Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Sabrina Carpenter geram lagunya dipakai untuk razia imigran: 'Ini kejam dan menjijikkan'

Pelantun lagu Juno itu tidak rela karyanya digunakan untuk mendukung kebijakan imigrasi yang tak manusiawi. 

Sabrina Carpenter geram lagunya dipakai untuk razia imigran: 'Ini kejam dan menjijikkan'

Penampilan penyanyi Sabrina Carpenter pada ajang festival musik Governor's Ball di Queens, New York, Amerika Serikat pada Juni 2024. (Foto: REUTERS/Cheney Orr)

03 Dec 2025 03:28PM (Diperbarui: 03 Dec 2025 03:35PM)

Penyanyi pop Sabrina Carpenter pada Selasa (2/12) menolak keras penggunaan salah satu lagunya dalam sebuah video yang dibagikan Gedung Putih Amerika Serikat di media sosial. Carpenter menyebut cuplikan yang menampilkan razia penegakan hukum imigrasi itu sebagai "kejam dan menjijikkan".

Lagu Carpenter itu berjudul Juno yang videonya menjadi backsound/pengiring visual video yang memperlihatkan petugas imigrasi AS, Immigration and Customs Enforcement (ICE) yang tengah beraksi menangkap dan memborgol terduga imigran tanpa izin tinggal.

Video yang diunggah ICE pada Senin (1/12) itu memperlihatkan para petugas melakukan penangkapan dengan menjatuhkan terduga imigran ilegal hingga terjerembab ke tanah dan memasangkan borgol ke tangan mereka.

"Video ini kejam dan menjijikkan. Jangan pernah melibatkan aku atau musikku untuk mendukung agenda kalian yang tidak manusiawi," tulis Carpenter di X sebagai tanggapan terhadap unggahan White House tersebut. 

Menanggapi protes dari Carpenter, juru bicara Gedung Putih Abigail Jackson membalas dengan menyatakan: "Ini pesan Short 'n Sweet untuk Sabrina Carpenter: kami tidak akan minta maaf karena mendeportasi para pembunuh, pemerkosa, dan pedofil ilegal yang berbahaya dari negara kami," merujuk pada salah satu lagu populer Sabrina berjudul Short 'n Sweet.

"Siapa pun yang membela monster menjijikkan ini pasti bodoh, atau lambat berpikir ya?" sindir Jackson, dikutip dari Entertainment Weekly.

Selain Sabrina Carpenter, sejumlah musisi lain sebelumnya juga pernah memprotes penggunaan musik mereka oleh Presiden Donald Trump dan timnya.

Penyanyi dan gitaris Amerika Kenny Loggins baru-baru ini meminta sebuah video yang diposting presiden dihapus karena menggunakan lagu hit miliknya, Danger Zone, dari film Top Gun.

Video tersebut menggunakan gambar Trump sebagai pilot tempur yang dihasilkan AI dan menjatuhkan kotoran kepada para lawan politiknya.

Pada 2024, Celine Dion mengecam penggunaan salah satu lagunya, My Heart Will Go On, dalam sebuah video kampanye Trump. Sementara, Beyonce bereaksi serupa setelah lagunya, Freedom, digunakan untuk tujuan serupa pada tahun yang sama.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ps/da

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan