Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Pengacara tegaskan Ruben Onsu tak idap HIV, hasil tes laboratorium non-reaktif

Ruben sudah beberapa kali diterpa kabar terinfeksi HIV tanpa pernah disertai bukti medis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pengacara tegaskan Ruben Onsu tak idap HIV, hasil tes laboratorium non-reaktif

Ruben Onshu dalam satu unggahannya di media sosial. (Foto: Instagram/@ruben_onshu)

Pengacara Ruben Onsu, Minola Sebayang, membantah tegas isu yang menyebut kliennya mengidap HIV. Klarifikasi itu disampaikan setelah potongan percakapan WhatsApp antara Ruben dan mantan istrinya, Sarwendah, ramai diperbincangkan di media sosial hingga memunculkan berbagai spekulasi mengenai kondisi kesehatan sang presenter.

Minola menegaskan, tuduhan tersebut bukan isu baru. Menurutnya, Ruben sudah beberapa kali diterpa kabar serupa tanpa pernah disertai bukti medis yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Ruben itu pernah bilang sering disebut 'S' kena penyakit tiga huruf tersebut, tanpa ada bukti medis yang bisa memvalidasi tuduhannya," ujar Minola di Okezone, Minggu (2/8).

Menanggapi isi percakapan yang menyinggung soal "obat HIV", Minola memastikan Ruben tidak pernah mengonsumsi obat HIV seperti yang ditafsirkan publik. Ia menjelaskan, obat yang dimaksud dalam percakapan tersebut sebenarnya adalah vitamin yang sempat dibelikan oleh adik Sarwendah.

Sebagai bantahan, Minola memperlihatkan hasil pemeriksaan laboratorium Ruben yang dilakukan pada 25 Juli 2026. Berdasarkan hasil tes tersebut, Ruben dinyatakan non-reakif terhadap HIV.

"Hasil tes untuk HIV, non-reaktif, ya. Artinya, klien kami tidak mengidap penyakit seperti yang dituduhkan dan dipertanyakan publik. Jadi jangan lekas percaya pada chattingan satu sumber saja," kata Minola.

Dalam kesempatan lain, Minola juga menegaskan hasil pemeriksaan itu bukan dilakukan secara mendadak setelah isu viral mencuat. Menurutnya, tes kesehatan tersebut sudah dipersiapkan sebelumnya sebagai bagian dari kebutuhan pembuktian dalam perkara hukum yang sedang berjalan.

"Pemeriksaan itu dilakukan pada tanggal 25 Juli. Jadi, bukan karena ada masalah ini terus kita buru-buru periksa, tidak. Ini sudah dipersiapkan sejak lama untuk kepentingan pembuktian di persidangan," ujarnya seperti dikutp Grid.id, Senin (3/8)

Minola mengaku bahkan harus membujuk Ruben agar bersedia menjalani pemeriksaan kesehatan. "Ruben sebenarnya tidak mau, loh. Dia berprinsip, siapa yang menuduh, ya, dia yang harus membuktikan. Tapi saya bilang, jangan keraskan hati," tutur Minola.

Ia menambahkan, hasil laboratorium tersebut akan digunakan sebagai bukti apabila isu kesehatan Ruben terus diangkat, termasuk dalam persidangan hak asuh anak.

Polemik ini sendiri bermula setelah Minola hadir dalam siniar Denny Sumargo pada 1 Agustus 2026. Dalam perbincangan itu, ia memperlihatkan sejumlah tangkapan layar percakapan WhatsApp yang berkaitan dengan sengketa hak asuh anak Ruben dan Sarwendah. Potongan video podcast kemudian tersebar di media sosial dan menjadi bahan perbincangan publik.

Isi percakapan tersebut kemudian diolah ulang oleh sejumlah pengguna media sosial menggunakan aplikasi kecerdasan buatan (AI) untuk memperjelas tangkapan layar. Dari sanalah muncul tafsir mengenai konsumsi obat HIV yang akhirnya berkembang menjadi spekulasi liar dan memicu berbagai rumor tentang kondisi kesehatan Ruben.

Di tengah ramainya spekulasi itu, Sarwendah akhirnya juga mengunggah penjelasan panjang melalui Instagram. Ia mengatakan tidak berniat membuka kembali konflik rumah tangga mereka, tetapi merasa perlu meluruskan kronologi setelah beredar potongan video yang dinilainya tidak utuh. "Karena selama ini publik yang meminta saya menunjukkan bukti. Agar publik dapat melihat peristiwanya secara lebih utuh," tulis Sarwendah, dikutip dari Medcom.id, Senin (3/8).

Sarwendah menjelaskan, pertengkaran yang terekam kamera pengawas bermula saat masa sewa rumah di Pondok Indah akan berakhir pada Maret 2024. Ia mengusulkan kembali ke rumah lama karena kondisi keuangan keluarga saat itu, tetapi Ruben disebut memilih menyewa rumah baru selama sebulan dengan biaya sekitar Rp120 juta. Perbedaan pandangan mengenai keputusan tersebut memicu cekcok yang kemudian semakin memanas.

Menurut Sarwendah, kemarahannya bukan semata dipicu persoalan kepindahan rumah. Ia mengaku emosi yang terlihat dalam video merupakan akumulasi dari berbagai persoalan yang selama bertahun-tahun dipendam, termasuk dugaan perselingkuhan Ruben yang kembali mencederai kepercayaannya.

"Di situlah emosi saya akhirnya meledak. Kemarahan yang terlihat di video bukan muncul karena persoalan tanggal pindah semata, melainkan akumulasi dari banyak hal yang selama 11 tahun ini tidak pernah benar-benar bisa saya sampaikan," tulisnya.

Unggahan tersebut ikut menghidupkan kembali perbincangan soal rekaman CCTV yang memperlihatkan pertengkaran Ruben dan Sarwendah di dalam rumah. Video itu tersebar luas di media sosial dan menjadi salah satu pemicu munculnya berbagai spekulasi baru, termasuk soal kondisi kesehatan Ruben yang belakangan telah dibantah melalui hasil tes laboratorium yang ditunjukkan kuasa hukumnya.

Ikuti saluran WhatsApp CNA Indonesia untuk dapatkan berita menarik lainnya. Pastikan fungsi notifikasi telah dinyalakan dengan menekan tombol lonceng.

Source: Others/ar(da)

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan