Skip to main content
Iklan

Lifestyle

Viral roti mengandung zat pengawet berbahaya sodium dehydroacetate, apa ciri-cirinya?

Konsumen disarankan untuk selalu mengonsumsi makanan yang bernutrisi baik, dan menghindarkan diri dari produk yang memiliki zat pengawet berbahaya. Bagaimana cara mengenalinya?

Viral roti mengandung zat pengawet berbahaya sodium dehydroacetate, apa ciri-cirinya?

Ilustrasi roti tawar. (Foto: iStock/JERO SenneGs)

22 Jul 2024 12:09PM (Diperbarui: 22 Jul 2024 12:11PM)

Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan rumor bahwa roti Aoka diduga mengandung bahan pengawet berbahaya, yakni Sodium Dehydroacetate. Rumor ini mengebohkan media sosial karena sodium dehydroacetate merupakan bahan pengawet yang biasanya digunakan dalam produk kosmetik karena sifatnya yang anti mikroba.

Rumor ini telah dibantah oleh produsen roti Aoka, PT Indonesia Bakery Family (IBF), yang tegas menyatakan bahwa kabar tersebut merupakan berita bohong atau hoax. 

Menurut laporan Antara, Head Legal PT IBF, Kemas Ahmad Yani, menyebut roti Aoka telah melewati pengujian oleh Badan Obat dan Makanan (BPOM) RI dan telah mendapatkan izin edar. Ia menepis rumor yang menyebutkan adanya kandungan sodium dehydroacetate dalam roti Aoka, dan bahwa masa kedaluwarsa roti asal Bandung itu mencapai 6 bulan.

Terlepas dari rumor tersebut, konsumen disarankan untuk selalu mengonsumsi makanan yang terbuat dari bahan-bahan yang bernutrisi baik untuk tubuh, dan selalu menghindarkan diri dari produk yang memiliki zat pengawet berbahaya. 

Lalu, bagaimana cara mengenali ciri-ciri roti yang mengandung zat pengawet berbahaya? Berikut penjelasannya. 

1. TEKSTUR KERAS DAN BERONGGA BESAR

Ilustrasi roti tawar. (Foto: iStock/rudisill)

Roti yang mengandung pengawet disebut memiliki ciri-ciri yang dapat dikenali dari teksturnya. Tidak seperti roti yang dibuat dari bahan alami, roti yang memiliki bahan kimia tambahan cenderung memiliki tekstur keras, serat yang tipis dan berongga besar layaknya spons.

Pemilik sekaligus pengelola toko roti Moro Bake Shop Dicky Pramono mengungkapkan penggunaan tambahan bahan akan berpengaruh kepada kualitas roti yang dihasilkan.

Pasalnya, secara teori, fungsi pengawet yang ada pada roti digunakan untuk mengikat air sehingga tidak mudah menimbulkan jamur, menjadikan roti lebih awet. 

"Jika air yang ada di dalam roti diikat oleh bahan pengawet, maka tekstur roti akan cenderung kering dan menjadi keras meskipun roti terbilang baru dipanggang," ujar Dicky kepada Grid.id, pekan lalu. 

2. TIMBULKAN EFEK PANAS

Ilustrasi konsumen mengalami radang tenggorokan. (Foto: iStock/ATHVisions)

Ciri lainnya, roti berpengawet bisa jadi menimbulkan efek panas di tenggorokan setelah dikonsumsi. 

"Kalau dari saya, cara membedakannya itu dengan merasakannya. Kalau pakai pengawet itu rasanya panas di tenggorokan," ujar Dicky. 

Reaksi panas tersebut sangat mungkin ditimbulkan dari bahan-bahan berbahaya yang memang tidak diperuntukkan untuk bahan pembuat makanan. 

3. BAU OBAT

Ilustrasi roti tawar. (Foto: iStock/Marta fernandez)

Terakhir, roti yang mengandung zat berpengawet dapat dikenali dengan bau obat yang mungkin keluar ketika roti baru saja dibuka dari kemasannya. 

Dicky mengatakan bahwa bau obat ini akan khas tercium bagi mereka yang sudah biasa membuat roti. 

Meskipun demikian, tidak ada salahnya jika kita berwaspada dengan terlebih dahulu memeriksa bau roti yang akan dimakan, apakah mengeluarkan aroma obat atau tidak.

BAHAYA ROTI BERPENGAWET

Ilustrasi roti tawar. (Foto: iStock/Sinan Kocaslan)

Pakar kimia pangan dan gizi dari Akademi Kimia Analis Bogor, Ir Chandra Irawan, menuturkan bahwa sebenarnya hampir semua produk menggunakan zat pengawet agar produk tidak cepat rusak karena berjamur, mengandung bakteri atau mikroba lainnya. 

Namun, ketika zat pengawet tersebut dimasukkan dengan kadar berlebihan atau tidak diperuntukkan untuk dikonsumsi sebagai bahan makanan, tindakan ini dapat berbahaya bagi tubuh. 

Secara teori, zat pengawet seharusnya keluar dari adonan roti selama dipanggang, tetapi jika terlalu banyak ditambahkan atau jika roti tidak dimasak cukup lama atau tidak pada suhu cukup tinggi, maka pengawet tersebut akan tetap bersisa pada roti.

"Pengawet itu kan fungsinya untuk membunuh mikroorganisme. Tapi kalau pengawetnya dimasukkan secara berlebihan, maka akan susah disintesis atau degradasi oleh tubuh, akhirnya terendapkan. Nah, lama-lama ini bisa memicu kanker karena kan sifatnya karsinoge," jelas Ir Chandra, dikutip dari Detik Health. 

Dapatkan informasi menarik lainnya dengan bergabung di WhatsApp Channel CNA.id dengan klik tautan ini.

Source: Others/ps

Juga layak dibaca

Iklan
Iklan