Pantai Indah Kapuk (PIK) Helena Lim.

Penyelidikan terkait dugaan kasus ini masih terus dilakukan, dan hingga kini Kejagung sudah mewawancarai 173 saksi, termasuk Sandra Dewi. 

Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan Harvey Moeis sebagai tersangka pada Rabu, 27 Maret 2024, dalam kasus tindak pidana korupsi dalam tata niaga komuditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan atau IUP PT Timah Tbk pada 2015 hingga 2022. 

Harvey Moeis diduga menjadi perpanjangan tangan dari PT RBT. Harvey tercatat pernah menghubung Direktur Utama PT Timah yakni MRPT pada 2018 dan 2019. 

Peran Harvey Moeis adalah melobi beberapa smelter di kawasan IUP PT Timah untuk mengakomodasi pertambangan liar. Dalam prosesnya, Harvey Moeis memfasilitasi pertambangan tanpa izin ini dengan sewa-menyewa alat peleburan timah. 

Harvey secara terang-terangan meminta pihak smelter menyisihkan sebagian keuntungannya. Keuntungan itu juga harus diserahkan kepada Harvey dengan dalih pembayaran CSR.

Sejumlah aset Harvey Moeis sudah disita Kejaksaan, termasuk empat mobil berupa Toyota Vellfire, Lexus, MINI Cooper, dan Rolls Royce. Kedua mobil terakhir merupakan hadiah ulang tahun dari Harvey Moeis untuk Sandra Dewi.

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan